Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Pesta Pernikahan


__ADS_3

Jangan lupa like nya, terimakasih...


°°°


Tempat sembahyang.


Saat matahari mulai condong ke arah barat, dimulailah prosesi pernikahan Zou Chen dan Jenni, yang diawali dengan upacara sembahyang, menghormati Dewa, alam, para leluhur, serta orang tua kedua mempelai.


Selesai upacara sembahyang, kedua mempelai ke mansion, untuk melakukan penghormatan pada orang-orang yang dituakan di keluarga mereka.


Menyelesaikan dua prosesi awal, sekarang masuk prosesi selanjutnya, prosesi pemberkatan yang akan dilakukan pemuka agama yang sudah menjadi bagian dari keluarga Zou.


Dengan selesainya prosesi pernikahan, kini Zou Chen dan Jenni telah resmi menjadi pasangan suami istri yang berbahagia, dan pesta pernikahan dimulai begitu semua prosesi terselesaikan.


°°°


Malam hari, di mansion Zou Chen.


Suasana mansion mulai ramai saat tamu undangan mulai berdatangan menghadiri pesta, sedangkan saat prosesi pernikahan, hanya ada keluarga dan orang-orang terdekat yang menemani Zou Chen dan Jenni, termasuk keempat teman mereka.


Petugas keamanan yang dipimpin langsung oleh Zou Yao dan Lee Zhou, semakin memperketat penjagaan dengan semakin banyaknya tamu terus berdatangan, walau jumlah tamu tak lebih dari 200 orang.


Selain di sekitaran dan di dalam mansion, pengamanan juga dilakukan di radius lima kilometer dari mansion.


Di ruangan tengah tempat diadakannya pesta, tamu-tamu yang berdatangan tak henti mengucapkan selamat atas pernikahan Zou Chen dan Jenni, tapi tamu undangan merasakan keanehan saat melihat keberadaan Ling Feng dan Yun Shui, yang begitu dekat dengan kedua mempelai.


Akan tetapi mereka memilih bungkam, karena tidak ingin menyinggung keberadaan Zou Chen, Tuan Muda keluarga Zou yang identitasnya masih sangat misterius, dikarenakan sampai detik ini belum ada yang tahu siapa orangtuanya.


Sejak dimulainya pesta, Jenni benar-benar menunjukkan dirinya adalah wanita yang tepat untuk Zou Chen, dengan senantiasa berada di dekatnya, ikut menyambut kedatangan tamu undangan, walau dia sudah cukup kelelahan.


Zou Chen sendiri sebenarnya tidak terlalu menyukai sebuah pesta, tapi karena ini pesta pernikahannya dan merupakan hari bahagia baginya serta Jenni, dia terus saja tersenyum, menunjukkan kalau dirinya benar-benar bahagia.


Setelah menyambut seluruh tamu dan menerima ucapan selamat dari mereka, akhirnya Jenni bisa duduk, mengistirahatkan tubuhnya.

__ADS_1


Istirahat kurang dari sepuluh menit, Zou Chen dan Jenni kembali berdiri untuk melakukan sesi foto bersama keluarga, orang-orang terdekat, teman-teman mereka, serta beberapa tamu yang mendapat kesempatan foto bersama mereka.


Zou Chen, Jenni, dan keempat teman mereka segera pergi ke taman, setelah sesi foto berakhir.


“Karena kalian sudah menikah, tidak ada salahnya kalian datang ke pesta pernikahan kami, yang rencananya akan tampil sederhana seperti pernikahan kalian,” kata Hans menyerahkan undangan pernikahannya dengan Lan Hua, dan diikuti Jerry yang menyerahkan undangan pernikahannya dengan airin.


Dari tanggal yang tertulis di undangan keduanya, pesta pernikahan mereka hanya selisih dua hari, atau berjarak dua minggu dari pernikahan Zou Chen dan Jenni.


Zou Chen segera saja bergantian menjabat tangan Hans dan Jerry, “Aku tidak menyangka, ternyata kalian sama denganku, tidak ingin berlama-lama menunda pernikahan, disaat jodoh sudah ada di depan mata,” ungkapnya.


Sedangkan para wanita, mereka justru berpelukan, dan saling berbagi kebahagiaan yang mereka rasakan, “Semoga anak-anak kita kelak mengikuti jejak pertemanan kita,” kata Jenni, yang tentu di setujui dua wanita yang sudah lama menjalin pertemanan dengannya.


“Aku tidak sabar melihat kita-kita menjadi seorang Ayah,” kata Hans yang seketika membuat merah wajah Lan Hua.


Saat mereka menikmati waktu kebersamaan, Ling Jia dan Ling Mei bergabung dengan mereka, dan semakin menambah keramaian di taman yang dihiasi kerlap kerlip lampu hias.


“Selain di dalam, tempat ini ternyata juga indah,” ungkap Hanna, yang datang bersama Zou Gao.


Beberapa tamu lainnya juga mulai berdatangan ke taman, karena taman mewah mansion Zou Chen juga dijadikan salah satu lokasi pesta, bahkan hidangan yang sama juga tersedia di meja besar, dekat air mancur mini di tengah-tengah taman.


Zou Chen mengulurkan tangannya kearah Jenni.


“Sayang, maukah kamu berdansa denganku?” tanya Zou Chen dengan suara lembut, yang membuat meleleh hati wanita yang mendengarnya.


Menganggukkan Kepala, Jenni meraih tangan Zou Chen, lalu berdiri dengan anggunnya, “Sayang, maaf kalau aku tidak terlalu mahir dalam berdansa!” ungkap Jenni malu-malu.


Zou Chen tersenyum, lalu berbisik, “Kita lakukan secara perlahan.”


Keduanya mukai berdansa mengikuti irama musik, yang terdengar lembut, menambah keromantisan malam pernikahan mereka.


“Kakak, aku juga ingin berdansa, bagaimana kalau kakak yang menemaniku berdansa?” pinta Ling Mei menatap penuh harap Ling Jia.


Ling Jia menggeleng, “Hanya pria dan wanita yang boleh turun ke lantai dansa,” ungkapnya, yang tanpa sengaja terdengar pria tampan di belakangnya.

__ADS_1


“Nona Jia, maukah malam ini kamu berdansa denganku?” sapa Nathan, pria tampan yang sejak beberapa saat yang lalu bersiri di belakang Ling Jia.


Sejenak Ling Jia terpesona dengan ketampanan wajah Nathan, walau tak sebanding dengan ketampanan adiknya, tapi entah kenapa dadanya berdebar-debar saat Nathan mengulurkan tangan, mengajaknya bercanda.


Setelah beberapa saat terdiam, Ling Jia menyambut uluran tangan Nathan, dan turun ke lantai dansa bersama pria yang belum kenal dekat dengannya.


“Ternyata Nona Jia jauh lebih cantik saat berda sedekat ini,” puji Nathan yang sudah terpesona dengan sosok Ling Jia sejak pertama kali melihatnya di acara pesta makan malam, di kediaman keluarga Ling.


Ling Jia hanya tersenyum malu mendengar pujian pria, yang sudah membuat dadanya berdebar-debar, bahkan wajahnya terasa panas saat kedua matanya bertemu dengan mata biru muda milik Nathan.


‘Apa dia jodoh yang dikirimkan Dewa untukku?’ tanya Ling Jia dalam hatinya.


Keduanya terus berdansa, bahkan mereka berhasil menyita perhatian banyak orang, tentunya setelah tokoh utama dalam pesta.


“Aku memang masih kecil, tapi setidaknya aku ingin menikmati pesta dansa seperti mereka.” Ling Mei menggerutu saat tidak ada yang mengajaknya berdansa, padahal kecantikan dan keindahannya malam ini sebanding dengan tokoh utama wanita, dan Ling Jia yang seorang aktris ternama.


“Nona manis, maukah kamu berdansa denganku?” sapa pria berambut coklat, yang usianya sepantaran dengan Ling Mei.


Ling Mei menoleh, melihat pemilik suara yang baru menyapanya, “Pieter, bagaimana kamu bisa ada di sini?” Ling Mei terkejut dengan kedatangan pria yang sudah dua tahun ini resmi menjadi tunangannya.


“Kakak ipar mengundangku lewat rekan kerja Ayah, yang ternyata Ayah angkat kakak ipar.” Pieter menunjuk James yang sedang menikmati waktu kebersamaan dengan Ling Feng, teman baiknya saat masih kuliah di London.


“Dunia benar-benar sempit!” ungkap Ling Mei.


Pieter mengulurkan tangannya, “Mari kita habiskan malam bersama, gadis kecilku!” katanya, yang sudah cinta mati dengan Ling Mei, dan sebaliknya Ling Mei juga sudah jatuh cinta dengannya.


Ling Mei mengangguk, sembari menyambut uluran tangan Pieter, lalu keduanya turun ke lantai dansa, menggerakkan kaki dan tubuh seirama dengan suara musik.


“Sayang, lihat sekeliling kita! Sepertinya mereka juga menikmati malam ini dengan kebahagiaan, sama seperti yang kita rasakan,” ungkap Zou Chen, lalu dia mencium kening Jenni, sambil terus berdansa mengikuti irama musik.


Kebahagiann Jenni malam ini begitu lengkap, walau tanpa keberadaan kedua orangtuanya, ‘Ayah, Ibu, aku sudah menemukan kebahagiaanku di dunia ini, semoga kalian senantiasa bahagia di alam sana’ ungkapnya dalam hati, dan tanpa terasa air mata kebahagiaan mengalir dari sudut matanya, yang dengan cepat dihapus Zou Chen.


“Selama kita bersama, aku janjikan kebahagiaan untukmu.” kata Zou Chen, memeluk erat tubuh Jenni, di tengah-tengah orang yang sedang menikmati kebahagiaan.

__ADS_1


°°°


Bersambung...


__ADS_2