Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Mendapat Kepercayaan


__ADS_3

“Benar-benar bodoh, beraninya dia menyinggung keluarga Ling, apa dia tidak takut banyaknya masalah yang akan menimpa keluarganya setelah ini.”


“Mentang-mentang ada nona Ling yang membelanya, dia berani menyinggung seorang Ling Qian yang tentu lebih berkuasa dari nona Ling, yang masih sangat muda.”


Orang-orang di kantin masih saja membicarakan perdebatan yang baru terjadi antara Zou Chen dan Ling Qian, dan mereka sepakat kalau Zou Chen adalah orang bodoh yang akan segera hancur. Keluarga Ling tentunya tidak akan membiarkan orang yang berani bersinggungan dengan anggota keluarga mereka.


Walau ada Ling Meilin di sisi Zou Chen, bagi mereka itu tidak akan merubah apapun, dan hasilnya tetap saja dia akan hancur oleh kekuatan keluarga Ling.


Semua orang semakin menjaga jarak dari Zou Chen dan teman-temannya.


Mereka tidak ingin terseret dalam masalahnya, kalau sampai terlihat memiliki hubungan sekecil apapun dengannya. Akan tetapi, disaat semua orang menganggapnya bodoh dan akan segera hancur, Zou Chen justru menikmati waktu makan bersama teman-temannya, seolah tidak pernah terjadi apa-apa antara dirinya dan Ling Qian.


°°°


Hari sudah petang saat Zou Chen turun dari bus di halte terdekat dari Mansion nya. Baru juga beberapa langkah meninggalkan halte bus, di saat keadaan benar-benar sepi, empat orang berpakaian serba hitam muncul di depannya, dan langsung mengarahkan tinju kearah wajahnya.


Sejak belum dapat melihat Zou Chen sudah berlatih beladiri, bahkan dia dapat bertarung secara normal hanya dengan mendengar suara kecil yang terdengar dari gerakan lawannya. Jadi saat ada serangan mendadak dari arah depan, dia dapat menghindar dengan mudahnya.


Bukan hanya menghindar, dia bahkan berhasil melayangkan tendangan pada orang yang melayangkan tinju kearah wajahnya.


Satu orang langsung tumbang, karena tendangan Zou Chen tepat mengenai bagian kepalanya. Tiga orang yang tersisa segera waspada, setelah tahu lawan mereka memiliki keahlian bertarung.


Ketiganya menyebar, lalu menyerang dari tiga arah dengan menyapukan tendangan kearah badan Zou Chen. Bukannya mengenai titik yang mereka incar, ketiganya justru menendang angin karena lawan mereka dengan cepat berkelit, dan menghindar.


Gerakan Zou Chen sangat cepat. Setelah menghindari serangan ketiganya, dia berhasil memposisikan dirinya di belakang salah satu dari tiga orang penyerang, dan berhasil melumpuhkan orang itu setelah memukul bagian punggungnya.


Dua orang tumbang, menyisakan dua orang yang sudah mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya. Sambil memainkan pisau lipat di tangan, keduanya merangsek maju menyerang Zou Chen yang tidak kesulitan menghindari serangan mereka.


Sudah hampir lima menit mereka menyerang Zou Chen, tapi tak sekalipun serangan mereka mengenainya, bahkan pisau lipat mereka benar-benar tidak berguna saat berhadapan dengan orang seperti Zou Chen. Selain cepat, dia juga memiliki reflek yang baik.

__ADS_1


Saat serangan keduanya mengendor karena ketahanan fisik mereka yang buruk, kini giliran Zou Chen melakukan serangan balik. Hanya dengan melakukan tiga gerakan, melompat, meninju dan menendang, dia berhasil menumbangkan dua lawan terakhirnya.


Zou Chen merapikan pakaiannya, lalu melirik mobil mewah di kejauhan, yang seseorang di dalamnya terus mengamati pertarungannya. ‘Ling Qian kah? Sepertinya dia akan menjadi orang pertama di keluarga Ling yang akan aku buat menyesal karena berani berurusan denganku’ katanya dalam hati.


Zhang Yu pergi dari tempat itu, dan melangkahkan kakinya memasuki gang sempit yang tidak muat dimasukin mobil. Dia bermaksud memasuki Mansion dari gerbang belakang, karena dia tidak ingin Ling Qian tahu dimana tempat tinggalnya.


Dengan langkah santai dia menyusuri jalan, dan tak butuh waktu lama dia sampai di gerbang belakang Mansion yang jarang dibuka, tetapi ada dua penjaga yang berjaga di tempat itu.


“Buka gerbang!” teriak Zou Chen yang sudah berada di depan gerbang belakang.


Seorang penjaga mengintip dari celah sempit. Melihat sosok Tuan mereka berada di balik gerbang, dia segera membuka gerbang, dan mempersilahkan Zou Chen masuk.


Zou Chen telah berada di dalam Mansion, dan langsung saja dia menuju kamar untuk mandi serta mengganti pakaiannya yang sedikit bau keringat.


Baru juga membuka pintu kamar, dia sudah disambut pemandangan Jenni yang baru keluar dari kamar mandi, yang tubuhnya hanya berbalut handuk.


“Apa kamu sengaja menggodaku?” ujar Zou Chen yang langsung memeluk pinggang Jenni dari belakang, dan merasakan miliknya sedang bersentuhan dengan bagian belakang Jenni yang cukup berisi.


“Apa yang itu masih sakit?” Suara lembut Zou Chen berbisik di dekat telinga Jenni.


Tubuh Jenni bergetar saat mendengar suara dan hembusan nafas Zou Chen yang menerpa bagian daun telinga, dan sebagian leher jenjangnya.


Dengan penuh kesadaran Jenni membalikkan badan, dan sekarang dia berhadap-hadapan dengan Zou Chen. Di waktu yang bersamaan, karena gerakan cepatnya, handuk yang dia gunakan terjatuh, dan menunjukkan tubuh polos tanpa penutup.


Jenni tidak berusaha menutupi tubuh polosnya, saat Zou Chen menatap tubuhnya dari atas, dan berhenti di miliknya yang baru dia bersihkan.


Melihat Jenni yang tidak berusaha menutupi tubuhnya, Zou Chen tahu kalau wanitanya sudah memberinya kepercayaan, dan dia bebas melakukan apapun pada tubuhnya.


“Jangan berharap aku akan berhenti setelah melakukannya!” Zou Chen dengan cepat membuang tasnya, dan mulai melucuti seluruh pakaiannya.

__ADS_1


Dengan tubuh polosnya, Zou Chen menggendong Jenni selayaknya tuan putri, dan dengan lembut meletakkannya di atas tempat tidur, “Aku akan melakukannya,” kata Zou Chen, lalu dia mulai menyentuh titik sensitif di tubuh Jenni.


“A ... aku tidak tau kamu belajar dari mana, tapi sentuhan tanganmu berada di titik yang tepat,” Jenni memejamkan mata, menikmati apa yang dilakukan Zou Chen.


Merasa cukup dengan pemanasan, Zou Chen menyatukan miliknya dengan milik Jenni, dan kembali hawa dingin di kamar itu berubah menjadi hangat dan semakin panas.


Keringat mulai membasahi tubuh keduanya, dan suara yang dihasilkan dari aktivitas keduanya menambah panas suasana kamar yang mereka tempati.


Satu jam berlalu, Zou Chen menjatuhkan tubuhnya di samping tubuh Jenni. Nafasnya memburu, begitu juga dengan Jenni, tapi terlihat senyum kepuasan di wajah keduanya.


Zou Chen dan Jenni masih sama-sama memejamkan mata dan mengatur nafas mereka saat suara Zou Gao terdengar dari arah luar kamar mereka.


“Tuan Muda, Nona Jenni, makan malam sudah siap.” Zou Gao hanya mengatakan itu sekali, dan setelahnya dia pergi.


Zou Chen membuka matanya, lalu menatap Jenni yang diwaktu yang sama juga sedang menatap kearahnya.


“Lebih baik kamu mandi lagi, dan kita akan melakukan bersama-sama,” ujar Zou Chen bangkit dari tempat tidur, dan dengan penuh kasih sayang dia menggendong Jenni menuju kamar mandi.


Di kamar mandi mereka hanya saling membersihkan tubuh, dan tidak melakukan kegiatan lainnya.


“Sebaiknya kita segera turun, dan ikut makan malam bersama yang lainnya,” kata Zou Chen setelah dia dan Jenni selesai berpakaian.


“Aku merasa ada yang mengganjal saat aku berjalan,” ujar Jenni dengan wajah memerah.


Zou Chen tersenyum mendengar itu, dan tanpa bertanya dia langsung saja menggendong Jenni, dan keluar dari kamar tanpa menghiraukan Jenni yang terus memberontak di gendongannya.


Dengan erat kedua tangan Zou Chen memegang tubuh Jenni saat menuruni tangga, dan kedatangan keduanya disambut senyum semua orang yang menanti mereka di ruang makan.


°°°

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2