
Zou Chen dan Jenni telah sampai universitas setelah pulang ke Mansion untuk mandi dan berganti pakaian. Kedatangan mereka disambut tatapan iri beberapa orang, tapi melihat mereka datang dengan berjalan kaki, tatapan iri segera berubah menjadi tatapan sinis, merendahkan orang yang mereka lihat.
“Abaikan saja keberadaan mereka,” ujar Zou Chen yang tidak sungkan menggenggam tangan Jenni.
Jenni tersenyum senang dengan perlakuan Zou Chen padanya, dan mengabaikan tatapan banyak orang yang tidak tau identitas asli pria yang sedang menggenggam tangannya. Kalau saja mereka tahu, mungkin banyak wanita yang akan iri dengan posisinya.
Sampai di depan kelas, keduanya melihat keberadaan lima orang yang sepertinya menunggu kedatangan mereka. Keduanya segera menghampiri mereka, sedangkan lima orang yang sejak tadi menunggu, merasa ada yang aneh saat melihat dua orang itu datang sambil bergandengan tangan. Hanya Ling Meilin yang merasa wajar dengan Zou Chen dan Jenni yang bergandengan tangan.
Mata mereka mengarah ke tangan Zou Chen dan Jenni yang saling menggenggam, seolah tidak ada yang ingin melepasnya. Semua orang segera tahu telah terjadi sesuatu diantara mereka, dan mereka ikut senang untuk mereka.
“Jangan lupa, makan-makan saat istirahat,” kata Hans, lalu dia masuk kedalam kelasnya.
Airin dan Lan Hua tiba-tiba mencubit pipi Jenni yang lumayan berisi. “Semoga langgeng sampai akhir hayat, dan jangan lupa undangan pernikahannya,” ujar Lan Hua. “Makan-makan nanti kalian yang traktir,” imbuhnya, lalu dia menarik Airin masuk ke dalam kelas.
“Jangan dulu membuat junior kalau belum dilegalkan hukum negara!” bisik Jerry di dekat telinga Zou Chen, sebelum dia masuk kedalam kelas.
Terakhir menyisakan Ling Meilin, yang menunjukkan senyum manisnya di depan kakak dan calon kakak iparnya.
“Dari dulu kalian memang terlihat cocok. Kak Jenni lebih pantas bersanding dengan Kakak Chen, dari pada bersanding dengan Kakak pertama yang hanya mencintai keindahan wanita,” ungkap Ling Meilin, yang tahu kalau Ling Jun menyukai Jenni, tapi dia tahu apa yang diincar orang itu.
°°°
Tiba jam istirahat pertama, Zou Chen, Jenni dan yang lainnya pergi ke kantin. Menuruti kemauan teman-temannya, kali ini Zou Chen yang akan membayar semua makanan yang mereka pesan. Adanya Ling Meilin, membuat diam orang-orang yang biasanya menghina mereka.
“Kalian boleh makan sepuasnya, pesan dan ambil semua makanan yang kalian inginkan.” ungkap Zou Chen setelah duduk di tempat yang biasa ditempatinya.
“Kalau begitu aku tidak akan sungkan, maaf saja sepertinya kamu akan bangkrut hari ini,” ujar Hans yang langsung pergi memesan makanannya.
Lan Hua, Airin dan Jerry pergi menyusul Hans, sambil membawa sebuah kartu pemberian Zou Chen. Jerry yang menerima kartu berwarna hitam dengan garis-garis berwarna keemasan, semakin penasaran dengan identitas asli Zou Chen, dan apa hubungannya dengan Ling Meilin yang merupakan putri kesayangan Keluarga Ling.
Selesai memesan makanan dan membayar semua makanan menggunakan kartu di tangannya, Jerry kembali ke tempat duduknya, dan mengembalikan kartu yang dipinjamkan Zou Chen. Yang lainnya terkejut saat melihat jenis kartu limited edition, yang hanya dimiliki orang-orang berpengaruh, dan di seluruh dunia hanya ada dua puluh jenis kartu seperti itu.
__ADS_1
Kartu itu tidak mungkin palsu, karena ada peraturan internasional, yang akan memberi hukuman mati pada siapapun pemalsu kartu yang menjadi identitas orang atau keluarga berpengaruh.
Di Kota Beijing, atau bahkan di seluruh negeri, hanya ada dua orang yang memiliki kartu itu. Satu orang adalah pemimpin keluarga Ling, Ling Feng, dan satu lagi pemilik Zou Company yang identitasnya sampai saat ini belum ada yang mengetahuinya.
‘Zou Chen! Hah, harusnya dari awal aku sudah mengetahuinya’ ujar Hans dalam hati.
Zou Chen tersenyum saat melihat semua temannya diam, lalu dia berkata. “Aku tau apa yang ada di pikiran kalian, dan ya itu aku. Namun maaf, diam-diam aku sudah menyelidiki identitas kalian, dan supaya adil aku juga menunjukkan identitasku pada kalian.”
“Jadi, kamu sudah tau identitas kami semua?” tanya Lan Hua.
Anggukan kepala Zou Chen menjawab pertanyaannya Lan Hua. “Rahasia kalian aman di tanganku, dan aku harap kalian juga menjaga rahasiaku.”
Hans, Lan Hua, Airin dan Jerry menganggukkan kepalanya, mereka tidak menyangka kalau semua orang di dekat mereka sama-sama memiliki rahasia, yang mungkin dapat menggemparkan universitas kalau rahasia itu terbongkar.
Sekarang mereka semua menikmati makan dengan tenang.
Ling Meilin terlihat begitu dekat dengan Jenni, membuat banyak orang mulai iri dengannya yang bisa dekat dengan salah satu putri keluarga Ling.
°°°
Sore hari, di gerbang universitas.
Zou Chen dan Jennie menemani Ling Meilin yang menunggu mobil jemputan nya. Setelah cukup lama menunggu, sebuah mobil berhenti di dekat mereka, tapi sosok yang keluar dari mobil bukanlah sosok yang ingin dilihat ketiganya.
“Kebetulan kakak lewat daerah sini, jadi sekalian menjemputmu,” ujar Ling Jun, tapi pandangan matanya segera teralihkan pada sosok Jenni yang berada di sebelah adiknya.
Namun saat dia ingin menyapa, kedua matanya melihat tangan wanita itu sedang menggenggam tangan pria di sampingnya.
“Jenni, lama tidak bertemu. Bagaimana, apa kamu sudah memikirkan tawaranku waktu itu? Demi masa depan ketiga adikmu, aku yakin kamu telah mengambil keputusan untuk menerima tawaranku.” katanya begitu yakin.
Akan tetapi jawaban Jenni tak sesuai dengan keyakinannya.
__ADS_1
“Maaf Tuan Ling Jun, aku menolaknya, dan masa depan ketiga adikku sudah terjamin tanpa uang darimu.”
Ling Jun terlihat tidak menyukai jawaban yang diberikan Jenni, lalu dia berkata sambil menatap Zou Chen yang acuh dengan keberadaannya.
“Lepaskan tanganmu dari tangan wanitaku, sebelum aku mematahkannya!”
“Siapa yang kamu maksud dengan wanitamu? Maaf saja, saat ini aku sedang memegang tangan wanita yang sudah menjadi milikku!” balas Zou Chen tegas.
Ling Jun membuka lebar matanya menatap Zou Chen.
“Apa kamu tidak tau sedang berhadapan dengan siapa?” ujar Ling Jun.
“Aku tidak peduli siapa Anda, tapi kalau ada yang ingin mengambil apa yang sudah menjadi milikku, tentu aku tidak akan tinggal diam!” Zou Chen membalas tatapan Ling Jun, menunjukkan kalau dia tidak takut dengan sosoknya.
“Putra pertama keluarga Ling, jangan kamu pikir semua orang takut denganmu atau dengan keluarga Ling mu. Aku tahu saat ini keluarga Ling sedang mengalami kemunduran akibat kalah bersaing dengan Zou Company, dan di dunia bawah kalian juga sedang mendapat tekanan dari kelompok baru, yang belum lama ini muncul,” ujar Zou Chen.
Sulit untuk tidak terkejut saat rahasia besar keluarganya diketahui oleh orang yang tidak dia kenal, tapi setelah memperhatikan wajah Zou Chen dan mengingat sosoknya, dia teringat sosok pemuda yang dia temui di kantor Zou Company.
Ling Jun mulai sadar siapa sosok pria di depannya.
“Aku harap Anda tidak lagi mengganggu kehidupan wanitaku, ini peringatan pertama dan terakhir. Kalau Anda masih melakukan itu, jangan salahkan kalau ada bencana besar yang menimpa keluarga Ling, dan bencana itu berawal dari kesalahan Anda!” ancam Zou Chen, lalu dia membawa pergi Jenni menuju mobil yang berhenti di depan mobil Ling Jun.
“Lebih baik Kakak tidak berurusan dengan mereka! Aku merasa firasat buruk hanya dengan melihat sorot matanya,“ ujar Ling Meilin sembari masuk kedalam mobil.
“Penuh dendam dan kemarahan, mata itu seolah dapat membunuhku. Sial! Kenapa juga ada sosok sepertinya di sisi Jenni?” Ling Jun masuk kedalam mobil, tapi dia masih bertekad mengambil Jenni dari sisi Zou Chen.
°°°
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1