Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Sistem Keamanan Tingkat Tinggi


__ADS_3

Siang harinya, Zou Chen telah siap berangkat ke universitas tanpa Jenni yang masih enggan bangkit dari tempat tidur. Dia sudah bangun dan juga sudah membersihkan diri, tapi karena masih merasa tidak nyaman dengan miliknya, Jenni memutuskan menghabiskan harinya dengan bermalas-malasan di atas tempat tidur.


Sebuah kecupan lembut diberikan Zou Chen pada Jenni, sebelum dia meninggalkan kamar, membiarkan wanitanya membiasakan diri dengan miliknya yang baru terkoyak oleh kejantanannya.


Baru keluar kamar, Zou Chen melihat kedelapan adiknya yang baru pulang sekolah, dan terlihat mereka senang dengan hari pertama memulai sekolah ditempat yang baru.


Zou Chen bercengkrama sebentar dengan kedelapan adiknya, dia tidak bisa berlama-lama melakukan itu, karena harus pergi ke universitas. Sebelum pergi, tidak lupa dia meminta Zou Gao menyiapkan apa saja yang dibutuhkan Jenni setelah bangun dari tidurnya.


Zou Gao mengangguk, dia berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kenyamanan Jenni.


“Tuan Muda hari ini sangat bersemangat,” gumam Zou Gao setelah Zou Chen meninggalkan Mansion.


Zou Chen berjalan santai menuju halte bus terdekat, tapi langkah kakinya harus terhenti saat mobil mewah berhenti, menutupi jalan yang akan dilaluinya.


Wanita cantik dengan lekuk tubuh ideal keluar dari mobil, menunjukkan senyum manis pada Zou Chen, sebelum dia berjalan mendekatinya.


Zou Chen tahu siapa wanita itu, dan dia benar-benar berharap tidak lagi bertemu dengannya. Akan tetapi harapannya sirna saat wanita itu tiba-tiba muncul dan mengganggu perjalanannya. Wajah dan tubuh wanita itu sangat memanjakan mata, tapi baginya keindahannya tak sebanding dengan keindahan yang hanya dimiliki wanitanya.


“Aku tahu tempat mana yang ingin kamu tuju. Bagaimana kalau aku mengantarkanmu? Kebetulan aku ada urusan di sekitaran tempat itu,” ujar Zhang Yu Xi, wanita yang menghentikan mobilnya di depan Zou Chen.


Zou Chen jenuh dengan kelakuan wanita yang dulu pergi meninggalkan dirinya, bahkan dia menjadi bagian dari orang-orang yang menyetujui kalau dirinya diasingkan.


Belum sempat membalas, satu lagi mobil mewah berhenti di dekat Zou Chen, dan keluarlah pria yang wajahnya tidak asing karena seringnya dia bertemu pria itu.


“Sayang, apa yang kamu lakukan di tempat ini?” tanya Daren Long.


Meninggalkan sosok Zou Chen, Yu Xi berjalan kearah Daren Long, ada kemarahan di matanya saat menatap pria di depannya, dan kejadian selanjutnya pipi kiri Daren Long berubah warna setelah tamparan mendarat mulus di tempat itu.


“Beraninya kau memanggilku sayang, setelah tidur dengan wanita murahan yang kau sewa dari klub malam! Daren Long, aku akan segera mengurus pembatalan pertunangan kita!” kata Yu Xi tegas.


Zou Chen tidak menghiraukan pertengkaran mereka, dan memilih pergi, “Sungguh pemandangan yang memuakkan. Entah kenapa aku ingin pulang dan menghabiskan waktu bersamanya,” gumam Zou Chen yang sampai di halte, bersamaan dengan kedatang sebuah bus.


Sampai di tujuan, Zou Chen keluar dari bus dan berjalan kearah gerbang universitas.

__ADS_1


Namun lagi-lagi ada yang mengganggu perjalanannya, dan kali ini sosok Ling Jun yang sengaja menunggu kedatangannya di gerbang universitas.


“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ikut denganku, dan jangan menolak!” ujar Ling Jun, sembari memberi kode pada dua pengawalnya untuk membuka pintu mobil.


“Maaf, aku tidak bisa ikut, karena aku tidak melihat keuntungan dengan mengikuti keinginanmu, dan lagi aku tidak ada kepentingan denganmu!” balas Zou Chen dengan memberinya tatapan sinis.


Buugh...


Salah satu pengawal Ling Jun mengarahkan tinjunya ke arah Zou Chen, tapi gerakannya terlalu lambat. Dia justru lebih dulu terkena pukulan yang dilakukan Zou Chen.


Awalnya dia tidak ingin terburu-buru berurusan dengan kelurga Ling, tapi karena mereka tidak sabaran dan mulai mengganggu ketenangannya, dengan senang hati rencana kehancuran keluarga Ling akan dipercepat. Kini dia tidak akan segan memberi pelajaran pada Ling Jun.


“Tolong jangan menguji kesabaranku! Kau dan keluarga King sedang melemah, jadi aku harap kau jangan terlalu bertingkah!” ujar Zou Chen, kemudian dia pergi begitu saja meninggalkan Ling Jun yang diam mematung ditempatnya.


Ling Jun menyeka keringat di keningnya, yang terus saja keluar saat dia berhadap-hadapan dengan Zou Chen. Tidak dipungkiri dia takut dengan sorot mata Zou Chen, apalagi setelah melihat kekuatan yang mampu menumbangkan salah satu pengawalnya.


“Aku harus mencari dan mendapatkan identitasnya! Dengan menghancurkan keluarganya, aku yakin dia akan menyerahkan Jenni padaku!” Walau takut, Ling Jun masih kekeuh ingin mengambil Jenni dari sisi Zou Chen.


°°°


“Aku benar-benar tidak menyangka, kalau kalian sudah tinggal dibawah atap yang sama,” ujar Airin, setelah Zou Chen bercerita kalau Jenni dan ketiga adiknya tinggal di tempatnya.


“Jadi, kamu juga sudah tau seperti apa pekerjaan yang sebelumnya dilakukan Jenni?” tanya Lan Hua.


Zou menganggukkan kepalanya. “Aku sudah tau semuanya, termasuk mengetahui siapa orang yang telah menghancurkan keluarganya,” jawabnya.


Hans meneguk habis minumannya, lalu dia berkata, “Kami sudah sering menawarkan bantuan untuknya, tapi dia sangat keras kepala, dan terus menolak bantuan kami. Alasannya cuma satu, dia tidak ingin merepotkan orang lain, dan menyeret kami ke permasalahan hidupnya.”


Zou Chen tersenyum mendengarnya, dan itu memang sifat wanitanya.


Dia melemparkan satu bungkus roti kearah Hans, dan dengan sigap orang itu menangkapnya.


“Sekarang dia sudah aman bersamaku. Tidak ada lagi yang bisa mengganggu dirinya, termasuk keluarga Ling,” ujarnya.

__ADS_1


“Apa kamu benar-benar mencintainya, atau hanya ingin mempermainkan nya?” tanya Airin pada Zou Chen yang berada di sebelahnya.


“Aku sudah mencintai dirinya, jauh sebelum aku dapat melihat keindahan pada dirinya,” jawab Zou Chen yang membuat Airin dan Lan Hua teringat salah satu kisah masa lalu Jenni yang pernah diceritakan pada mereka.


“Apa kamu pria masa kecil Jenni?”


“Pria kecil yang mengalami kebutaan dari lahir, tapi telah berhasil mencuri hatinya. Kalau itu benar kamu, artinya kamu ...!” Lan Hua tiba-tiba, setelah Zou Chen memotong kata-katanya.


“Ya, aku berasal dari keluarga itu, tapi nasib tidak mengizinkan aku menjadi bagian dari mereka, sampai akhirnya aku terasingkan, dan memulai hidup baru dengan nama baru,” ungkap Zou Chen sembari menghela nafas panjang, mengingat pahitnya kehidupan masa lalu.


“Maaf, aku tidak bermaksud mengungkit masa kelam kehidupanmu!” ujar Lan Hua merasa bersalah.


“Tidak ada yang salah, jadi tidak perlu meminta maaf,” ujarnya, lalu dia melihat jam di tangannya, yang menunjukkan jam istirahat akan segera berakhir.


°°°


Di waktu yang sama, di ruang kerjanya Ling Jun baru menerima laporan dari anak buahnya yang dia beri tugas mencari tahu identitas Zou Chen.


“Semua data tentangnya terlindungi sistem keamanan tingkat tinggi, yang berada satu tingkat di atas sistem keamanan yang saya ciptakan. Bos, sebaiknya Anda lebih berhati-hati dengan orang itu. Dari keamanan tingkat tinggi yang melindungi identitasnya, saya yakin dia bukan orang sembarangan!”


Brak...


Ling Jun menggebrak meja kerjanya. “Zou Chen, siapapun kamu, tangan inilah yang akan menghancurkanmu, dan setelahnya aku akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku,” gumamnya.


“Lakukan apapun untuk mendapatkan identitasnya! Kalau perlu, panggil ahli dari luar untuk membantu pekerjaanmu. Tenang saja, bonus besar akan aku siapkan kalau pekerjaanmu sukses,” ungkap Ling Jun.


“Baik Bos, saya akan melakukan yang terbaik, dan saya tahu siapa yang bisa membantu pekerjaan ini,” ujar anak buah Ling Jun, lalu dia segera pergi.


“Aku cukup bersabar, dan pada akhirnya aku juga yang berdiri sebagai pemenang.”


°°°


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2