Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Bertemu Ayah Angkat


__ADS_3

Dua hari berlalu sejak peristiwa kelam yang menimpa keluarga Li dan semua yang memiliki hubungan dengan keluarga itu.


Sinar matahari pagi mulai membiasakan cahayanya, mengusir gelapnya malam. Terdengar suara lembut ******* wanita dari sebuah kamar, yang di dalamnya terdapat sepasang kekasih yang sedang berusaha meraih puncak kenikmatan.


Suara ******* itu berasal dari mulut Jenni, yang bergerak liar di atas tubuh Zou Chen. Jenni nampak menggigit bibir bawahnya, menahan agar suara yang lebih keras tidak keluar dari mulutnya. Sedangkan Zou Chen, dia hanya memejamkan mata sambil memainkan benda kenyal bergelantungan milik Jenni, dengan kedua tangannya.


10 menit berlalu, Jenni menjatuhkan tubuhnya ke sisi Zou Chen, membiarkan tubuh polos yang dipenuhi keringat terekspos tanpa ada yang menutupinya.


“Aku tidak mengerti, kenapa punyamu sedikit lebih besar saat di pagi hari,” ujar Jenni sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah, setelah melakukan gerakan yang begitu liar.


“Tidak perlu memikirkan itu, lebih baik kita segera bersiap, karena sebentar lagi kita akan bertemu dengan ayah angkatku,” balas Zou Chen, lalu dia menggendong Jenni ke kamar mandi.


“Sepertinya aku ingin melakukannya sekali lagi! Lihat, dia sudah kembali menegang!” Zou Chen langsung saja memasukkan miliknya ke tempat sempit milik Jenni, dan kembali mereka melanjutkan apa yang tadi sudah mereka lakukan di atas tempat tidur.


Mereka melakukannya dengan cepat. Tidak butuh waktu lama untuk mencapai puncak kenikmatan yang mereka cari. Setelah sama-sama puas, akhirnya mereka memutuskan mandi di bawah guyuran air hangat.


Selesai mandi dan memakai pakaian, keduanya turun ke lantai satu dengan Jenni yang begitu erat memeluk lengan tangan kiri Zou Chen. Hanya berselang beberapa menit setelah mereka turun, Zou Gao mengatakan ayah angkat Zou Chen tak lama lagi akan sampai, tapi dia datang tidak sendirian.


Zou Gao mengatakan kalau dia mendengar suara wanita di sebelah James.


Zou Chen tidak peduli dengan siapa wanita yang bersama James, karena yang ada di pikirannya saat ini adalah memperkenalkan Jenni pada orang itu. ‘Semoga wanita itu bukan Nayla’ katanya dalam hati.


“Kenapa kamu terlihat gelisah? Apa kamu tahu sesuatu tentang wanita yang dimaksud paman Gao?” tanya Jenni diiringi tatapan penuh selidik.


“Dulu dia ingin memperkenalkanku dengan putri sahabatnya, aku harap dia tidak jadi melakukan itu, dan wanita yang bersamanya mungkin saja dia asisten pribadinya.”


“Apa wanita itu lebih cantik dariku? Atau mungkin dia memiliki tubuh jauh lebih menarik dari yang aku miliki? Apa kamu suka dengan wanita itu?”Tiba-tiba saja Jenni menanyakan banyak pertanyaan pada Zou Chen.


“Sudah, tidak perlu memikirkan seperti apa wanita itu karena jujur saja kamu jauh lebih sempurna darinya,” balas Zou Chen sambil mencatatkan ciuman singkat ke kening Jenni.

__ADS_1


°°°


15 menit kemudian, Mansion milik Zou Chen.


Pria tua dengan seluruh rambutnya yang memutih keluar dari mobilnya, diikuti keluarnya wanita berparas cantik dari dalam mobil yang sama. Hanya sekilas melihat, Zou Chen yang berada di depan pintu Mansion langsung dapat mengenali keduanya. ‘Pak tua itu, kenapa juga dia harus membawa Nayla ke negara ini?’ ujarnya dalam hati.


Setelah sedikit berbasa-basi di luar Mansion, Zou Chen mempersilahkan keduanya masuk ke dalam Mansion, dan menggiring mereka menuju tempat bersantai di pinggiran kolam renang. Terlihat, sesekali Nayla melirik Jenni yang terus berada di dekat Zou Chen, bahkan keduanya terus saja bergandengan tangan.


Setelah mempersilahkan keduanya duduk di tempat yang sudah tersedia, Zou Chen memanggil beberapa pelayan untuk menyiapkan minuman dan makanan ringan.


Sambil menunggu minuman di hidangkan, tampak Zou Chen dan James menikmati obrolan santai mereka, sedangkan dua wanita di sisi berbeda terlihat saling acuh dan tidak ada niatan untuk saling bertegur sapa.


“Ayah, tidak biasanya kamu berinisiatif menemuiku, biasanya aku yang selalu datang untuk menemuimu.” Zou Chen merasa kedatangan James ada hubungannya dengan Nayla yang sesekali mencuri pandang kearahnya.


James sejenak melirik Jenni, kemudian berkata, “Apa kamu tidak ingin memperkenalkan pada Ayah, wanita yang sejak tadi berada di dekatmu?”


“Maaf aku tidak langsung mengenalkannya! Ayah, perkenalkan Jenni calon istriku,” kata Zou Chen, sembari mengarahkan Jenni untuk mengulurkan tangan memperkenalkan dirinya pada James.


Zou Chen sebenarnya ingin meminta Jenni berkenalan dengan Nayla, tapi melihat tatapan mata kedua wanita itu yang menunjukkan kalau mereka tidak saling menyukai, dia segera membuang jauh-jauh keinginannya.


Setelah minuman dan makanan ringan datang, Zou Chen kembali melanjutkan obrolannya dengan James. Keduanya membahas hal yang ringan, bahkan Jenni yang masih awam dengan dunia bisnis mengerti apa yang sedang mereka bahas.


“Apa kamu punya waktu? Aku ingin berbicara berdua denganmu?” kata Jenni yang ingin segera menendang wanita di depannya keluar dari Mansion.


“Aku punya banyak waktu mendengar apa yang ingin kamu bicarakan. Sebenarnya, aku juga ingin membicarakan sesuatu denganmu,” ujar Nayla kemudian dia mengikuti Jenni yang mengambil inisiatif pergi ke taman yang berada di samping Mansion.


“Biarkan mereka menyelesaikan urusannya! Sebenarnya ayah sudah lelah dengan keinginan wanita itu, yang selalu memaksa ayah untuk menikahkannya denganmu,” unar James sembari menghembuskan nafasnya.


“Paman, tetap awasi mereka!” perintah Zou Chen.

__ADS_1


“Baik Tuan Muda, saya akan mengawasi mereka.” Zou Gao undur diri dan mengawasi apa yang dilakukan Jenni dan Nayla dari tempat tersembunyi.


Sedangkan di taman, Jenni dan Nayla duduk di tempat yang saling berhadap-hadapan, dan hanya sebuah meja yang menjadi pemisah diantara mereka.


“Apa sebenarnya yang menjadi tujuanmu datang ke negara ini?” tanya Jenni langsung ke intinya.


“Zou Chen, dia tujuanku datang ke negara ini,” jawab Nayla yang benar-benar tidak menyukai keberadaan Jenni.


“Kenapa kau menjadikan kekasihku sebagai tujuanmu? Jangan katakan cinta, karena aku tidak melihat itu ada di matamu!”


“Dia memiliki mata tunanganku, jadi wajar saja kalau aku menginginkan dia menjadi milikku. Aku harap kamu tau diri, dan segera pergi dari kehidupannya!” kata Nayla mengembangkan senyuman di wajahnya.


“Apa kau sedang bercanda?” ujar Jenni dengan suara meninggi.


“Kalaupun benar mata itu milik tunanganmu, setidaknya aku sudah memiliki semua yang ada di tubuhnya. Membandingkan itu, seharusnya kamulah yang pergi dari kehidupannya, dan jangan pernah kembali untuk mengganggu kehidupan kami!”


Jenni melebarkan senyuman di wajahnya, membalas senyuman Nayla yang sebelumnya dia tunjukkan padanya. Bukan senyuman biasa, Jenni bahkan menunjukkan senyuman sinis seolah dia sedang merendahkan wanita di depannya.


“Nayla, cukup sampai disini!” James tiba-tiba muncul di taman, dan langsung membentak Nayla yang baru saja mengatakan omong kosong pada Jenni.


Ya, mendiang putra James tidak pernah bertunangan dengan Nayla, bahkan hubungan mereka dapat dikatakan biasa saja. Mereka hanya akan terlihat dekat saat menghadiri acara, yang sama-sama dihadiri keluarga mereka. Setelahnya, mereka akan kembali terlihat seperti orang asing yang tidak saling mengenal.


Nayla pun terdiam pasrah, saat James dan Zou Chen tiba-tiba muncul di taman.


‘Dasar pria tua, beraninya mengganggu urusanku! Tunggu saja, aku pasti dapat menyingkirkan kalian berdua, dan pada akhirnya akulah yang akan hidup bahagia bersamanya’ ujarnya dalam hati dan begitu saja dia pergi.


“Pergilah sejauh mungkin, dan jangan pernah kembali untuk mengganggu kehidupan kami!” kata Jenni dengan suara meninggi saat Nayla hampir menghilang dari pandangannya.


°°°

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2