Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Pemilik Zou Company


__ADS_3

Setelah menemui kedua tamunya, Zou Chen memutuskan pergi ke ruangan Nathan, melihat hasil yang didapatkan Jenni setelah satu jam menerima bimbingan dari Nathan soal semua yang berhubungan dengan bisnis.


Zou Chen tiba di ruangan Nathan, tapi dia hanya melihat dari luar dan hanya Nathan yang menyadari keberadaannya. “Wanitaku akan membuat kejatuhan keluarga Ling jauh lebih cepat dari yang aku rencanakan,” gumamnya, lalu dia pergi berlalu membiarkan Jennie menyelesaikan pelatihannya.


Menggunakan lift turun ke lantai satu, banyak orang yang memperhatikannya, terutama staf dan karyawan yang belum mengenal dirinya. Dia berangkat saat kantor masih sepi, dan dia juga belum melakukan perkenalan resmi di depan staf dan karyawan yang bekerja untuk Zou Company.


“Kau siapa? Kenapa bisa kau keluar dari lift khusus yang hanya boleh digunakan petinggi perusahaan?” tanya sorang pria dengan menunjukkan wajah arogannya. “Kenapa diam? Cepat jawab pertanyaanku!”


“Apa seperti itu cara kamu bertanya pada orang yang belum kamu kenal?” ujarnya sembari memberi tatapan sinis pada pria itu, tiba-tiba datang dua petugas keamanan yang pagi ini tidak terlihat saat dia datang, padahal seharusnya mereka tiba setidaknya satu jam sebelum dimulainya jam kerja.


“Kenapa ada orang asing yang membuat keributan di tempat ini? Apa kau tidak tahu peraturan di perusahaan ini yang melarang masuk orang yang tidak berkepentingan?” Dua petugas keamanan menatap Zou Chen yang masih terlihat begitu santai.


Zou Chen mengabaikan keberadaan mereka, dan bermaksud pergi. Akan tetapi salah satu petugas keamanan mencekal salah satu lengannya, dan mencoba memelintirnya.


“Apa kau yakin ingin melakukan itu padaku?” tanya Zou Chen.


“Jangankan memelintir, aku bahkan bisa mematahkan tanganmu kalau masih membuat keributan di tempat ini! Sekarang katakan padaku, kenapa kau membuat keributan di tempat ini?” bentaknya, sambil terus mencoba memelintir tangan Zou Chen yang belum juga dapat dia lakukan.


“Apa kamu pikir dapat mematahkan tanganku dengan kekuatanmu yang tidak seberapa?” cibir Zou Chen menunjukkan senyum meremehkan.


“Jawab saja pertanyaanku, sebelum aku kehilangan kesabaran dan membuatmu babak belur!” Petugas keamanan satunya mencoba memegang tangan Zou Chen yang masih bebas.


“Maaf aku tidak mengizinkanmu memegang tanganku.” Zou Chen dengan cepat melayangkan tendangan ke wajah petugas keamanan yang mencoba memegang tangannya.


“Kau juga sebaiknya melepaskan tanganku!” Zou Chen membanting petugas keamanan yang memegang tangannya.

__ADS_1


Setelah dua petugas keamanan tidak sadarkan diri karena perbuatannya, Zou Chen menghampiri staf yang baru saja bertindak arogan padanya, dan diwaktu bersamaan dari pintu masuk muncul sosok Lee Zhou dan Bella.


Staf itu ketakutan melihat sosok Zou Chen, melihat keberadaan Lee Zhou dan Bella, dia segera berlari mendekati mereka, “Tuan, Nona, orang itu membuat kekacauan, dan telah membuat pingsan dua petugas keamanan!”


Bella memberi tatapan malas pada staf itu, sementara Lee Zhou dengan senyuman di wajahnya, dia memegang bahu staf yang sudah mendapatkan penilaian buruk dari tuan mudanya.


Staf itu menelan saliva nya saat melihat senyum Lee Zhou yang terlihat mengerikan.


“Kamu tahu siapa orang yang kamu tuduh membuat kekacauan? Jangankan hanya membuat kekacauan, kalau dia ingin menghancurkan tempat ini, tidak satu orang pun dapat menghentikan keinginannya karena dia adalah Tuan Muda Zou Chen, pemilik tempat ini, dan orang yang membayar tinggi untuk setiap pekerjaanmu.” Lee Zhou meremas punggung staf yang wajahnya pucat pasi begitu tahu identitas orang yang baru dia singgung.


Banyak staf dan karyawan bernafas lega karena mereka memilih mengabaikan keberadaan seseorang yang keluar dari lift khusus, mereka sama-sama memiliki firasat buruk kalau mengganggu orang itu, dan firasat mereka terbukti kebenarannya setelah mendengar apa yang baru dikatakan Lee Zhou.


“Lee Zhou, singkirkan orang sepertinya, dan buat dia serta semua yang berhubungan dengannya menyesal kalau dia membocorkan rahasia perusahaan!” Bella mempercayakan masalah staf yang sudah menyinggung Zou Chen pada Lee Zhou, sementara dia pergi menghampiri tuan mudanya.


“Tuan Muda, apa mereka perlu di bereskan?” Bella menatap dua petugas keamanan yang belum sadarkan diri.


“Bagaimana kamu bisa pergi tanpa diriku?” ujarnya berjalan cepat kearah Zou Chen, dan tak lama dia sudah berdiri di sebelah prianya.


“Apa kamu sudah menyelesaikan semua yang diajarkan Nathan padamu? Ini belum genap satu jam, aku rasa kamu baru mengerti dasarnya saja, tapi karena bosan kamu memilih pergi menyusulku!”


“Kamu sangat tahu bagaimana aku cepat bosan dengan sesuatu yang membuatku hanya berdiam diri di satu tempat, untuk waktu yang lama.” Mengabaikan banyaknya orang yang mengarahkan pandangannya mereka ke arahnya, Jenni begitu saja memeluk lengan tangan kiri Zou Chen.


“Baiklah, sekarang kamu ingin aku membawamu pergi kemana, untuk mengusir kebosananmu?” Zou Chen menoleh, dan memandang Jenni yang sedang mendongak untuk melihat wajahnya.


Tiba-tiba Jenni membisikkan sebuah tempat yang biasanya hanya didatangi oleh mereka yang sudah resmi menjadi pasangan suami istri. “Apa itu sudah berakhir sampai kamu berani mengajakku pergi ke tempat itu?”

__ADS_1


Tampak raut wajah Jenni memerah menahan malu, “Pagi ini sudah selesai, aku rasa hari ini sangat tepat kalau kita ingin melakukan itu, tapi aku tidak akan memaksamu pergi kalau masih banyak pekerjaan yang harus kamu selesaikan,” ungkapnya, dengan sedikit menundukkan kepalanya.


Zou Chen membalas bisikkan Jenni, dengan membisikkan sesuatu yang membuat telinga wanita itu memerah, “Aku sangat ingin melakukannya, bahkan aku tidak sabar memiliki keturunan dari rahim kamu.”


“Apa kamu yakin ingin memilikinya di usia kita yang masih sangat muda?” Jenni berbalas bisikan sambil menahan rasa malu.


Tiba-tiba Zou Chen menariknya, dan membawanya pergi menuju parkiran mobil karena dia mulai risih dengan banyaknya orang yang mencuri pandang kearahnya.


“Jika kamu tidak keberatan dengan itu, kenapa harus menunggu memiliki banyak umur untuk memiliki seorang keturunan?”


Jenni terkesiap mendengar apa yang baru dikatakan Zou Chen, dia tentu tidak keberatan kalau harus menjadi seorang ibu di usia muda, tapi dia sedikit meragukan Zou Chen yang berusia dua tahun lebih muda darinya. Di usia yang jauh lebih muda, apa mungkin dia bisa menjadi sosok seorang ayah untuk anaknya?


“Aku tau kamu pasti ragu karena usiaku! Percaya padaku, aku bisa menjadi seorang ayah terbaik kalau itu benar-benar terjadi, tapi untuk sekarang, kita harus bersiap untuk malam yang panjang.” Zou Chen mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, dan mengarahkan ke tempat yang ingin didatangi Jenni.


“Sayang, apa kamu sudah memikirkan ini semua sejak tadi?” kata Zou Chen sembari menurunkan kecepatan mobilnya.


Jenni menoleh, memandang Zou Chen sambil memperlihatkan senyumannya, “Aku susah memikirkan ini sejak beberapa hari yang lalu,” ujarnya.


Jenni tiba-tiba menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya setelah mengatakan itu.


“Karena kamu sudah memikirkan ini sejak lama, aku berjanji malam ini akan ada malam yang panjang untuk dapat kita lalui bersama,” kata Zou Chen yang membuat Jenni semakin enggan membuka tangan yang menutupi wajahnya.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2