
Area pemakaman khusus keluarga Ling.
Ling Feng, Ling Qian dan Vanesa Zhu menghadiri pemakaman Ling Jun. Tidak banyak yang datang dalam upacara pemakaman yang jauh dari kesan mewah, seperti yang biasa terlihat di pemakaman keluarga besar.
Vanessa menatap Ling Feng begitu tubuh Ling Jun selesai dikebumikan, “Ini semua gara-gara pemuda dari keluarga Zou! Setelah merebut wanita putraku, dia membunuhnya dengan begitu kejam,” ujarnya dengan kedua mata yang masih memancarkan kesedihan.
Ling Feng menoleh, memandang wanita di sampingnya, “Kita tidak lagi memiliki kekuatan untuk melawan, jadi lebih baik tutup mulutmu, jangan mengatakan sesuatu yang semakin mempersulit keadaan kita!”
“Aku tidak butuh bantuan orang tidak berguna sepertimu untuk membalaskan dendam putraku!”
“Setelah ini, aku ingin hubungan kita berakhir!” seru Vanessa, pergi begitu saja meninggalkan Ling Feng.
Ling Feng menghela nafas melihat kepergian istri keduanya, “Setelah membuat Yun Shui pergi, jangan harap bisa seenaknya pergi meninggalkanku!” gumamnya menatap tajam ke arah Vanesa Zhu.
Ling Feng melangkahkan kaki beranjak pergi meninggalkan area pemakaman Ling Jun.
Namun, langkahnya terhenti saat melihat Yun Shui dan kedua putrinya di kejauhan, “Bagaimana bisa mereka terlihat begitu akrab?”
Ling Feng melihat Zou Chen berdiri di samping Yun Shui bersama dengan Jenni, dan dia melihat mereka begitu akrab.
Melangkahkan kakinya setengah berlari Ling Feng secepatnya pergi ke tempat Yun Shui dan yang lainnya, tapi belum juga dia sampai ke tempat mereka, dia kembali menghentikan langkah kakinya karena orang yang ingin dia temui lebih dulu masuk kedalam mobil dan pergi menjauh, “Kenapa aku baru menyadarinya? Wajah itu, dia terlalu mirip dengan Yun Shui, dan lagi nama mereka sangat mirip. Apa mungkin mereka orang yang sama?”
Ling Feng merasa Zou Chen adalah Ling Chen, putranya.
“Kalau yang aku rasakan benar, dengan kembali mencantumkan namanya kedalam keluarga Ling, mungkin masih ada harapan untukku menyelamatkan Ling Company,” ujarnya.
“Akan tetapi, apa mungkin dia mau memaafkan aku?” gumamnya sembari menatap mobil Yun Shui yang semakin menjauh.
“Ayah, ada apa denganmu?” Ling Qian tiba-tiba muncul dan sedikit membuatnya terkejut.
“Tidak ada apa-apa, lebih baik sekarang kita pergi ke kantor dan jual apa saja yang bisa kita jual!” kata Ling Feng lalu melangkah pergi meninggalkan Ling Jun.
“Dasar orang tua aneh! Kalau saja kunci harta keluarga Ling sudah berada di tanganku, dengan senang hati aku akan membunuhnya!” ujarnya.
°°°
Markas organisasi Black Wolf.
__ADS_1
“Bagaimana bisa kita kecolongan sampai tidak sadar kalau tuan Danial sudah mati, dan kita tidak tau siapa yang membunuhnya?”
“Sial, karena terlalu fokus menyerang Mansion, kita benar-benar melupakan keamanan tuan Danial.”
“Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang? Tanpa tuan Danial, tidak ada sosok yang pantas menjadi pemimpin kita.”
“Apa maksudmu dengan tidak ada sosok yang mampu menggantikan kita? Bagaimana kalau aku yang menggantikan posisi Tuan Danial?” ujar Jackson Tang, adi sekaligus tangan kanan Danial Tang semasa hidupnya.
“Kau masih terlalu muda untuk menjadi pemimpin kami. Daripada dipimpin orang sepertimu, lebih baik aku bergabung dengan organisasi Black Mamba!” ungkap salah satu anggota Black Wolf yang sudah bergabung sejak Danial Tang baru membentuk organisasi Black Wolf.
“Aku akan ikut denganmu! Bagiku Black Wolf sudah berakhir bersama kematian Tuan Danial Tang.” Semakin banyak anggota Black Wolf yang memilih menerima tawaran Zou Gao yang dengan senang hati menyambut kedatangan mereka di Black Mamba.
Sebenarnya mereka akan melalui seleksi ketat sebelum benar-benar diakui sebagai keluarga besar Black Wolf.
“Kalian yang ingin bergabung dengan Black Mamba bisa pergi dari tempat ini!” kata Jackson Tang, yakin masih banyak orang yang setia pada Black Wolf di bawah kepemimpinannya.
Lebih dari setengah anggota Black Wolf memilih menerima tawaran Zou Gao, dan hanya menyisakan anggota baru yang sejak awal masuk Black Wolf karena mengikuti Jackson Tang.
“Bagaimana bisa mereka memilih berkhianat daripada tunduk di bawah kepemimpinanku? Tunggu saja, aku akan menghancurkan Black Mamba dan membuat kalian menyesal!” katanya dingin matanya menatap tajam orang-orang yang pergi meninggalkan markas Black Wolf.
°°°
Zou Chen menghela nafas panjang, melihat kerusakan Mansion nya, “Untuk sementara waktu, lebih baik aku membawa semua orang tinggal di markas besar Black Mamba, setidaknya tempat itu jauh lebih tenang dari tempat ini!”
Dia dan lainnya tidak mungkin tinggal di rumah Jenni kalau tidak sedang hari libur karena rumah itu sangat jauh dari sekolah kedelapan adiknya.
“Paman, setidaknya butuh berapa hari untuk memperbaiki semua, dan meningkatkan keamanan Mansion?” tanya Zou Chen pada Zou Gao yang berada di sebelahnya.
“Melihat dari kerusakan, dan pemasangan perangkat keamanan baru. Setidaknya dibutuhkan waktu sepuluh hari untuk menyelesaikan semuanya, itu juga kalau tidak ada kendala selama proses sedang berjalan,” ujar Zou Gao yang sudah menghitung semuanya secara rinci.
“Itu terlalu lama, apa Paman tidak bisa menambah jumlah pekerja supaya semua lebih cepat terselesaikan?” tanya Zou Chen berharap semua selesai sebelum hari pernikahannya.
“Kalau itu keinginan Tuan Muda, saya akan mengusahakan semua selesai sebelum digelarnya pesta pernikahan Tuan Muda,” balas Zou Gao yang akan melakukan apapun untuk menyenangkan tuan mudanya.
Zou Chen menganggukkan kepalanya puas mendengar balasan Zou Gao.
“Paman, aku ingin memberitahu untuk beberapa hari ke depan, aku dan yang lainnya akan tinggal di markas utama sampai perbaikan Mansion ini selesai!” ujar Zou Chen.
__ADS_1
“Baik Tuan Muda, saya akan menyiapkan semuanya!” ujar Zou Gao lalu dia undur diri meninggalkan Zou Chen yang masih melihat-lihat pekerja yang memperbaiki Mansion miliknya.
Tiba-tiba ponsel di sakunya berdering, “Ling Feng, untuk apa dia menghubungiku!”
“Ada apa Tuan Ling Feng menghubungiku di hari yang cerah ini?” Zou Chen menyapa Ling Feng setelah menggeser layar ponselnya.
“Aku sudah tahu semuanya, kamu bukanlah Zou Chen, melainkan Ling Chen putraku!” Bukan jawaban yang Zou Chen dapat, melainkan perkataan Ling Feng yang telah mengungkap identitas aslinya.
“Maaf, aku bukan Ling Chen putra Anda, aku Zou Chen, Tuan Muda keluarga Zou,” sanggah Zou Chen yang sebenarnya tidak masalah kalau Ling Feng mengetahui identitas aslinya.
“Kamu tidak perlu menutupinya lagi! Aku sudah tahu semuanya, termasuk dimana kamu melakukan operasi transplantasi mata.”
“Ternyata Anda cukup cepat mengetahuinya, padahal aku ingin mengungkap semua di hari pernikahanku,” ujar Zou Chen yang tidak lagi menyanggah kalau dirinya adalah Ling Chen.
“Nak, maafkan Ayah yang telah melakukan kesalahan besar dengan membiarkanmu tumbuh besar jauh dari kasih sayang keluarga.”
Zou Chen tersenyum mendengarnya, “Aku sudah lama memaafkan Anda, akan tetapi Anda terlalu lama meminta maaf, dan itu membuat aku lupa siapa Anda sebenarnya dalam kehidupanku!” ujar Zou Chen.
“Ayah benar-benar minta maaf, walau Ayah tau sulit bagimu untuk memberikan maaf.”
Dari suara yang di dengar Zou Chen, dia tau Ling Feng tulus meminta maaf, tapi tentu tidak semudah itu memberikan maaf pada orang yang sudah membuangnya.
“Lupakan saja kalau ada hubungan Ayah dan anak diantara kita,” balas Zou Chen yang langsung mematikan ponselnya.
Zou Chen menghela nafas, lalu dia bergumam, “Seandainya kamu meminta maaf saat aku belum menjadi apa-apa dan keluarga Ling masih di atas, kata maaf tentunya mudah terucap dari mulutku. Akan tetapi sekarang kondisinya terbalik, dan maaf saja kata maaf itu sudah lama menghilang, walau aku tidak menyimpan dendam.”
Dia segera masuk kedalam Mansion, berjalan menuju ruang keluarga tempat orang-orang yang dia cintai sedang berkumpul, Zou Chen sudah sangat senang dengan memiliki mereka di sisinya.
Zou Chen duduk di sebelah Jenni, dan tangan kanannya dia lingkarkan ke pinggang Jenni dari belakang.
Kedua sisi bibir Zou Chen terangkat membentuk senyuman, saat dia melihat canda tawa Jenni dan yang lainnya. ‘Tanpanya, aku sudah bahagia dapat berkumpul bersama semua orang yang aku cintai’ ujarnya dalam hati.
°°°
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1