Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Akhir Bahagia


__ADS_3

...Jangan lupa like nya, terimakasih... ...


...°°°...


Satu minggu setelah kembali dari bulan madun, Zou Chen mendapatkan kabar baik, tentang kehamilan Jenni, istrinya. Tentunya dia sangat bahagia dengan kabar itu, bukan hanya dia, tapi semua orang berbahagia mendengar kabar kehamilan Jenni.


Bagi Zou Chen ini adalah kebahagiaan terbesar selama hidupnya, selain keberhasilannya menjadi suami dari wanita yang begitu dia cintai.


Sedangkan Jenni, sekarang dia benar-benar merasa telah menjadi wanita yang mendekati kesempurnaan dengan adanya calon bayi di dalam rahimnya, begitu bayi itu lahir dengan selamat, saat itu lah dia akan merasa telah menjadi wanita sempurna.


Zou Chen menjadi jauh perhatian dari sebelumnya setelah mengetahui kehamilan istrinya, dia bahkan menegaskan akan selalu menemani istrinya pergi ke dokter kandungan, dan tidak membiarkan ada yang menghalanginya untuk melakukan itu.


“Sayang, dengerin aku! Mulai sekarang kamu jangan melakukan aktivitas berat! Jaga pola makan dan sebisa mungkin jangan sampai kelelahan! Nanti satu minggu sekali aku akan menemanimu pergi ke dokter kandungan, untuk memeriksa keadaan calon bayi kita, dan juga untuk memeriksakan keadaan kamu. Aku ingin Ibu dan bayinya selalu dalam keadaan baik-baik saja!” Zou Chen mencium kening Jenni.


“Sayang, kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkan aku! Tadi dokter juga mengatakan kalau aku dalam keadaan baik-baik saja, dan kandunganku juga kuat.” Jenni mengingatkan perkataan dokter saat tadi dia dan suaminya pergi memeriksakan kandungannya untuk pertama kalinya.


Zou Chen menatap lembut wajah istrinya, “Aku cuma tidak ingin terjadi sesuatu yang membahayakan keadaan kalian!” ungkapnya dengan senyum terlihat di wajahnya, membuat teduh Jenni yang senantiasa terpesona pada keindahan senyuman suaminya.


“Baiklah sayang, aku akan menuruti semua keinginanmu tanpa terkecuali!” balas Jenni sembari sedikit berjinjit lalu dia mendaratkan kecupan hangat ke bibir Zou Chen.


“Kenapa kalian selalu bermesraan di tempat yang dapat dilihat banyak orang? Apa kalian sengaja ingin membuat kami yang belum resmi ini iri?” Ling Jia yang baru saja sampai di taman bersama Nathan, langsung disambut kemesraan Zou Chen dan Jenni yang membuat mereka ingin segera melangsungkan pernikahan.


Mendengar pertanyaan kakaknya, Zou Chen tersenyum lalu berkata, “Mangkanya kalian itu buru-buru Nikah, jangan kelamaan pacaran! Lagian hidup setelah menikah jauh lebih menyenangkan dibandingkan saat hanya menjadi sepasang kekasih!”


“Aku sih cuma nurut dengan kemauan pria ini, tapi kalau dia terlalu lama mengambil keputusan, mungkin aku akan membuka pintu untuk pria lain yang langsung ingin menikahiku!” Ling Jia menoleh, melihat Nathan yang gelagapan mendengar perkataannya.


“Aku akan segera menikahimu.” Nathan mengambil keputusan cepat, karena dia tidak ingin kehilangan wanita yang dia cintai.


“Segera saja bicarakan itu pada Ayah dan Ibu, dan secepatnya tentukan tanggal baik untuk pernikahan kalian. Lalu khusus untukmu!” Zou Chen menatap Nathan, “Jangan sampai membuat kecewa kakakku kalau masih ingin menikmati keindahan dunia ini!” ujarnya tegas.


“Kalau begitu, sekarang juga aku akan membicarakan semua itu dengan Ayah dan Ibu! Kau ikut denganku, dan katakan pada kedua orangtuaku kalau kamu ingin menjadi suamiku!” Ling Jia menyeret Nathan pergi bersamanya, menemui Ling Feng dan Yun Shui yang berada di ruang keluarga bersama putra dan putri baru mereka.

__ADS_1


“Sepertinya kak Jia sudah tidak sabar menikah! Mungkin dia juga ingin melakukan bulan madu seperti yang kita lakukan.” Zou Chen dan Jenni lalu duduk di bangku taman, dengan si wanita duduk di atas pangkuan si pria.


“Kak Jia sudah terlalu sering mendengar suara yang kita buat setiap malamnya di dalam kamar. Selain cinta, aku rasa itu alasan lain yang membuat kak Jia ingin secepatnya menikah dengan kak Nathan.” Walau tidak sepenuhnya salah, apa yang dikatakan Jenni ada benarnya, tapi alasan utama Ling Jia ingin segera menikah, karena dia ingin cepat melupakan perasaan yang salah pada Zou Chen.


Zou Chen hanya mengangguk mendengar perkataan istrinya, karena dia sendiri tahu seberapa berisik Jenni saat sedang memburu kenikmatan bersamanya.


°°°


Hari-hari berlalu begitu juga dengan bulan, tanpa terasa usia kandungan Jenni sudah lebih dari sembilan bulan, dan akhirnya tiba hari dimana dia harus berjuang melahirkan anak pertamanya.


Akhirnya setelah perjuangan berat yang membuat Zou Chen bahkan meneteskan air mata, Jenni melahirkan anak pertamanya secara normal tanpa harus melakukan operasi, dan yang terpenting dia dan anaknya saat ini dalam keadaan baik-baik saja.


Hati suami mana yang tidak senang saat melihat istri dan anaknya dalam keadaan baik-baik saja, setelah perjuangan berat yang dapat membahayakan nyawa keduanya.


Satu jam berlalu, Jenni sudah dipindahkan ke ruang perawatan, sedang memberikan asi ekslusif untuk putra kecilnya, di hadapan suami yang tak sekalipun menghilangkan senyuman di wajahnya.


Jenni yang melihat senyum suaminya, dia membalas senyumannya, tapi itu tak lama, karena dia kembali memberikan perhatiannya untuk si kecil.


Setelahnya, dengan gerakan perlahan dia duduk di sebelahnya, ikut menyentuh wajah putranya.


“Terimakasih telah berjuang untuk putra kita, dan sekarang giliranku berjuang memberi kebahagiaan untuk kalian,” ungkapnya, yang senantiasa ingin memberi kebahagiaan untuk keluarga kecilnya.


°°°


Genap satu minggu usia Ling Xiao Zou, calon pewaris dua keluarga besar yang memiliki sejarah panjang sebagai penguasa di Kota Beijing.


“Aku tidak menyangka dua keluarga besar menyetujui putra kita menjadi Tuan Muda mereka,” kata Zou Chen yang sedang berduaan dengan Jenni sementara putra mereka sedang berada dalam gendongan neneknya.


Dalam beberapa bulan ini Ling Company kembali di bangkitkan berkat suntikan dana yang diberikan Zou Company, dan Ling Qian ditunjuk Zou Chen sebagai orang yang bertanggung jawab mengurus Ling Company.


Ling Qian sendiri mendapatkan ganti matanya yang telah rusak dari Vanesa Zhu, yang pada akhirnya dijatuhi hukuman mati untuk mempertanggungjawabkan semua kesalahannya.

__ADS_1


Dengan berada di bawah pengawasan ketat si kembar, Ling Qian telah berubah menjadi pribadi yang baik, dan kesetiaannya pada Zou Chen tak perlu diragukan.


Sore hari mansion Zou Chen semakin ramai dengan kedatangan teman-temannya yang para wanitanya juga sedang menggendong bayi seumuran dengan Ling Xiao Zou.


Lin Hua dan Hans datang bersama dua putri kembar mereka, sementara Jerry dan Airin datang bersama putra kecil mereka yang wajahnya imutnya menurun dari ibunya.


Semua orang berkumpul di mansion Zou Chen bersama pasangan mereka, termasuk James dengan wanita yang akan segera dia nikahi, dan ada juga Ling Qian yang kali ini datang ke mansion bersama wanita yang beberapa hari yang lalu resmi menjadi istrinya.


Suara tawa menunjukkan semua orang sangat berbahagia dengan kehidupan mereka, sekalipun ada air mata, itu adalah air mata kebahagiaan.


Semua orang masih berkumpul di dalam mansion saat Zou Chen dan Jenni pergi ke taman, bersama Ling Xiao Zou yang berada di gendongan ibunya.


“Aku merasa hidup ini sudah sangat lengkap dengan kehadiran kalian, kamu dan putra kecil kita.”


Jenni pun tersenyum mendengarnya, lalu dia meminta Zou Chen duduk di sebelahnya yang sudah lebih dulu mendaratkan pantatnya di atas bangku taman.


“Aku sangat beruntung karena dari awal sudah jatuh cinta pada pria yang tepat. Aku tidak bisa membayangkan nasibku kalau tidak dipertemukan kembali denganmu. Mungkin, saat ini aku sudah jauh lebih buruk dari hanya sekedar menjadi wanita penghibur.” Jenni meneteskan air mata teringat kehidupannya sebelum dipertemukan kembali dengan Zou Chen.


“Jangan memikirkan apa yang sudah berlalu, yang jelas sekarang di sini ada aku yang akan selalu menjagamu, dan ada putra kita yang selalu ingin melihat senyum di wajah ibunya.” Lembut Zou Chen menghapus air mata Jenni dengan jari tangannya.


Jenni mengangguk dan kembali menunjukkan senyumnya mendengar perkataan Zou Cen, “Sayang, cium aku di sini!” Jenni menunjuk bibirnya.


Zou Chen tersenyum mendengar permintaan istrinya, “Apapun akan aku lakukan untuk membuat kalian bahagia,” ucapnya sebelum dia mencium bibir lembut istrinya.


...°°°...


...-TAMAT-...


...Maaf kalau akhir cerita ini tidak sesuai dengan harapan teman-teman sekalian....


...Akhir kata di Novel ini, author mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan teman-teman sekalian,...

__ADS_1


...Sampai jumpa di karya selanjutnya yang pastinya jauh lebih menarik dari novel ini......


__ADS_2