Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Kemarahan Jenni


__ADS_3

Zou Chen duduk bersebelahan dengan Jenni, di kanan dan kiri mereka ada Nathan, dan Bella.


Sementara di belakang mereka ada Lee Zhou, dan si kembar.


“Tuan Muda, selamat datang di kediaman keluarga Ling, saya Ling Feng dan mereka ...”


“Tuan Feng tidak perlu memperkenalkan mereka, aku datang untuk menghadiri acara makan malam, bukan acara ramah tamah!” ujarnya memotong perkataan Ling Feng.


Ling Feng tetap mempertahankan senyumnya, walau harus menahan geram karena untuk pertama kalinya ada yang berani memotong perkataannya, ‘Kalau aku tidak membutuhkan bantuannya, sudah aku kirim dia ke alam lain’ katanya dalam hati.


Ling Feng bangkit dari duduknya dan mempersilahkan Zou Chen mengikutinya berjalan ke ruang makan, tapi baru juga berjalan, dia melihat Ling Meilin yang begitu dekat dengan wanita kekasih pria yang sudah membuat tekanan darahnya naik.


Melihat kedekatan mereka, sebuah rencana licik terlintas di pikirannya. ‘Aku akan membuat hubungan mereka hancur, dengan memanfaatkan Ling Jun yang sangat menyukai wanita itu, dan sepertinya Li Xian juga menyukai wanita yang sama. Setelah hubungan mereka hancur, aku akan membuatnya dekat dengan Ling Meilin’ ujarnya dalam hati sambil tersenyum licik.


Sampai di ruang makan Ling Feng mempersilahkan Zou Chen duduk di sebelahnya, tapi dia buru-buru menyuruh Ling Jun mengambil tempat di sebelah Zou Chen, mendahului Jenni.


Zou Chen mengerutkan keningnya, dan mulai sadar dengan rencana terselubung Ling Feng.


“Jenni, kamu bisa duduk di sini!” ujar Li Xian, meminta Jenni duduk di kursi yang berada diantara dirinya dan Ling Jun.


Mendengar itu, Zou Chen tiba-tiba menarik Jenni dengan lembut, dan membuatnya duduk di atas pangkuannya.


“Sayang, bukannya kamu lebih nyaman duduk di atas pangkuanku?” Tidak mempedulikan orang-orang di sekitarnya, Zou Chen menunjukkan kemesraan nya dengan Jenni.


Jenni hanya tersenyum, dan tak lupa dia memberi ciuman singkat di kening Zou Chen.


Melihat kemesraan dua orang di sampingnya, Ling Jun hanya bisa menahan kesal tanpa bisa melakukan apa-apa, begitu juga dengan Li Xian. Mereka tidak menyangka akan melihat kemesraan mereka, terutama Li Xian yang tidak tahu menahu tentang kedatangan Zou Chen dan Jenni.

__ADS_1


Baru juga acara makan malam akan dimulai, tiba-tiba terdengar suara yang berasal dari arah ruang tamu, dan tak lama muncul dua wanita cantik, yang langsung memberi tatapan tajam pada Zou Chen dan Jenni.


“Maaf kami terlambat!” ungkap Ling Jia Li, yang membawa Zhang Yu Xi datang bersamanya.


Zou Chen hanya memberi tatapan datar kepada mantan tunangannya, tapi entah kenapa tatapan matanya melunak saat melihat Ling Jia Li.


“Zou Chen kan? Tidak aku sangka, wanita seperi ini kamu pilih sebagai kekasih!” kata Zhang Yu Xi yang sejenak berhenti di dekat tempat duduk Zou Chen.


“Urusi saja kehidupanmu, dan jangan ikut campur kehidupan orang lain!” ujar Zou Chen acuh, dan kembali dia bermesraan dengan Jenni.


‘Zou Chen? Entah kenapa namanya mirip adik kecil’ ungkap Ling Jia Li dalam hati.


Ling Jia Li bukanlah orang yang membenci sosok Ling Chen, dia berperilaku seolah membenci Ling Chen itu semua karena ancaman Ibu dan kedua kakaknya. Dari kecil dia sangat menyayangi adiknya itu, tapi setiap kali dia bermain dengannya, Ibu dan kedua kakaknya akan datang untuk memarahinya, dan tak jarang dia di siksa hanya karena ketahuan bermain dengan Ling Chen.


‘Bahkan wajahnya juga mirip’ ujarnya dalam hati, sambil memperhatikan wajah Zou Chen.


Akan tetapi, kemesraan mereka sedikit terusik saat Ling Jun tiba-tiba saja memegang tangan Jenni.


“Bisa tidak kamu tidak melakukan hal memalukan seperti itu? Lihat ...! semua orang makan dengan tenang, sedangkan kamu makan sambil terus bermesraan. Ini acara makan resmi, seharusnya kamu menunjukkan kesopanan. Apa kamu tidak diajari sopan santun, bahkan oleh orangtuamu?”


Mendengar itu, Jenni langsung saja menancapkan sumpit di tangannya ke potongan daging di atas meja, dan bangkit dari pangkuan Zou Chen. “Tau apa kamu tentang orangtuaku? Belum cukup apa kamu membuatku berpisah dengan mereka sampai kamu masih menjelekkan nama kedua orangtuaku? Tunggu saja, aku pasti membalas untuk mereka.” Dada Jenni naik turun, dengan mata memerah.


Zou Chen yang tahu wanitanya sedang emosi, dia segera bangkit dan memberi tatapan tajam pada Ling Jun.


Tidak peduli lagi dengan acara makan malam, dia langsung memeluk pinggang Jenni, dan membawanya meninggalkan ruang makan yang tiba-tiba diliputi keheningan.


“Nathan, selesaikan semuanya dengan cepat!” kata Zou Chen tanpa menolehkan kepala.

__ADS_1


“Baik Tuan Muda,” balas Nathan.


Meninggalkan ruang makan dengan diikuti Xavi dan Xavier, Zou Chen langsung membawa Jenni menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu utama kediaman keluarga Ling.


Namun, sejenak Zou Chen menghentikan langkah kakinya saat mendengar suara yang begitu dia rindukan.


“Lain kali, kamu harus datang ke acara makan malam wanita ini, dan jangan lupa membawa calon istrimu!” kata Yun Shui yang berhasil menyusul Zou Chen.


Dia tidak sendirian, ada Ling Meilin, dan Ling Jia Li yang ikut bersamanya.


Zou Chen menoleh, dan dia menunjukkan senyuman kecil saat melihat tiga wanita yang berdiri di depan pintu, “Aku pasti datang,” balasnya, lalu dia segera masuk kedalam mobil setelah lebih dulu membukakan pintu untuk Jenni.


Mobil Zou Chen perlahan pergi meninggalkan kediaman keluarga Ling, tapi sekilas Yun Shui melihat sosok Zou Gao yang memberi senyuman padanya.


“Mommy, apa dia adik Chen? Wajahnya sangat mirip, bahkan saat dia tersenyum semakin membuatnya mirip dengan adik kecil,” ujar Ling Jia Li dengan suara lirih.


Yun Shui menganggukkan kepalanya, sambil menunjukkan senyuman pada Ling Jia Li, satu-satunya putri dari wanita lain suaminya, yang dia sayangi selayaknya putrinya sendiri, “Sepertinya mommy harus segera kembali ke Mansion, berada di tempat ini hanya membuat kesehatanku memburuk,” ungkap Yun Shui.


Ling Meilin dan Ling Jia Li tahu seburuk apa hubungan Yun Shui dengan ayah mereka, bahkan tak terhitung berapa kali mommy mereka meminta cerai, tapi ayah mereka kekeuh tidak mau menceraikannya, bahkan sejak putranya terusir dari kediaman keluarga Ling, Yun Shui memutuskan pergi meninggalkan kediaman keluarga Ling.


Tidak lama setelah kepergian mobil Zou Chen, mobil milik Yun Shui sudah terparkir di depan kediaman, menjemput pemilik mobil dan putrinya. “Pintu Mansion mommy selalu terbuka hanya untukmu,” ujar Yun Shui pada Ling Jia Li, lalu mobilnya segera pergi meninggalkan kediaman keluarga Ling.


“Entah kenapa wanita lain justru memperlakukan selayaknya putrinya sendiri, sedangkan wanita yang melahirkanku justru tidak pernah melakukan itu padaku,” gumam pelan Ling Jia Li, lalu dia kembali masuk kedalam kediaman keluarga Ling.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2