Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Melihat Warisan


__ADS_3

Jangan lupa like nya, terimakasih...


°°°


Hari sudah berganti.


Pagi ini, Zou Chen dan Jenni sudah berada di restoran menunggu kedatangan teman-teman mereka.


Jam di dinding restoran menunjukkan pukul sembilan pagi, saat Hans dan tiga orang lainnya sampai di restoran, dan disambut senyuman sepasang kekasih yang sebentar lagi resmi menjadi pasangan suami istri.


Setelah mereka berempat duduk Zou Chen memanggil pelayan untuk mencatat apa saja yang diinginkan teman-temannya. Dia dan Jenni ikut memesan makanan, karena sebelumnya mereka hanya memesan minuman.


Obrolan santai mereka lakukan sambil menunggu makanan dan minuman yang sudah di pesan, tapi obrolan santai mereka tak jauh dari acara pernikahan Zou Chen dan Jenni.


Tawa silih terganti terdengar dari tempat mereka, karena berada di tempat umum, mereka menahan diri untuk tidak lepas menyuarakan tawanya, walau pada akhirnya sesekali meleka tak bisa menahan diri dan tertawa cukup keras.


Beruntung pagi ini keadaan restoran masih sepi, jadi tidak ada yang terganggu dengan tawa mereka.


“Kalian harus datang ke acara pernikahan kami! Kebetulan aku juga sudah mengundang orangtua kalian, jadi tidak ada alasan untuk kalian tidak datang ke acara pernikahan kami!” ungkap Zou Chen.


Keempat temannya tentu tidak akan melewatkan pesta pernikahannya, apalagi setelah keluarga mereka mendapat bantuan dana melimpah dari Zou Company, yang semakin membuat berkembang perusahaan keluarga mereka.


Lagian mereka adalah teman baik, sangat tidak mungkin bagi mereka berempat melewatkan pernikahan Zou Chen dan Jenni.


“Kami pasti datang, dan membawakan hadiah spesial untuk kalian,” kata Hans bersamaan dengan datangnya makanan dan minuman pesanan mereka.


Merasa cukup mengobrol, mereka berenam dengan tenang menikmati acara makan bersama, yang sudah beberapa waktu ini tidak mereka lakukan.


°°°


Siang hari setelah menyelesaikan makan bersama teman-temannya, Zou Chen dan Jenni pergi ke kediaman leluhur keluarga Ling setelah menjemput Ling Feng dan Yun Shui.


Dengan pengawalan ketat lima mobil anggota Black Mamba dan Black Rose, Zou Chen memacu mobilnya ke kediaman tempat dulu dia dilahirkan.

__ADS_1


‘Aku penasaran, kira-kira benda apa yang diwariskan kakek padaku!’ ungkapnya dalam hati.


Setelah melewati jalan berliku-liku dan beberapa kali naik turun gunung, akhirnya mereka sampai di kediaman, yang bentuknya sama dengan bangunan istana di zaman Kekaisaran.


“Udara di tempat ini masih segar seperti hari terakhir aku tinggal di tempat ini,” ungkap Zou Chen keluar dari mobil, melangkahkan kaki mendekati gerbang yang dijaga dua penjaga yang masing-masing dibekali sebuah senapan serbu.


Cukup berjalan sebanyak lima langkah, untuk membuat dirinya berdiri di depan salah satu penjaga.


Zou Chen menunjukkan identitas aslinya sebagai Tuan Muda keluarga Ling pada pria di depannya, yang membuat penjaga itu seketika berlutut setelah memastikan keaslian kartu Identitas milik Zou Chen. Zou Chen yang tidak suka ada orang berlutut di depannya, segera dia meminta orang itu bangkit berdiri.


“Apa kami boleh masuk?” tanya Zou Chen dengan Jenni berdiri di sebelah kanannya, dan ada Ling Feng serta Yun Shui di sebelah kirinya.


“Tuan Muda, Nyonya Shui dan Tuan Feng boleh boleh masuk, tapi untuk Nona ini …” kata-katanya terputus saat mendengar suara Zou Chen.


“Wanita ini kekasihku, dan besok kami resmi menjadi pasangan suami istri. Apa kamu ingin melarangnya ikut denganku?” Zou Chen menatap tajam pria di depannya.


Bukannya takut, pria itu justru tersenyum saat Zou Chen menatapnya, karena cara Zou Chen menatap sama persis dengan Tuan yang dulu dia layani.


“Kalian tunggu kamu di bangunan sebelah!” kata Zou Chen pada anggota Black Mamba dan Black Rose.


Dengan tangan kanan berada di pelukan Jenni, Zou Chen melangkah masuk ke halaman kediaman, dan dia harus berjalan kurang lebih seratus meter untuk sampai di kediaman utama.


Kendaraan apapun dilarang menasuki kediaman, sekalipun hanya beberapa meter di halaman kediaman.


“Tidak ada yang berubah dari tempat ini sejak beberapa tahun yang lalu!” ungkap Yum Shui yang teringat kapan terakhir kali dia datang ke kediaman yang sempat menjadi tempat tinggalnya selama beberapa tahun, sebelum Ling Feng memutuskan untuk mengasingkan Zou Chen ke London.


Mereka akhirnya sampai di kediaman utama, dan kembali mereka menemukan keberadaan penjaga di tempat itu.


“Dari sini, biar Ayah yang menunjukkan jalan, membawa kalian ke tempat kakek meletakkan apa yang dia wariskan padamu!” ungkap Ling Feng berjalan di depa sebagai penunjuk jalan.


Zou Chen dan dua wanita di sebelah kanan dan kirinya hanya diam, dan terus saja mengikuti arah yang dituju Ling Feng.


Ling Feng membawa mereka ke ruangan khusus yang berada di bagian paling belakang kediaman utama, dimana semua orang menganggap tempat itu adalah gudang, tempat menyimpan barang-barang yang yang hanya akan dikeluarkan saat diadakannya acara khusus di kediaman utama.

__ADS_1


Ling Feng membuka pintu ruangan yang memang tidak terkunci, melangkah masuk dan terus berjalan menuju lemari buku berukuran besar, yang dengan mudahnya bergeser setelah dia menarik salah satu buku.


“Di sinilah semua yang diwariskan kakek padamu di simpan.”


Ling Feng menunjuk pintu tersembunyi di balik lemari buku, lalu dengan kunci berwarna kuning keemasan dia membuka kunci pintu di depannya.


Ketika pintu terbuka dan lampu di dalamnya secara otomatis menyala, Zou Chen dan yang lainnya melihat ruangan seluas delapan kali delapan meter yang berisikan tumpukan emas batangan, dan beberapa peti yang belum diketahui apa isinya.


“Semua ini adalah milikmu, dan tak ada orang lain yang berhak memilikinya selain dirimu!” ungkao Ling Feng yang sedikitpun tidak berminat mengambil apa yang menjadi milik Zou Chen.


“Bukannya kakek terlalu berlebihan? Lihat semua ini, Kira-kira butuh berapa generasi untuk menghabiskan semua ini?”


“Apa kakek ingin membuatku menjadi seorang pemalas dengan memberikan semua ini padaku? Ayah, sebaiknya kamu ambil beberapa barang emas itu untuk memulihkan keadaan Ling Company! Anggap saja itu kompensasi dariku, yang dengan sengaja menyeret Ling Company ke jurang kehancuran.”


“Aku sudah tua, ingin istirahat menikmati waktu tuaku. Tanpa campur tanganmu, tetap saja Lung Company akan runtuh, dan itu semua karena kesalahanku yang terlalu percaya pada mereka yang dengan perlahan mendorongku menuju jurang kehancuran.”


Pagi ini saat sarapan bersama, Ling Feng bersujud di depan Zou Chen dan Yun Shui, berharap keduanya memaafkan kesalahan yang dia lakukan di masa lalu.


Yun Shui sendiri sudah lama memaafkan kesalahan Zou Chen, tapi dia tidak ingin berada di dekatnya selama masih ada Vanesa Zhu, si wanita ular.


Untuk Zou Chen, setelah mendapatkan bujukan dari Jenni yang selalu meminta dirinya memaafkan kesalahan ayahnya, pagi ini dia akhirnya mau menerima maaf ayahnya, bahkan dia mulai menghilangkan sikap dinginnya pada pria yang mulai pagi ini kembali dia panggil dengan sebutan ayah.


Zou Chen sejenak terdiam mendengar ayahnya tak lagi memiliki keinginan membangun kembali Ling Company.


“Ehmm, kalau memang itu yang menjadi keinginan Ayah, aku tidak bisa memaksa, dan memang sudah seharusnya posisi orang tua digantikan oleh yang lebih muda!” ujar Zou Chen.


Yun Shui, dan Jenni tersenyum melihat Zou Chen benar-benar sudah merubah sikapnya pada Ling Feng.


Sementara Ling Feng, dia selalu ingin meneteskan air mata saat mendengar Zou Chen memanggilnya ayah.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2