Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Undangan Keluarga Ling


__ADS_3

Ling Qian tiba di kediaman utama keluarga Ling setelah meninggalkan kantor Ling Company. Terlihat keberadaan beberapa penjaga yang langsung menyambut kedatangannya.


“Tuan Muda,” panggil pria yang menjabat kepala keamanan kediaman keluarga Ling, sambil melangkah cepat menghampiri Ling Qian.


Pria itu menundukkan kepalanya, lalu mengatakan sesuatu pada Ling Qian.


“Tuan Muda, ada Tuan Muda Li Xian yang sudah menunggu kedatangan Anda,” ujarnya.


Ling Qian mengerutkan keningnya, karena dia tidak merasa tidak membuat janji dengan Li Xian, dan saat dia dia juga sedang sibuk mempersiapkan acara makan malam bersama para petinggi Zou Company.


“Bawa orang itu menuju ruang kerjaku!” kata Ling Qian, yang langsung saja pergi masuk kedalam kediaman keluarganya melewati pintu samping.


Mendengar perkataan tuan mudanya, kepala keamanan segera menemui Li Xian, dan mengantarkan orang itu ke ruang kerja Ling Qian.


“Masuk!” seru Ling Qian dari dalam ruangannya, saat mendengar suara ketukan pintu.


Li Xian langsung saja masuk, “Apa kamu sesibuk itu sampai tidak ada waktu menyapaku?” tanyanya pada Ling Qian.


Ling Qian menyunggingkan senyuman tipis, tanpa melihat kearah Li Xian.


“Aku sedang melakukan tugas penting yang akan mempengaruhi masa depan Ling Company, sangat sedikit waktu bersantai yang aku miliki. Jadi, beri aku pengertian kalau tidak sempat menyapamu!” balas Ling Qian yang akhirnya mau menatap sosok Li Xian.


Terlihat Li Xian menggelengkan kepalanya, dan tanpa meminta izin dia duduk di sofa ruang kerja Ling Qian.


“Apa kamu membutuhkan bantuan dariku?” tanya Li Xian, menawarkan bantuan.


Ling Qian segera teringat kalau Li Xian adalah juara kompetisi memasak tingkat dunia, yang belum lama ini diadakan di kota New York. “Keluargaku akan mengadakan makan malam dengan petinggi Zou Company, tapi aku belum tahu harus menyajikan makanan seperti apa untuk mereka,” ujarnya.


“Aku tahu apa yang kamu mau. Katakan saja padaku kapan acara makan malam itu, supaya aku bisa memasakkan makanan terbaik untuk tamu keluargamu!” balas Li Xian tersenyum lebar.


Ling Qian ikut tersenyum setelah mendengar jawaban Li Xian, lalu dia berkata, “Makan malam akan diadakan besok. Katakan saja apa yang kamu butuhkan untuk menghasilkan makanan yang sempurna!” pintanya pada Li Xian.

__ADS_1


Li Xian sejenak diam memikirkan apa yang ingin dia sajikan untuk acara penting di keluarga Ling. Tak lama berpikir, dia sudah mendapatkan gambaran apa saja yang akan disajikan nya.


Lama Ling Qian menunggu balasan Li Xian yang terlihat masih berkutat dengan pikirannya, penantiannya baru berakhir saat dia melihat senyuman mengembang di wajah Li Xian. “Kamu tidak perlu melakukan apa-apa, cukup sediakan dapur dan juru masak yang bisa memberiku sedikit bantuan. Untuk semua bahan, biar aku sendiri yang menyiapkannya.”


Ling Qian tersenyum, dari awal dia sudah tau kalau Li Xian tidak akan menerima bantuan siapapun saat memilih bahan makanan, “Kamu tidak pernah berubah, dari dulu tetap tidak mau menyerahkan pamulihan bahan masakan pada orang lain.”


Li Xian hanya menunjukkan senyumannya saat mendengar itu.


Setelahnya, kedua orang itu melanjutkan pembicaraan, yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.


°°°


Zou Chen dan Jenni baru saja sampai di Mansion, tapi mobil yang mereka naikin tertahan di luar gerbang, karena ada sebuah mobil sport yang terparkir tepat di depan gerbang Mansion.


Zou Chen memicingkan matanya melihat orang yang baru keluar dari mobil sport.


“Apa lagi yang diinginkan orang ini?” Zou Chen dengan ketenangannya keluar dari mobil, menghampiri orang yang berdiri tepat di depan mobilnya.


“Tidak bisakah kamu membiarkan Jenni menjadi milikku? Dia adalah milikku, tanpanya lebih baik aku mati!” katanya.


Ling Jun mencoba melukai dirinya sendiri, dia sudah tidak tahu harus melakukan apa, semuanya usahanya gagal, dan dia sudah putus asa membuat Jenni menerima dirinya.


Belum sempat Ling Jun melukai dirinya, Xavi datang dan langsung menendang pisau lipat di tangan Ling Jun.


“Jangan mengotori tempat ini dengan darah kotormu! Kalau ingin mati, kau bisa mencari tempat lain!” Xavi menyeret tubuh Ling Jun, lalu melemparkannya masuk kedalam mobil.


Dengan kekuatannya, dia mendorong mobil Ling Jun, menjauhi gerbang Mansion.


“Jangan kembali ke tempat ini, kecuali kamu ingin merasakan siksaan tiada akhir!”


Ling Jun segera memacu mobilnya pergi meninggalkan Mansion Zou Chen, begitu mendengar ancaman Xavi.

__ADS_1


“Maaf Tuan dan Nona, ada sedikit pengacau yang mengganggu perjalanan kalian,” kata Xavi, mempersilahkan Zou Chen masuk kedalam halaman Mansion.


“Sayang lihatlah, banyak sekali pria yang menginginkanmu! Hanya pernikahan jalan terakhir yang bisa membuat mereka sadar kalau kamu sudah menjadi milikku!”


Kedua mata Jenni memandang Zou Chen, senyuman terlihat di wajahnya saat melihat ekspresi yang di tunjukkan pria yang dia cintai. Dia dengan gemas mencubit hidung Zou Chen, dan sedikit menariknya.


Zou Chen cemberut mendapatkan perlakuan seperti itu dari Jenni, tapi ekspresi cemberut nya seketika menghilang, saat tiba-tiba Jenni memberikan kecupan secara di pipinya.


“Setelah semua persyaratan terpenuhi, kita pasti menikah. Akan tetapi, sekali pun saat ini kita belum terikat sebuah ikatan pernikahan, aku pastikan tidak akan ada yang membuatku berpaling darimu.”


Jenni mengatakan itu dengan suara lembut di dekat wajahnya, bahkan hembusan nafas Jenni dapat di rasakan olehnya. “I love you, my love.”


Jenni dengan tulus mengatakan itu, dia benar-benar tidak membutuhkan pria lain, “Aku sudah memilikimu. Jadi, untuk apa aku menginginkan pria lain yang tak sebanding denganmu?” ujarnya, sembari mendaratkan ciuman ke bibir Zou Chen.


Perasaan hangat segera menghampiri keduanya, saat kedua bibir mereka saling bertautan. Suara lenguhan pelan keluar dari mulut keduanya, saat sebuah ciuman menaikkan gairah keduanya.


Keduanya tersenyum dengan wajah memerah, saat ciuman mereka berakhir. Terlihat keringat membasahi kedua kening mereka, padahal AC mobil terasa dingin. Dengan wajah masih memerah, Zou Chen memberikan kecupan singkat ke kening Jenni, sebelum keluar dari mobil.


Keluar dari mobil, Jenni langsung pergi ke tempat para adiknya, sedangkan Zou Chen menghampiri Zou Gao yang menunggu kedatangannya, dengan sebuah kertas terpegang di tangannya.


“Tuan, Keluarga Ling mengundang petinggi Zou Company untuk datang ke acara makan malam di kediaman utama mereka, dan mereka juga memberi undangan pribadi yang ditujukan khusus pada Tuan” Zou Gao menyerahkan kertas berwarna merah di tangannya.


“Biarkan Nathan, Lee Zhou dan Bella datang mewakili Zou Company. Sementara aku, Jenni dan si kembar akan datang memenuhi undangan pribadi mereka.” Zou Chen membaca sekilas undangan yang dikirim keluarga Ling, kemudian membuangnya ke tempat sampah di dekatnya.


‘Malam yang tepat untuk memulai rencana kehancuran keluarga mereka!’ ujarnya dalam hati.


°°°


Bersambung...


Jangan lupa, like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2