Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Bangkrutnya Ling Company


__ADS_3

Zou Chen sudah menyelesaikan sarapannya, saat semua kekacauan di gerbang Mansion nya berakhir. Dengan langkah santai, dia berjalan keluar Mansion, melihat ratusan orang yang tergeletak tak bernyawa di luar gerbang Mansion miliknya.


Tidak ada polisi yang datang, karena mereka tidak ingin ikut campur dalam permasalahan diantara kelompok elite.


Pihak kepolisian atau bahkan pihak militer akan turun tangan menjadi penengah, saat permasalahan kelompok elite semakin meluas, dan membahayakan keberadaan masyarakat yang tidak terikat dengan kelompok mereka.


“Ini jauh di luar ekspektasi yang aku harapkan, tapi itu jauh lebih baik karena hanya ada beberapa anggota Black Mamba yang terluka, tanpa ada korban jiwa, begitu juga dengan orang-orang dari keluarga Zou,” katanya sambil menjawab panggilan masuk di ponselnya.


Terlihat nama Nathan di layar ponselnya, “Tuan Muda, semua sudah selesai, dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam, Ling Company akan bangkrut, dan tinggal menghitung waktu untuk kehancuran menyeluruh keluarga Ling!” kata Nathan.


“Apa wanita itu sudah mulai melakukan pergerakan? Kalau belum, teruslah waspada, dan suruh Bella untuk terus mengawasi pergerakan wanita itu!”


“Setelah kematian Ling Jun dan bangkrutnya Ling Company, dia pasti akan menuntut balas pada, dan saat itulah pria bodoh itu akan tahu identitas asli wanitanya,” kata Zou Chen lalu dia memutus sambungan telepon.


°°°


Di tempat lain.


Lee Zhou dan si kembar yang telah selesai mengerjakan tugasnya, pergi menjemput dua anggota Black Rose yang baru saja selesai dengan tugas mereka menyamar di Ling Company, untuk memasang peledak di mobil yang dikendarai Ling Jun. Penjagaan Ling Company yang tidak ketat, dan berkat keberadaan Bella, tidak ada satu orang pun yang mendeteksi keberadaan mereka di kantor Ling Company.


“Ini masih belum mencapai puncak, tapi kantor Ling Company sudah benar-benar kacau, mungkin sebentar lagi kantor ini akan dibakar oleh karyawannya sendiri!” kata Xavi melihat kekacauan di kantor Ling Company.


“Aku yakin kabar kematian Ling Jun, belum sampai ke telinga keluarganya, yang sedang sibuk mengurus kekacauan di perusahaan mereka,” ujar Lee Zhou sambil menghembuskan asap rokok dari hidung dan mulutnya.


“Itu bukan urusan kita,” ungkap dingin Lena Zou, tangan kanan Jenni di organisasi Black Rose.


“Hahahaha, kau masih saja dingin seperti biasa, aku yakin dengan sifat itu kau akan kesulitan mencari pendamping hidup di masa depan,” saut Xavier yang duduk tepat di samping Lena.


Sangat cepat Lena mengeluarkan pistol dengan mengarahkan moncong pistolnya ke kening Xavier, “Tutup mulutmu dan segera pergi dari tempat ini! Aku harus segera memastikan keamanan Nona Jenni,” katanya tegas.


“Dasar wanita menyebabkan!” ujar Xavier yang langsung mengendarai mobilnya menuju tempat Jenni dan yang lainnya.


Lee Zhou, Xavi dan Leni Zou hanya tersenyum kecil melihat interaksi kedua orang itu, yang sebenarnya merupakan sepasang kekasih.


“Apa kalian berdua tidak tertarik memiliki hubungan seperti mereka? Aku lihat kalian sangat cocok, sama-sama tidak terlalu banyak bicara,” ungkap Lee Zhou menatap Leni Zou dan Xavi.


“Tidak untuk sekarang, tapi aku tidak tahu dengan apa yang terjadi kedepannya,” balas Xavi.

__ADS_1


“Sebagai kakak, aku akan mendukung hubungan kalian,” kata Lee Zhou.


Leni Zhou acuh mendengar apa yang dikatakan kakaknya, berbeda dengan Xavi yang dari sudut matanya nampak dia terus memperhatikan apa saja yang dilakukan Leni Zhou.


°°°


Kantor Kepolisian.


Puluhan anggota kepolisian berkumpul di ruangan khusus yang biasa mereka gunakan untuk melakukan pertemuan besar, dan siang ini pertemuan besar dilakukan untuk membahas kekacauan di salah satu Mansion di pusat Kota. Selain itu pertemuan mereka juga akan membahas ledakan mobil yang menewaskan Ling Jun, Tuan Muda pertama keluarga Ling.


Tepat jam 10 siang semua kursi sudah terisi, “Keluarga Zou telah kembali, kota ini sepertinya akan dipenuhi darah seperti beberapa tahun yang lalu,” kata Jenderal Polisi yang memimpin seluruh petugas kepolisian di Kota Beijing.


“Mansion tempat baku tembak yang terjadi padi ini, terdaftar atas nama Zou Chen, CEO Zou Company, dan Tuan Muda keluarga Zou. Usianya baru genap 17 tahun, tapi dialah otak utama keperkasaan Zou Company,” ungkap wanita, wakil Jenderal Polisi.


“Ada kabar lainnya, delapan markas organisasi yang menyerang Mansion telah diratakan organisasi Black Mamba dan Black Rose, kemungkinan mereka merupakan organisasi dunia bawah milik Zou Company,” kata inspektur polisi, menyampaikan laporan yang dikumpulkan anak buahnya.


“Kematian Tuan Muda keluarga Ling, sepertinya ada hubungannya dengan kekacauan di Mansion karena beberapa saat sebelum mobil itu meledak, kamera CCTV sempat memantau keberadaan mobil itu di sekitaran Mansion Tuan Muda keluarga Zou,” lanjutnya.


“Semua sudah jelas, ini murni perselisihan diantara kelompok elit, dan karena mereka tidak melibatkan atau merugikan orang luar kita tidak perlu terlibat dalam perselisihan mereka,” ungkap Jenderal Polisi, dan semua yang hadir di ruangan itu menyetujuinya.


°°°


Vanesa Zhu baru selesai merias wajahnya saat dua kabar buruk dia dengar di waktu yang hampir bersamaan. Kabar buruk pertama tentang Ling Company yang terancam bangkrut, dan kabar buruk kedua adalah kabar tentang kematian Ling Jun setelah mobil yang dikendarainya meledak.


“Ini tidak mungkin! Putraku tidak mungkin mati!” kata Vanesa Zhu, sembari menampar pelayan yang baru menyampaikan dua kabar itu padanya.


Dia mencoba menghubungi Ling Feng, tapi pria itu tidak menjawab panggilannya, “Sial! Benar-benar pria bodoh yang tidak bisa aku andalkan!” teriaknya marah.


“Kau, pergi dari tempat ini dan jangan menggangguku!” Vanesa Zhu membentak pelayan yang baru dia tampar.


Dia segera menghubungi seseorang setelah memastikan dia cuma sendiri di dalam kamarnya.


“Sayang, cari tau penyebab kematian putraku! dan hancurkan orang itu kalau kamu menemukannya!” pintanya pada pria yang dia hubungi.


“Aku sudah tau siapa pelakunya, tapi bukan sesuatu yang mudah untuk membalaskan kematian putramu. Kita harus berurusan dengan keluarga Zou kalau ingin mendapatkan otak utama kematian putramu!” kata orang yang dihubungi Vanesa Zhu.


Wanita itu menggertakkan giginya saat mendengar nama keluarga Zou.

__ADS_1


“Zou Chen, apa dia orangnya?” tanyanya.


“Dia orangnya, apa kamu mengenalnya, sayang?”


“Dia orang yang mengambil wanita putraku, dan itu yang menjadi sumber permasalahan diantara mereka.”


“Apa kau tidak bisa menyingkirkan orang itu untukku?” tanya Vanesa Zhu.


“Aku bisa saja menyingkirkan orang itu, tapi apa yang bisa kamu berikan padaku sebagai bayarannya? Ingat, aku tidak membutuhkan uangmu, tapi aku membutuhkan tubuh wanita untuk memberiku kepuasan, dan aku sudah bosan hanya dengan milikmu. Setidaknya beri aku tubuh istri pertama suamimu, dan tubuh kedua putri Ling Feng.” pinta pria itu.


“Aku akan memberikan mereka untukmu, tapi saat ini aku tidak tahu dimana keberadaan mereka!” balas Vanesa Zhu.


“Bukannya mereka tinggal di villa milik keluarga Yun?”


“Semalam saat aku datang ke tempat itu bersama Ling Jun, tempat itu sudah kosong, dan hanya terdapat sisa pertempuran di tempat itu. Termasuk bangkai helikopter dengan tiga orang didalamnya yang sudah menjadi mayat.”


Sesaat Vanesa Zhu tidak mendengar balasan dari pria di seberang sana, “Ini sulit, sepertinya keluarga Yun juga mulai menggerakkan orang-orang mereka, tapi kamu tenang saja, kekuatanku masih cukup untuk mengalahkan mereka, dan membalaskan kematian putramu.”


“Benarkah?” Vanesa Zhu tersenyum bahagia, walau sedang dilanda kesedihan atas kematian putranya.


“Tapi aku meminta bayaran tambahan untuk semua itu!”


“Apa lagi yang kamu inginkan? Bukannya kamu sudah mendapatkan semuanya?” tanya Vanesa Zhu yang tidak tahu lagi apa yang diinginkan pria itu darinya.


“Bunuh Ling Feng untukku! Aku rasa itu setimpal dengan apa yang akan aku berikan padamu!” kata pria itu yang sudah sejak lama menginginkan kematian Ling Feng, dan Vanesa Zhu sangat tahu akan itu.


“Baiklah, aku akan melakukan itu asalkan kamu menepati janji membunuh orang itu untukku! Tunggu saja, sebelum hari berganti kamu akan mendengar kabar kematian Ling Feng,” kata Vanesa Zhu yang dengan tangannya sendiri akan membunuh Ling Feng, sama seperti apa yang pernah dia lakukan pada suami pertamanya.


“Aku menunggu berita itu, dan di saat yang sama kamu juga akan mendengar berita kematian pengusaha muda, beserta kehancuran keluarga Zou!” kata pria itu yang terdengar begitu percaya diri.


Vanesa Zhu mengakhiri hubungan telepon, lalu dia bersiap menuju ke rumah sakit, melihat mayat dan mengurus pemakaman untuk Ling Jun.


“Tunggu saja, orang yang menyebabkan kematianmu, dia akan segera menyusulmu!” gumam Vanesa Zhu, memasuki mobil, dan mengendarainya menuju rumah sakit.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2