Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Seseorang Dari Masa Lalu


__ADS_3

“Sayang, apa yang kamu lakukan? Bukannya kamu sedang tidak bisa melakukan itu? Kalau kamu terus menyentuhnya dan aku jadi ingin melakukannya, kamu sendiri yang nanti akan kebingungan,” ujar Zou Chen yang disambut tawa cekikikan Jenni.


Seketika Zou Chen gemas melihat tingkah Jenni, dia mengusap lembut wajah cantik di depannya, lalu membalik tubuhnya secara berlahan, dan kini tubuhnya berada di atas menindih tubuh mungil Jenni.


“Sayang, kamu mau apa? Kita benar-benar tidak bisa melakukannya untuk beberapa hari ke depan!” Jenni tiba-tiba panik saat Zou Chen menindih tubuhnya.


“Aku cuma ingin melihat wajahmu!” balas Zou Chen, sembari membelai wajah cantik Jenni.


“Ada apa dengan wajahku? Apa aku terlalu tebal menggunakan make-up?” Jenni ingat pagi ini dia tidak memakai riasan wajah yang berlebihan, jadi tidak mungkin makeup-nya ketebalan. “Sepertinya make-up ku tidak setebal itu. Jadi, apa yang membuatmu ingin melihat wajahku?” ujar Jenni yang belum menemukan adanya keanehan dari wajahnya.


Tiba-tiba Zou Chen mendaratkan ciuman di bibir Jenni.


“Kecantikan wajahmu sangat alami. Sejujurnya, aku tidak ingin ada orang lain yang menikmati kecantikan wajahmu!” ujar Zou Chen yang seketika membuat wajah Jenni memerah.


Zou Chen tersenyum melihat itu, lalu kembali mendaratkan ciuman di bibir Jenni, sebelum dia bangkit dari tempat tidur.


“Rumah ini tidak akan pergi kemana-mana, tapi aku tidak ingin kamu sakit karena telat makan. Lebih baik sekarang kita membeli makan, kebetulan ada restoran yang baru buka tidak jauh dari rumah ini,” ujar Zou Chen, sembari membantu Jenni bangkit dari tempat tidurnya.


Jenni menganggukkan kepalanya, lalu mengikuti Zou Chen berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman rumah.


Setelah berada di dalam mobil, Zou mengarahkan mobilnya menuju restoran yang lokasinya dia ketahui dari si kembar yang kemarin mengunjungi rumah keluarga Jenni, untuk memeriksa pekerjaan orang-orang yang ditugaskan melakukan pembersihan dan perbaikan.


Menatap restoran yang dikunjunginya, Jenni merasa tidak asing dengan nama restoran itu. Sebuah nama yang membuatnya teringat dengan seseorang di masa lalu.


“Sayang, kamu ingin makan apa?” tanya Zou Chen saat keduanya sudah berada di dalam restoran.


“Samakan saja dengan pesanan kamu,” balasnya sembari melebarkan senyuman di wajahnya.


Mendengar itu, Zou Chen segera memanggil pelayan, dan memesan beberapa makanan serta minuman yang sering dia lihat di pesan Jenni saat di kantin universitas.

__ADS_1


“Sayang, aku ke toilet sebentar!” Zou Chen ingin mencuci tangannya yang lengket setelah cukup lama memegang kemudi mobil.


Belum lama Zou Chen meninggalkan tempat duduknya, seorang pria muncul dari arah dapur restoran, melihat kearah pelanggan restoran yang siang ini cukup ramai.


Pria itu memicingkan matanya saat melihat sosok wanita yang duduk sendirian, “Jenni,” gumamnya, lalu dia berjalan mendekati wanita itu.


Jenni terkejut melihat pria yang tiba-tiba duduk di dekatnya, menempati tempat duduk yang sebelumnya ditempati Zou Chen. “Maaf, tempat itu sudah ada yang menempati,” tegur Jenni ketus.


Pria itu tersenyum saat mendapat teguran dari Jenni. Bukannya pergi setelah ditegur, dia justru mencoba memegang tangan Jenni, tapi dia menghentikan niatnya setelah menyadari wanita di depannya belum menyadari siapa dirinya.


“Jenni, apa kamu sudah melupakan aku?” tanyanya.


Jenni menatap sekilas pria di depannya, dan mencoba mengingat apa dia mengenalinya. “Aku tidak tahu siapa kamu, dan lebih baik kamu segera pergi dari tempat yang kamu duduki!” katanya sedikit meninggikan suara.


Tiba-tiba pria itu nekat memegang dan menggenggam tangan Jenni, tapi dengan seluruh tenaganya, Jenni berhasil menarik tangannya dari genggaman pria di depannya.


“Jen, ini aku Li Xian, apa kamu benar-benar sudah lupa denganku? Padahal ini baru empat tahun, tapi kamu sudah melupakanku.”


“Ya ini aku, pria yang akan menjadi pendamping hidupmu!” katanya percaya diri.


Jenni tersenyum, “Dan dari dulu sampai sekarang jawabanku tetap sama, aku tidak bisa menjadi seperti yang kamu inginkan, dan lagi sekarang aku sudah menemukan orang yang paling aku cintai.” Jenni melihat Zou Chen yang berjalan kearahnya, dan senyuman barusan dia tujukan pada pria tampan yang sudah menjadi pemilik hatinya.


Li Xian mengikuti arah yang dipandang Jenni.


“Ada hubungan apa kau dengan Jenni?” Li Xian berkata dengan suara meninggi, dan secara terang-terangan dia menunjukkan sikap tidak menyukai keberadaan Zou Chen.


Zou Chen mendekati Jenni, “Aku suaminya,” balasnya, lalu dengan lembut dia mencium kening wanitanya.


Li Xian menggertakkan giginya, tidak menyukai apa yang baru dia lihat. Tiga bulan yang lalu dia kembali ke Kota Beijing, setelah beberapa tahun tinggal di New York. Dalam tiga bulan ini dia terus mencari keberadaan Jenni, tapi dia justru bertemu dalam keadaan yang tidak terduga.

__ADS_1


“Ayo kita tinggalkan restoran ini! Aku melihat ada restoran lain yang lebih menarik tidak jauh dari tempat ini,” ujar Zou Chen, yang tidak ingin memperpanjang masalah dengan orang yang tidak dikenalnya.


Li Xian berdiri di depan Zou Chen, “Kamu boleh pergi, tapi tidak dengannya!”


“Siapa kau melarang aku pergi bersama istriku?” tanya Zou Chen.


“Aku kekasihnya dan orang yang akan menjadi suaminya, bukan orang asing sepertimu yang mengaku-ngaku sebagai suaminya,” balas Li Xian.


“Jen, benar bukan dia cuma orang yang mengaku-ngaku sebagai suamimu?” imbuhnya.


Jenni tersenyum, lalu di depan mata Li Xian dia memeluk mesra lengan Zou Chen, “Kami memang belum menikah, tapi itu tidak lama lagi, karena saat ini kami sedang menyiapkan sebuah acara pernikahan. Kalau ada waktu, Tuan Muda Li Xian dapat datang menghadiri pernikahan kami,” ungkapnya.


“Sayang,” panggil Zou Chen.


“Iya sayang, ada apa?”


Li Xian memberi tatapan tajam penuh amarah saat melihat interaksi diantara keduanya, itu bukan sesuatu yang dibuat-buat. Interaksi keduanya sangat alami, dan dia tahu mereka telah menjadi sepasang kekasih.


“Apa kamu benar-benar mencintainya?” tanya Li Xian menatap Jenni, yang terlihat enggan melakukan kontak mata dengannya.


“Aku sangat mencintainya, dan aku tidak ragu dengan perasaan yang sudah aku rasakan sejak pertama kali melihatnya.” jawab Jenni yang tidak malu mengakui perasaannya di hadapan banyak orang.


Li Xian tersentak mendengar jawaban Jenni. “Jadi, pria ini yang selama ini membuatmu selalu menolak menjadi kekasihku?”


Jenni menganggukkan kepalanya, “Dia adalah cinta pertama dan terakhirku, dan aku harap Tuan Muda Li Xian melupakan semua perasaannya padaku!”


Tidak menunggu jawaban Li Xian, Zou Chen begitu saja membawa Jenni keluar meninggalkan restoran, setelah dia membayar makanan dan minuman yang belum sempat dia nikmati.


°°°

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2