Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Warisan Keluarga Ling


__ADS_3

Zou Chen masuk kedalam ruang rawat Ling Feng, dan mendapati pria itu telah siuman.


“Ibu, biarkan dia istirahat! Kalian juga sebaiknya istirahat di dalam kamar itu!” ujar Zou Chen kembali duduk di sebelah Jenni.


“Sayang kemarilah! Ayahmu ingin membicarakan sesuatu denganmu, hanya denganmu!” Yun Shui sedikit menekankan kata-katanya.


“Sekarang sudah malam, sebaiknya kalian semua istirahat! Kalau ingin bicara, besok masih ada banyak waktu untuk bicara.” Zou Chen merebahkan tubuhnya di sofa, dan menggunakan paha Jenni sebagai tumpuan kepalanya.


“Sebaiknya kita memang istirahat!” kata Yun Shui membantu Ling Feng menyelimuti tubuhnya.


“Sayang, apa kamu ingin menginap di tempat ini?” tanya Zou Chen dengan mata terpejam.


“Kita bisa tidur berdua di atas sofa luas ini.”


“Kalau itu maumu, kenapa tidak!” Zou Chen menggeser tubuhnya, dan membiarkan Jenni merebahkan tubuh di sebelahnya.


Tidak menganggap keberadaan orang lain di tempat itu, keduanya asik dengan dunia mereka, bahkan Zou Chen begitu saja memeluk tubuh Jenni dan mencium keningnya sebelum kembali memejamkan mata.


Seperti sudah terbiasa melihat itu, Yun Shui dan yang lainnya memilih mengabaikan mereka, lalu masuk kedalam kamar yang dapat digunakan setidaknya oleh tiga orang.


Dari tempat tidurnya, Ling Feng tersenyum melihat ujung kepala Zou Chen, “Maafkan Ayah yang bahkan sempat memikirkan rencana buruk untuk memisahkan kalian,” gumamnya, sebelum dia memejamkan matanya.


°°°


Pagi hari di ruangan tempat Ling Feng dirawat.


Sekarang di ruangan itu hanya ada Ling Feng dan Zou Chen, sementara yang lainnya sedang menikmati makan di luar dengan penjagaan ketat anggota Black Mamba dan Black Rose.


Keduanya sudah cukup lama terlibat dalam keadaan saling diam, belum ada salah satu darivmereia yang ingin mulai menyapa. Namun, pada akhirnya Ling Feng menjadi orang pertama yang membuka suara.


“Putraku, apa kamu masih belum bisa memaafkan Ayah?” tanya Ling Feng.


Zou Chen menggelengkan kepalanya, menjawab pertanyaan Ling Feng.


“Aku belum bisa memaafkanmu, dan entah kapan aku bisa memberikan maaf itu padamu. Akan tetapi kamu tenang saja, aku akan memberi balasan yang setimpal pada orang yang berniat mencelakaimu!”


Ling Feng membelalakkan kedua matanya, mendengar apa yang dikatakan Zou Chen. “Hah, pantas saja mobil yang sebelumnya baik-baik saja, tiba-tiba rusak dalam sistem pengeremannya, dan menjadi tidak terkendali.”

__ADS_1


Zou Chen mengeluarkan ponselnya dari saku celana, lalu menunjukkan rekaman video dua orang yang telah menyabotase mobilnya.


“Wanita itu dan putranya! Sudah aku duga, mereka menginginkan kematianku, untuk dapat menguasai harta peninggalan kakekmu, yang selama ini aku sembunyikan dari mereka.”


“Entah bagaimana caranya, aku rasa mereka telah mengetahui harta yang diwariskan kakek atas namamu,” ungkap Ling Feng.


“Kakek mewariskan harta untukku?” tanya Zou Chen dengan kerutan yang terlihat di keningnya.


Ling Feng menganggukkan kepalanya, “Harta yang diwariskan kakek padamu bahkan jauh lebih berharga dari keberadaan Ling Company.”


“Apa kamu sedang menipuku?” ujar Zou Chen, dan Ling Feng tersenyum saat putranya itu tidak percaya dengan apa yang dia katakan.


“Hanya satu yang bisa Ayah lakukan untuk membuktikan semua itu!” Ling Feng menjeda kata-katanya membuat Zou Chen penasaran, “Antarkan Ayah ke kediaman milik kakakek kamu, karena semua bukti berada di tempat itu, dan hanya saat datang denganmu Ayah akan mendapatkan izin memasuki tempat itu.” lanjutnya.


Zou Chen tidak mungkin membawa Ling Feng ke tempat itu dengan kondisinya sekarang, “Pulihkan dirimu baru kita pergi ke tempat itu, untuk membuktikan kebenaran dari perkataanmu!” ungkap Zou Chen dan baru juga mulutnya tertutup, Yun Shui dan yang lainnya masuk kedalam ruangan sambil membawa beberapa bungkus makanan.


“Apa kalian sudah menyelesaikan semuanya?” tanya Yun Shui menatap bergantian dua pria di depannya.


Ling Feng menggeleng, “Masih ada satu hal yang harus aku lakukan untuk menyelesaikan semuanya,” ungkapnya.


“Aku menanti hari itu! Namun, untuk sekarang lebih baik kamu berusaha secepatnya pulih!” kata Zou Chen acuh.


Ling Feng mengangguk, sementara Zou Chen menggeser layar ponselnya, tersenyum melihat laporan yang diberikan Zou Gao dan Nathan di waktu hampir bersamaan, “Sayang, aku sudah memberi pelajaran yang layak untuk mereka yang semalam mengganggu kita!” ujarnya dengan suara lembut, sambil menatap wajah cantik Jenni yang berdiri di sebelahnya.


Ling Feng, Yun Shui, Ling Jia dan Ling Mei mengarahkan pandangan mereka ke arah Zou Chen dan Jenni begitu mendengar apa yang dikatakan keduanya, “Katakan pada Ibu, siapa yang berani mengganggu kalian?” tanya Yun Shui yang tentunya tidak terima ada yang mengganggu putra dan calon menantunya.


“Mereka keluarga Huang, tapi aku sudah membalas apa yang mereka lakukan. Aku yakin, setelah ini mereka tidak akan berani mengulangi kesalahan yang sama, kecuali ingin benar-benar hancur!” jawab Zou Chen.


Ling Feng tersenyum mendengar itu karena dia yakin putranya dengan mudah dapat menghancurkan keluarga Huang.


Tidak lama setelah Yun Shui dan yang lainnya masuk kedalam ruang rawat Ling Feng, datang Ling Qian dan Zhang Yu Xi yang langsung saja masuk kedalam ruangan.


Seketika semua orang melihat ke arah mereka, “Ternyata sudah banyak orang di tempat ini! Ayah, sepertinya kamu masih punya banyak uang, sampai bisa menyewa kamar rawat terbaik di rumah sakit ini!” ujar Ling Qian tersenyum licik.


Semua orang mendadak terdiam mendengar apa yang dikatakan Ling Qian, yang kini melangkah maju mendekati ranjang tempat Ling Feng menjalani perawatan.


“Kenapa kalian semua diam? Bukannya yang aku katakan barusan adalah sebuah kebenaran!” ujarnya santai.

__ADS_1


“Semua biaya rumah sakit Ayah ditanggung Tuang Muda Zou Chen,” balas Ling Feng yang mencoba bersikap biasa saja, walau dalam hati dia sangat ingin membalas perbuatan anak tidak tahu balas budi, bahkan setelah apa yang dia berikan, justru hal buruk yang di berikan untuknya.


Ling Qian menatap tajam Zou Chen, “Setelah menghancurkan Ling Company, kenapa kau tiba-tiba baik kepada Ayahku? Oh, aku tahu, Jangan-jangan kau orang yang membuat celaka Ayahku!”


“Apa untungnya aku melakukan itu? Lagian, kenapa juga aku harus membuatnya celaka, kalau aku bisa langsung membunuhnya?” tanya Zou Chen yang mulai risih dengan keberadaan Zhang Yu Xi yang berdiri di sebelahnya.


Jenni menatap tidak suka keberadaan Zhang Yu Xi yang sengaja terus merapatkan jaraknya dengan Zou Chen.


“Sepertinya keberadaanku di tempat ini mengganggu kebersamaan kalian, sebaiknya aku pergi dari tempat ini!” Ling Qian merasa ada yang salah dengan bagaimana Ling Feng memandangnya.


‘Apa dia sudah tau kalau aku yang menyabotase mobilnya? Itu tidak mungkin karena tidak ada orang lain di tempat itu selain aku dan ibu’ ujarnya dalam hati.


Ling Qian begitu saja pergi, walau enggan, Zhang Yu Xi tetap pergi mengikuti Ling Qian, ‘Dilihat dari mana pun, aku jauh lebih baik dari wanitanya’ kata Zhang Yu Xi dalam hatinya.


°°°


Baru juga keluar dari ruangan tempat Ling Feng dirawat, langkah kaki Ling Qian dan Zhang Yu Xi harus terhenti saat anggota Black Mamba yang dipimpin si kembar tiba-tiba muncul, dan menghadang mereka.


Dengan santai Xavi melangkah maju mendekati Ling Qian, begitu jarak diantara mereka krang dari dua meter, dengan mengarahkan tendangan wajah Ling Qian, Xavi membut orang itu pingsan.


“Pergi dan tutup mulutmu kalau ingin selamat!” ancam Xavi pada Zhang Yu Xi.


“Ba... Baik Tuan, saya akan pergi dan tutup mulut.” Zhang Yu Xi segera melangkah pergi meninggalkan Ling Qian yang di seret masuk ke arah tangga darurat.


“Siapa mereka? Sial, baru kali ini aku merasa benar-benar ketakutan!” gumam Zhang Yu Xi yang sudah berada di dalam lift, turun ke lantai satu.


Di tangga darurat rumah sakit.


“Kita bawa orang ini ke markas! Suruh yang lainnya mengamankan jalan untuk kita!” perintah Xavi pada anggota Black Mamba yang tidak ikut menyeret turun tubuh Ling Qian, menuju lantai satu.


Seorang anggota Black Mamba mengangguk, dan segera menghubungi anggota lainnya, untuk melakukan apa yang diperintahkan Xavi.


“Dengan begini, tinggal si wanita itu yang harus kita bereskan!” ungkap Xavi, yang dibalas anggukan kepala saudara kembarnya.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2