Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Mobil Zou Chen baru saja berhenti di parkiran belakang mansion, dengan santai dua orang keluar dari dalam mobil, melihat keadaan mobil yang yang dipenuhi bekas tembakan.


Zou Chen mendekati Jenni dan langsung saja dia mencium kening wanita yang begitu dia cintai, “Keberuntungan masih menyertai kita, sampai akhirnya sampai di tempat ini tanpa terluka,” ungkap Zou Chen dengan suara lembut sembari menempelkan keningnya dengan kening Jenni.


Tersenyum dengan apa yang diungkapkan kekasihnya, tanpa canggung Jenni mencium bibir Zou Chen yang tepat berada di depan bibirnya.


Mereka hanya melakukan ciuman singkat, sebelum akhirnya Yun Shui dan yang lainnya keluar dari mansion, melihat keadaan mereka.


Seketika mata semua orang melebarkan kedua matanya melihat keadaan mobil Zou Chen, tapi mereka bersyukur karena dua orang yang mereka khawatirkan dalam keadaan baik-baik saja.


Memeluk bergantian putra dan menantunya, Yun Shui sangat bersyukur pada Dewa yang masih melindungi keduanya.


Di dalam mansion.


Setelah menunjukkan keadaan mereka baik-baik saja pada semua orang, Zou Chen dan Jenni sudah berada di dalam kamarnya. Jenni sedang membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi sementara Zou Chen sedang menunggu laporan dari Zou Gao tentang orang-orang yang baru menyerangnya.


Akan tetapi, belum juga mendapat laporan dari Zou Gao, Jenni sudah lebih dulu keluar dari kamar mandi, dan sekarang giliran dirinya yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


“Sayang, Paman Gao sudah menunggu kita di ruang makan,” panggil Jenni dari luar kamar mandi.


Zou Chen yang sudah selesai, keluar dari kamar mandi.


“Iya sayang, tunggu sebentar“ balasnya dengan senyum lembut di wajahnya.


Zou Chen begitu saja membuka handuk yang menutupi bagian bawahnya, dan memakai pakaiannya yang sudah di siapkan Jenni.


Jenni tersenyum saat kekasihnya justru lebih dulu menutup bagian atas tubuhnya.


Jenni mendekati Zou Chen, lalu membantunya memakai ****** *****, “Entah kenapa saat seperti ini dia terlihat menggemaskan.” Jenni mengelus milik Zou Chen sebelum menyembunyikannya kedalam ****** *****.


“Bukannya kamu lebih suka saat dia berdiri tegak dan masuk kedalam milikmu?” Zou Chen tersenyum, lalu menarik Jenni kedalam pelukannya.


“Jangan sekarang! Paman Zou Gao dan yang lainnya sudah menunggu kita.”


“Aku tahu, masih banyak waktu untuk melakukan itu,” balasnya sambil mendaratkan ciuman singkat ke bibir Jenni.


Zou Chen segera merapikan pakaiannya, dan bersiap turun menemui yang lainnya.


“Apa kamu sudah siap? Kalau sudah, sebaiknya kita cepat turun dan menemui mereka!” kata Zou Chen.


“Sudah, yuk turun!” Jenni menggandeng lengan Zou Chen, dan bersama-sama keduanya keluar dari kamar.

__ADS_1


“Aku penasaran, apa Paman berhasil menangkap mereka?” ungkap Zou Chen melangkahkan kaki menuruni tangga melingkar menuju lantai pertama.


“Semoga saja Paman berhasil menangkap mereka,” balas Jenni memeluk erat lengan kanan Zou Chen, mengikuti setiap langkahnya.


Zou Chen menoleh melihat Jenni dengan senyuman di wajahnya, “Kalaupun kali ini mereka berhasil melarikan diri, masih ada hari lain untuk menangkap mereka.”


Jenni hanya tersenyum merespon apa yang dikatakan Zou Chen.


“Tuan Muda,” sapa Zou Gao dengan sedikit menundukkan kepalanya, saat Zou Chen dan Jenni sampai diruangan santai yang berada di lantai pertama.


Zou Chen mengangguk lalu duduk di sofa yang tersedia untuk mereka.


“Maaf Tuan Muda, kami gagal menangkap mereka, tapi mereka juga gagal melarikan diri.” Zou Gao menunjukkan foto mobil Zhang Yu Xi yang mengalami kecelakaan, “Kecil kemungkinan mereka selamat dalam situasi seperti itu,” ungkapnya.


“Aku tidak menyangka mereka justru berakhir dengan begitu mengenaskan,” kata Zou Chen melihat apa yang menimpa Zhang Yu Xi.


“Paman, bagaimana dengan pihak kepolisian? Apa mereka akan mendatangi tempat ini dan mengusut kejadian yang baru kami alami?” tanya Jenni yang malas berhubungan dengan pihak kepolisian.


Zou Gao menggeleng, lalu berkata, “Lee Zhou telah mengurus semuanya, dan saya pastikan hanya polisi bodoh yang mendatangi tempat kita.”


Jenni tersenyum senang, “Sepertinya aku harus berterimakasih pada Kakak Zhou karena dia membuat polisi tidak datang ke tempat ini!”


“Paman, apa makan siang sudah siap? Sepertinya sudah waktunya makan siang,” Zou Chen melihat jam di dinding, yang sudah menunjukkan waktu makan siang.


Mendengar itu, Zou Chen dan Jenni segera saja menuju ruang makan, dengan Zou Gao yang berjalan mengekor di belakang mereka.


°°°


Selesai makan siang bersama anggota keluarganya, yang kali ini lebih lengkap dengan keberadaan Ling Fenb. Semua orang saat ini berkumpul di ruang keluarga, membahas acara pernikahan Zou Chen dan Jenni.


Yun Shui dan yang lainnya mendengar rencana Zou Chen dan Jenni yang ingin menggelar pesta pernikahan sederhana, tapi masih terkesan elegan dan mewah.


Jenni yang memang tidak menginginkan pesta mewah untuk pernikahannya, mengatakan kalau rencana itu semua berasal darinya, dan Zou Chen hanya mengurus kuota seratus orang yang akan hadir di acara pernikahan mereka.


“Sayang, bukannya seratus orang itu terlalu sedikit?“ ungkap Yun Shui.


Zou Chen tersenyum mendengar itu, “Ibu, aku hanya ingin mengundang orang-orang penting saja, dan lagi ada tamu khusus dari keluarga Zou yang akan menambah ramai pesta pernikahan di tempat ini,” balasnya.


“Lalu bagaimana dengan keluarga Yun dan Ling, apa kamu tidak ada rencana mengundang keluarga Ibu dan Ayah kamu?” tanya Yun Shui.


Zou Chen mengangguk pelan, “Aku sudah mengirim undangan Paman Yun Bo, dan Bibi Yun Sili. Paman Ling Xin juga sudah aku beri undangan. Undangan yang sama juga sudah aku kirim ke kediaman keluarga Ling.”

__ADS_1


“Aku sudah menerima undangannya beberapa hari yang lalu,” ungkap Ling Feng.


“Masalah gaun pengantin dan undangan sudah selesai, sekarang giliran dekorasi mansion ini. Kira-kira siapa yang kamu tugaskan merias tempat ini?” lagi Yun Shui bertanya.


“Kakak, bagaimana kalau aku dan Kakak Jia yang menghias mansion ini?” kata Ling Mei.


“Apa kalian yakin dapat melakukan itu?” tanya Zou Chen.


“Apa Kakak lupa seberapa cerdas kami? Menghiasi mansion ini tidak akan memakan waktu lama.” Ling Mei terlihat begitu percaya diri.


“Kalau begitu, masalah menghias tempat ini aku serahkan pada kalian,” balas Zou Chen.


“Kalau begitu, biar Ibu yang menyiapkan makanan dan minuman,” ungkap Yun Shui.


“Lalu, apa yang bisa aku lakukan?” tanya Ling Feng, tidak tahu apa yang harus dia lakukan, sementara yang lainnya sudah punya pekerjaan masing-masing.


“Cukup duduk dan nikmati saja jalannya pesta,” kata Zou Chen yang tak lagi terlihat dingin pada Ling Feng.


“Ayang cukup duduk saja, lagian luka di tubuh Ayah juga belum sembuh sepenuhnya. Jangan terlalu memaksakan diri,” ungkap Jenni.


“Dengan begini kita tinggal mempersiapkan semuanya,” kata Ling Mei.


“Tunggu dulu! Kita mau memakai pakaian seperti apa saat pernikahan Chen kecil?” tanya Ling Jia yang masih saja manggil Zou Chen dengan panggilan masa kecilnya.


“Bagaimana kalau kalian semua besok pergi ke butik tempat aku memesan gaun dan pakaian pengantin? Aku rasa kalian akan mendapatkan pelayanan terbaik di tempat itu,” ungkap Zou Chen menunjukkan alamat butik yang dia maksud.


Semuanya setuju untuk memesan pakain di butik itu. Dengan begitu semua persiapan pernikahan telah selesai dan tinggal melakukan apa yang harus dikerjakan.


Zou Chen pergi ke pinggiran kolam renang, setelah semua persiapan acara pernikahannya, sudah dipegang orang yang tepat, walau dia tetap menyuruh Bella untuk membantu pekerjaan Ling Mei dan Ling Jia.


“Sayang, apa kamu tidak ingin klikut berenang bersama kami?” panggil Jenni yang sedang berenang bersama Ling Jia dan Ling Mei.


Cuaca siang ini cukup panas, jadi waktu yang tepat untuk berenang.


Dengan gerakan lambat, Zou Chen menggelengkan kepalanya, “Aku hanya akan duduk di tempat ini, menikmati keindahan yang tidak akan dapat dinikmati pria lainnya,” kata Zou Chen mengakui wanita di depannya adalah keindahan yang sesungguhnya, terlebih untuk Jenni.


‘Tidak akan ada yang sanggup menandingi keindahan wanitaku, sekalipun dewi di surga turun ke dunia ini’ ungkapnya dalam hati.


Zou Chen pada akhirnya hanya bermain air di pinggir kolam renang, membiarkan para wanita menikmati kebersamaan mereka.


°°°

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2