Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Sekumpulan Orang Bodoh


__ADS_3

Rumah sakit tempat Ling Feng Dirawat.


Menjelang malam keadaan rumah sakit nampak sepi, jarang terlihat orang berlalu lalang keluar masuk rumah sakit. Di beberapa sudut bangunan rumah sakit, nampak puluhan orang yang sengaja menyembunyikan keberadaan mereka.


Di rooftop bangunan rumah sakit, Zou Yao dan Lee Zhou terus mengamati pergerakan puluhan orang, yang perlahan mendekati rumah sakit.


Dari rooftop, keduanya dapat melihat senjata di tangan puluhan orang yang merangsek maju, dan sekarang jarak mereka hanya belasan meter dari gedung rumah sakit.


Zou Yao memberi perintah pada anak buahnya untuk menembak di tempat orang-orang yang memaksa masuk kedalam rumah sakit. Mendengar perintahnya, semua orang di tempat persembunyian mengarahkan senjata di tangan mereka, ke arah puluhan orang yang mengendap-endap masuk ke halaman rumah sakit.


“Sisakan satu orang dari mereka!” Suara Zou Yao terdengar di alat telekomunikasi yang melekat di telinga semua anggotanya.


Lee Zhou yang mencari pemimpin mereka, dengan sangat mudah menemukan keberadaan Jackson Tang dan Vanesa Zhu, di area parkir gedung tak jauh dari bangunan rumah sakit. Nampak keduanya sedang mengamati pergerakan orang-orang mereka.


Mengarahkan senapan runduk di tangannya, Lee Zhou mengunci keberadaan mereka, dan cukup dengan dua peluru dia yakin dapat menghancurkan isi kepala kedua orang itu.


Zou Yao yang sudah mengatur posisi anak buahnya, langsung mengabari Zou Chen yang berada di dalam kamar rawat Ling Feng tentang keberadaan orang-orang sisa oraganisasi Black Wolf, yang datang mengincar ayahnya.


Zou Chen memberi perintah sapu bersih organisasi Black Wolf, dan semua orang yang terlibat di dalam organisasi itu. Zou Yao tersenyum lebar mendengar perintah yang diberikan Tuan Mudanya.


°°°


Sepuluh menit berlalu. Anak buah Zou Yao telah memasang peredam di senjata, dan mulai menembak ke titik yang mempercepat kematian musuh. Bagian kepala dan dada menjadi dua titik yang menjadi sasaran tembakan mereka.


Zou Yao tidak lagi terlihat keberadaannya di rooftop, yang saat ini hanya ditempati Lee Zhou, tapi dari teleskop yang terpasang di senjatanya, Lee Zhou dengan jelas melihat pergerakan Zou Yao, yang hampir sampai di tempat berdirinya Jackson Tang dan Vanesa Zhu.


“Apa aku sudah boleh meledakkan isi kepalanya?” Lee Zhou berkomunikasi dengan Zou Yao menggunakan alat komunikasi jarak jauh.


“Lakukan saja! Lagian wanita itu tidak akan bisa pergi kemana-mana setelah kematian Jackson Tang,” balas Zou Yao.


“Baiklah, aku akan mempertemukan orang itu dengan kakaknya!”


Dor...


Sebutir peluru melesat memecah angin dan dengan kecepatan tinggi ujung tajamnya menghantam kepala Jackson Tang.


Bruk...


Pria itu roboh dengan darah segar mengalir keluar dari mulut, hidung, telinga, serta luka di bagian keningnya.


“Paman Yao, apa kamu berhasil menangkap wanitanya?”

__ADS_1


“Semua sudah terkendali, aku sudah mengamankannya, tapi setelah ini aku harus mandi sebersih mungkin karena tubuhku telah bersentuhan dengan wanita yang begitu menjijikkan!” balas Zou Yao.


“Apa Paman yakin dia semenjijikkan itu? Aku rasa masih banyak pria yang akan membayar untuk tubuhnya, kalau kita jual dia di tempat penjualan wanita!”


“Cih, hanya pria bodoh yang menginginkan wanita seperti ini!”


“Kalau Paman tidak ingin berlama-lama dengannya, bawa dia ke markas, dan lemparkan ke dalam penjara bersama putranya!” ungkap Lee Zhou.


“Lebih baik, biarkan si kembar yang menyeret wanita ini kedalam penjara.”


“Baiklah, aku akan menghubungi mereka, dan secepatnya meminta mereka datang ke tempat Paman,” balas Lee Zhou sembari tangannya mengambil ponsel dan menghubungi Xavi.


“Malam ini menjadi akhir dari organisasi Black Wolf. Sungguh sekumpulan orang bodoh yang menyerang, tanpa mencari informasi siapa yang menjadi musuh mereka,” gumam Lee Zhou, melirik puluhan anggota organisasi Black Wolf yang sudah bertemu dengan ajal mereka.


“Dengan begini, Black Wolf dan Black Rose dapat menjadi penguasa tinggal dunia bawah Kota Beijing. Walau masih ada organisasi lainnya, mereka tidak akan punya nyali berurusan dengan Black Mamba dan Black Rose, kecuali mereka ingin dihapuskan keberadaannya dari kota ini!”


Lee Zhou merapikan senjatanya, dan memasukkan senjata kesayangannya kedalam tas khusus, tidak berlama-lama setelah menyimpan senjatanya, Lee Zhou turun ke lantai bawah untuk mengawasi anak buah Zou Yao yang sedang melakukan pembersihan.


°°°


Ruang perawatan Ling Feng.


“Tuan Muda, wanita itu dalam perjalanan menuju markas!” kata Xavier.


“Aku akan segera kesana dan memulai pertunjukkan.”


“Kalau begitu, saya akan menyiapkan semuanya yang Tuan Muda butuhkan.”


Xavier mengakhiri panggilan telepon, kembali fokus meraba tubuh wanita di sebelahnya, mencari benda berbahaya yang bisa saja dia sembunyikan di bagian tertentu yang ada di tubuhnya.


Zou Chen tersenyum mendengar kabar tertangkapnya wanita yang beberapa jam terakhir menjadi target pencariannya.


“Sayang, ada apa denganmu? Kenapa tiba-tiba kamu senyum-senyum sendiri setelah menjawab panggilan telepon?” tanya Jenni.


“Apa kamu ingin ikut denganku memainkan sedikit permainan?” tanya balik Zou Chen.


“Malam-malam seperti ini, permainan apa yang bisa kita lakukan?” ujar Jenni.


“Ada satu permainan menarik, apa kamu ingin ikut?” Dua kali Zou Chen menanyakan hal yang sama.


“Hmmm ... baiklah, aku akan mengikuti permainanmu!” balas Jenni, penasaran dengan permainan seperti apa yang ingin dilakukan suaminya.

__ADS_1


“Kalau begitu, kita pergi ke markas sekarang!” ungkap Zou Chen.


Jenni menganggukkan kepalanya, “Aku akan ikut kemanapun kamu membawaku pergi!”


Zou Chen tersenyum mendengarnya, lalu dia berinisiatif meminta izin pada semua orang kalau dia dan Jenni ingin kembali ke Mansion di tepian hutan, tapi saat meminta izin, Ling Jia dan Ling Mei memaksa ikut mereka, dan pada akhirnya Zou Chen tidak sanggup menolak keinginan keduanya.


Zou Chen pun memilih menggunakan mobil yang dapat membawa mereka bertiga kembali ke mansion bersamanya, walau tiga orang itu belum tahu pasti apa yang akan dilakukannya begitu tiba di Mansion.


Satu jam berlalu, akhirnya mereka sampai di Mansion, dan Zou Chen memarkirkan mobilnya di parkiran belakang yang sudah penuh dengan mobil operasional Black Mamba dan Black Rose.


Membuka pintu dan keluar dari mobil, Zou Chen langsung saja menghampiri Jenni, lalu sambil bergandengan tangan keduanya masuk kedalam perjara, tepat dibelakang mereka ada Ling Jia dan Ling Mei, yang ikut masuk kedalam penjara karena rasa penasaran mereka.


“Kalian lihat ini dulu, sebelum aku membawa kalian masuk ke dalam ruang tahanan khusus!” Zou Chen menyerahkan ponselnya pada Ling Mei.


Menerima ponsel milik kakaknya, Ling Mei melihat layar ponsel di tangannya menunjukkan gambar sebuah video, yang siap di play.


Ling Mei pun segera menekan panel play, lalu video yang sangat jelas pengambilannya mulai menunjukkan gambaran dua sosok yang begitu dia kenal, sedang melakukan sesuatu pada mobil Ling Feng yang terlibat kecelakaan tunggal.


Ling Jia yang ikut melihat video di ponsel Zou Chen, dia bisa menenak siapa yang berada di dalam penjara khusus.


‘Entah kapan aku tidak lagi peduli pada mereka, sekalipun mereka adalah ibu dan kakakku’ ujarnya dalam hati.


Selesai melihat video, Ling Mei mengembalikan ponsel Zou Chen, “Ini sudah kelewatan!” gumamnya.


Mendengar itu Zou Chen menggeser layar ponselnya, dan kembali memberikan ponselnya pada Ling Mei, “Sebenarnya ini tidak pantas untuk kalian lihat, tapi aku rasa kalian perlu tahu seperti apa Ling Jun dan Vanesa Zhu yang sebenarnya,” ungkapnya.


Ling Mei dan Ling Jia kembali melihat video di ponsel Zou Chen, yang kali ini durasinya lebih panjang dari sebelumnya.


Hanya dua puluh menit video itu berjalan, keduanya benar-benar merasa jijik dengan apa yang baru mereka lihat, bahkan Ling Mei langsung mematikan ponsel Zou Chen.


Zou Chen tersenyum melihat ekspresi yang ditunjukkan keduanya. Dia sudah mengira kalau keduanya akan merasa jijik, bahkan dirinya juga merasakan hal yang sama. Jenni yang penasaran mengambil ponsel di tangan Ling Mei, lalu melihat beberapa video yang menunjukkan semua kelakuan Ling Qian dan Vanesa Zhu.


Jenni menjeda video dan begitu saja mengembalikan ponsel kepada Zou Chen, “Aku tidak menyangka mereka ibu dan anak dapat melakukan hubungan sejauh itu!” seru Jenni yang sulit percaya dengan apa yang baru dia lihat.


“Apalagi aku,” balas Ling Mei dan Ling Jia di waktu yang hampir bersamaan.


°°°


Bersambung...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2