
Meninggalkan Jenni dan yang lainnya di rumah sakit dengan penjagaan berlapis, mobil Zou Chen yang dikemudikan Zou Yao menerobos kemacetan jalanan Kota Beijing, dan kurang dari satu mobil itu sudah sampai di area parkir belakang Mansion yang dijadikan markas besar Black Mamba dan Black Rose.
Keluar dari mobil, Zou Chen melangkahkan kakinya menuju penjara, yang menjadi satu dengan ruangan tempat anggota Black Mamba menyiksa musuh mereka.
Masuk kedalam ruang penjara, Zou Chen melihat Ling Qian yang membuka lebar kedua matanyat melihat kearahnya.
Akan tetapi Zou Chen mengabaikan tatapan Ling Qian, dia memilih mengambil kursi, lalu dia menaruh kursi itu di depan Ling Qian yang tubuh serta kakinya terikat ke sebuah kursi.
Zou Chenduduk di kursi yang baru dia telakkan, dan hanya sebuah meja kecil yang menjadi pembatas antara dirinya dengan Ling Qian.
Sejenak Zou Chen mengarahkan tatapan matanya, menatap Ling Qian yang juga sedang menatap kearahnya.
Mengulurkan tangannya, Zou Chen membuka kasar lakban yang membuat Ling Qian tidak dapat bersuara, “Menyabotase mobil Ling Feng, apa kau pikir tidak ada yang melihat perbuatanmu?”
Ling Qian yang ingin mengeluarkan kata-kata makian begitu penutup mulutnya terbuka, seketika itu dia terdian begitu mendengar apa yang dikatakan Zou Chen. Dia tidak menyangka kalau ada yang tau apa yang sudah dia lakukan kepada mobil Ling Feng.
Zou Chen melempar meja di depannya, lalu bangkit berdiri dengan sorot mata tajam menatap Ling Qian yang mulai takut pada sosok Zou Chen.
Menendang dada Ling Qian sampai membuatnya jatuh terkapar, Zou Chen hanya tersenyum melihat Ling Qian mengaduh sakit, “Tuan Muda Ling Qian, atau dulu aku sering memanggilmu kakak Qian, apa yang barusan itu sakit?” tanya Zou Chen menunjukkan senyum di wajahnya.
Dalam keadaan menahan rasa sakit, Ling Qian mencerna apa yang baru dia dengar, dan setelah beberapa waktu berlalu akhirnya dia tahu apa alasan Zou Chen peduli pada Ling Feng.
Tubuh Ling Feng bergetar saat tahu identitas asli Zou Chen yang selama ini tidak dia ketahui, “Ka... Kau si buta?” seru Ling Qian yang belum sepenuhnya percaya kalau Zou Chen adalah Ling Chen, putra Ling Feng yang menderita kebutaan karena ulah ibunya.
Zou Chen hanya mengangguk lalu memutar tubuhnya, berjalan kearah meja yang diatasnya tergeletak berbagai alat yang biasa digunakan untuk menyiksa anggota musuh, yang tertangkap baik oleh Black Mamba ataupun Black Rose.
Kembali Zou Chen berjalan mendekati Ling Qian, sambil memainkan pisau lipat, “Dulu ibumu membuatku buta hanya untuk membuka jalan pada kalian, supaya hanya kalian putra-putranya yang menjadi penerus kelangsungan hidup keluarga Ling.” Zou Chen berjongkok di samping Ling Qian.
“Bagaimana kalau sekarang aku yang membuatmu buta?”
“Tenang saja, aku hanya akan mencongkel kedua matamu, dan aku berjanji tidak akan membunuhmu persis seperti apa yang dilakukan ibumu di masa lalu.”
__ADS_1
Tubuh Ling Qian gemetar ketakutan melihat Zou Chen mendekatkan pisau lipat ke arah matanya, “Ja...Jangan melakukan itu padaku! Aku benar-benar tidak tahu apa yang telah dilakukan ibuku padamu. Aku mohon jangan melakukan itu padaku!” Ling Qian dengan susah payang menelan ludahnya, saat ujung runcing pisau lipat menari-nari di depan kedua matanya.
Zou Chen hanya tersenyum dan terus saja bermain dengan pisau lipatnya.
“Adik Chen, aku mohon jangan melakukan itu! Aku rela melakukan apapun untukmu, asalkan jangan membuatku mengalami kebutaan! Kalau perlu, kamu bisa menyuruhku bersujud dan menjilati sepatumu.”
“Itu masih belum cukup untuk menebus kesalahan yang kamu dan ibumu lakukan padaku. Begini saja, bagaimana kalau kamu membuat buta ibumu sebagai ganti matamu?” ujar Zou Chen yang membuat suasana seketika menjadi hening.
Keduanya saling beradu pandang dengan ekspresi kontras yang nampak di wajah mereka.
Suara tawa lirih Zou Chen memecah keheningan, lalu dia mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan beberapa potongan video di layar ponselnya, “Apa senikmat itu memasukkan milikmu ke tempat yang telah melahirkanmu?” tanya Zou Chen
“Kakak Qian, aku tidak menyangka kalau kamu telah jatuh cinta pada ibumu sendiri, bahkan kalian sudah terlalu sering melakukan hubungan terlarang,” imbuhnya.
“Tidak tahu malu, seorang anak menikmati milik ibunya, bahkan bermain api dengan pria yang selama ini dia panggil ayah! Kakak Qian, orang sepertimu memang pantas pergi dari dunia ini, menyusul kakak Jun yang sudah lebih dulu aku kirim bertemu Dewa Kematian.”
Zou Chen sama sekali tidak mengalihkan pandangannya dari sosok Ling Qian, saat mengatakan semua fakta yang berhasil dia ungkap berkat bantuan orang-orang kepercayaannya, bahkan dia berhasil mengungkap permainan liar Vanesa Zhu bersama empat pengawalnya.
Ling Qian terdiam, mulutnya tertutup rapat, dan dia benar-benar tidak tahu harus melakukan apa karena Zou Chen telah tahu semua tentang kehidupannya.
“Begini saja, Kakak Qian, kamu akan menjalani hukuman saat aku berhasil membawa wanita itu ke tempat ini. Saat itu kamu bebas menentukan, kamu yang buta, atau tanganmu sendiri yang membuat wanita itu buka! Bukannya aku sudah terlalu baik memberi pilihan semudah itu padamu?” ujar Zou Chen terkekeh penuh kepuasan.
Zou Chen memanggil dua anggota Black Mamba untuk melempar Ling Qian kedalam penjara gelap. Penjara yang berbatasan langsung dengan sarang buaya peliharaan Zou Gao.
Mulut Ling Qian kembali tertutup lakban, dan dengan kasar dia beserta kursi tempatnya terikat diseret menuju tempat lembab yang dipenuhi bau amis darah.
Setelah memberi sedikit shock therapy pada Ling Qian, Zou Chen pergi ke ruangannya untuk menilai dari dekat hasil pekerjaan Zou Gao dan Nathan yang dia beri tugas menyentil keluarga Huang.
Di ruang kerjanya, Zou Chen memuji kinerja Zou Gao dan Nathan setelah melihat langsung sentilan halus yang mereka lakukan pada keluarga Huang, dan beberapa keluarga yang berkaitan erat dengan keluarga Huang.
‘Aku yakin hari-hari mereka tidak senyaman biasanya’ ujarnya dalam hati.
__ADS_1
Banyak saluran TV yang mulai memberitakan kemunduran keluarga Huang, di sela berita yang mengangkat kehancuran Ling Company dan semakin berjayanya Zou Company.
Zou Chen menutup laporan di depannya.
Dia menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi sembari memikirkan acara pernikahannya yang tinggal menghitung hari, dia tersenyum bahagia karena pada akhirnya Jenni akan resmi menjadi miliknya.
Mengingat acara pernikahannya, Zou Chen berencana menyelesaikan seluruh masalahnya sebelum datang hari dimana dia cuma ingin bersenang-senang dengan seluruh keluarganya.
Sementara itu, saat matahari masih terik menyinari dunia, di dalam kamar Mansion mewah pinggiran Kota Beijing, Jackson Tang terus memburu kenikmatan bersama wanita yang selama ini menjadi pelampiasan hasrat kakaknya, miliknya yang berukuran besar, tidak kesulitan keluar masuk seirama dengan gerakan wanita yang terus menggerakkan pinggulnya.
Meningkatkan kecepatan gerakannya, Jackson Tang menghentakkan keras miliknya. Menumpahkan semua yang keluar dari miliknya ke dalam milik wanita, yang saat ini terengah-engah dengan peluh keringat yang membasahi seluruh tubuhnya.
“Walau sering dipakai banyak pria untuk memuaskan hasrat mereka, tapi punyamu masih nikmat seperti biasa, dan entah kenapa aku tidak pernah bosan menikmatinya!” ujar Jackson Tang membaringkan tubuhnya di sebelah Vanesa Zhu, wanita yang baru memuaskan hasratnya.
Vanesa menoleh memandang Jackson Tang, pria lainnya yang sering menjadikan tubuhnya sebagai teman memburu kenikmatan.
“Baiklah, mulai sekarang kau bebas menggunakan tubuhku, asalkan kau mau melindungiku dari Ling Feng, yang kemungkinan sudah tahu kalau aku dan putraku lah penyebab dia kecelakaan. Walau Ling Company sudah bangkrut, dan kekuatan dunia bawah mereka juga telah lenyap. Aku percaya dia masih mempunyai kekuatan lain, dan bukan sesuatu yang sulit baginya untuk menemukan keberadaanku.”
Vanesa Zhu selama beberapa jam ini dilanda ketakutan, dan hanya Jackson Tang yang dapat dia harapkan untuk menjaganya.
Pria di sampingnya seketika mendaratkan ciuman di bibirnya, begitu dia selesai berkata, “Asal kamu mau memberikan tubuh kedua putrimu padaku, aku dapat menjamin keselamatanmu! Kalau perlu, aku bisa menghancurkan seluruh kekuatan keluarga Ling, supaya mereka tidak bisa berbuat macam-macam denganmu!” ungkapnya lirih.
“Hah, dua anak itu ikut Yun Shui, dan aku tidak tahu keberadaan mereka, tapi kalau kamu dapat menyingkirkan Ling Feng, aku yakin mereka akan menunjukkan dirinya pada kita,” ujar Vanesa Zhu.
“Kalau begitu, secepatnya aku akan menyingkirkan Ling Feng dan membuat mereka menunjukkan dirinya di hadapan kita,” ujar Jackson Tang dengan tubuh kembali memanas melihat tubuh polos wanita yang masih menggoda untuk dilihat, walau sudah melahirkan dua putra dan seorang putri.
“Aku selalu ingin melakukannya lagi dan lagi, saat bersama denganmu!” Jackson Tang kembali memasukkan miliknya ke dalam milik Vanesa Zhu, dan kembali mereka melakukan pertarungan panas di atas ranjang.
°°°
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...