
“Kesalahanku sangat besar, bagaimana caranya supaya aku mendapatkan maaf darinya, dan dia mau membantu menyelamatkan Ling Company? Sial, bagaimana bisa aku membesarkan anak orang lain dan justru membuang putraku sendiri! Hancurnya keluargaku juga karena ulahku sendiri yang mengambil wanita lain, disaat ada wanita yang begitu menyayangiku.” Ling Feng mengacak-acak rambutnya, menyesali apa yang sudah dia lakukan.
°°°
Jam di pergelangan tangan Zou Chen sudah menunjukkan pukul 8 malam saat dia dan Jenni sampai di restoran mewah, untuk menghadiri jamuan makan malam yang diadakan para petinggi perusahaan di seluruh Kota Beijing.
Di sebelah mereka berdiri Zou Gao, yang senantiasa memberi penjagaan pada mereka.
“Paman, dimana Nathan dan yang lainnya? Bukannya mereka berangkat lebih dulu, seharusnya saat ini sudah ada di tempat ini.” Zou Chen mencari keberadaan Nathan dan yang lainnya, tapi tak kunjung menemukan keberadaan mereka.
“Tuan Muda, mereka berada di ruangan VIP karena dianggap orang yang sangat berpengaruh, sementara kita hanya menerima undangan biasa karena selama ini mereka belum tahu identitas asli Tuan Muda. Hanya pihak kepolisian dan beberapa orang saja yang mengenali siapa sosok pemilik Zou Company,” ujar Zou Gao.
“Kalau begitu, bagaimana bisa aku menerima undangan dari mereka? Bukannya mereka belum tahu identitas asliku!” ungkapnya penasaran.
“Undangan yang Tuan Muda Terima, adalah undangan khusus untuk para Tuan Muda dari beberapa keluarga besar, dan kehadiran Tuan Muda di tempat ini sebagai wakil generasi muda keluarga Zou.”
Zou Chen menganggukkan kepalanya, “Kalau cuma undangan seperti ini, lebih baik aku tidak datang!” Nampak ekspresi malas terlihat di wajah Zou Chen.
Sementara Jenni yang berdiri di sampingnya, merasa risih dengan keberadaan banyak pria yang terus mencuri pandang ke arahnya, padahal dia sudah menggunakan baju yang tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya.
“Sayang, bagaimana kalau kita pergi dari tempat ini? Aku sangat risih dengan banyaknya mata yang terus menatap ke arah kita!” Jenni memeluk erat lengan kiri Zou Chen, membuat semakin banyak pemuda menatap kearahnya.
“Baiklah, kita pergi dari tempat ini!” Zou Chen dan Jenni melangkahkan kaki, berjalan menuju pintu keluar. Akan tetapi langkah kaki mereka terhenti saat beberapa pemuda tiba-tiba berdiri menghadang mereka.
“Kenapa kalian buru-buru pergi? Padahal belum lama ini kalian sampai, dan aku lihat kalian belum menikmati makanan serta minuman di tempat ini,” sapa Huang Yee, pewaris tunggal kekayaan keluarga Huang, pemilik ratusan hotel ternama yang tersebar di negara-negara Asia maupun Eropa.
Zou Chen melihat mata Huang Yee yang hanya menatap ke arah Jenni, “Maaf, tolong menyingkir karena kami sedang terburu-buru!” katanya masih berusaha sopan.
“Kau boleh pergi karena kami di sini untuk keindahan Nona ini!” Huang Yee mencoba memegang tangan Jenni, tapi dengan kasar Zou Chen menipisnya.
“Jauhkan tanganmu dari wanitaku!” Zou Chen memberi tatapan tajam ke arah Huang Yee, tapi pria itu justru menunjukkan senyuman sinis, membalas tatapan tajam mata Zou Chen.
__ADS_1
Mendapatkan tepisan kasar dari Zou Chen di usaha pertamanya, Huang Yee kembali mencoba memegang lengan Jenni, “Aku pasti mendapatkan apa yang aku inginkan!”
Saat ujung jarinya berhasil menyentuh lengan Jenni, suara jeritan kesakitan tiba-tiba keluar dari mulutnya saat Zou Chen tanpa berkedip memelintir dan mematahkan lengannya.
“Kau akan mendapatkan apa yang kau inginkan asalkan tidak berurusan denganku, tapi sekali kau berurusan denganku, hanya rasa sakit dan penderitaan yang akan kau dapatkan!” kata Zou Chen sambil melepaskan tangan Huang Yee.
Petugas keamanan segera datang saat mendengar suara jeritan Huang Yee, yang terdengar mirip suara jeritan wanita. Bersamaan dengan datangnya petugas keamanan, para tamu penting satu persatu mulai keluar dari ruangan VIP, begitu selesai membahas berbagai kerjasama yang akan mereka lakukan.
“Apa yang terjadi? Kenapa petugas keamanan sampai masuk kedalam tempat ini?” tanya Huang Rei, selaku tuan rumah acara besar yang berlangsung di restoran termewah milik keluarga Huang.
Huang Rei melangkah maju diikuti para tamu penting dari ruang VIP. Kerumunan segera menyingkir saat Huang Rei dan yang lainnya melangkah maju. Begitu kerumunan menyingkir, Huang Rei dan orang-orang di belakangnya dapat melihat Huang Yee yang sedang merintih kesakitan, sambil memegangi lengan tangannya.
Huang Rei berlari mendekati putranya dengan raut khawatir di wajahnya, bahkan dia sempat mendorong tubuh Zou Chen yang seketika membuat beberapa orang ingin memakannya hidup-hidup.
“Siapa yang berani melakukan hal keji ini pada putraku?” teriak Huang Yee menatap kerumunan orang di sekitarnya.
Semua orang mengarahkan pandangan mereka pada Zou Chen yang masih bersikap santai.
Zou Chen mengangguk, mengiyakan apa yang ditanyakan Huang Rei padanya, dan dia masih terlihat santai saat harus berhadapan dengan Huang Rei yang selama ini selalu melakukan apapun untuk memanjakan putranya. Sekali pun apa yang dia lakukan harus melanggar hukum.
Huang Rei memanggil pengawal keluarga Huang untuk menyeret Zou Chen ke depan restoran, dan memberinya pelajaran yang jauh lebih menyakitkan dari apa yang dirasakan putranya.
“Ayah, biarkan wanitanya tetap di sini! Setidaknya dia harus melayaniku sampai lukaku sembuh.”
Mendengar itu Huang Rei tahu kenapa pemuda itu berbuat kasar pada putranya, dan dia juga tahu siapa di sini yang salah. Akan tetapi dia mengabaikan itu demi kebahagiaan dan membalaskan rasa sakit putranya.
“Tahan wanita itu supaya tetap tinggal di sini, dan buat lumpuh tangan serta kaki pria itu! Kalau dia melawan, kalian bebas melakukan apa pun pada dirinya!” katanya.
Empat pengawal keluarga Huang melangkah maju mendekati Zou Chen, tapi belum juga menyentuh tubuh Zou Chen, Nathan dan Lee Zhou sudah berdiri tepat di depan mereka, sementara Bella memilih menjaga keselamatan Jenni, walau di tempat itu ada Zou Gao.
“Tuan Zhou dan Tuan Nathan, apa yang sedang Tuan berdua lakukan?” tanya Huang Rei.
__ADS_1
“Apa yang kami lakukan? Tentu kami sedang melindungi Tuan Muda Zou Chen dari orang-orang yang ingin mencelakainya.” Nathan dengan cepat menjawab pertanyaan Huang Rei.
Hung Rei terbelalak, “Tu... Tuan Muda Zou Chen?”
“Bukannya kau tadi ingin bertemu dengan pemilik Zou Company? Lalu, kenapa kau justru ingin mencelakainya begitu bertemu, bahkan Nona kami ingin kau berikan pada putramu!” ungkap Lee Zhou yang ingin sekali mematahkan kepala Hung Rei.
“Tu... Tuan maafkan saya! Yang tua ini benar-benar tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa!” Huang Rei cepat-cepat meminta maaf, dan baru kali ini dia merasakan kemarahan pada putranya.
Zou Chen yang mendengar itu tersenyum kecil lalu berkata, “Kita pergi dari tempat ini!”
Dengan acuh Zou Chen melangkahkan kakinya pergi, sama sekali tidak menganggap keberadaan Huang Rei yang sudah menundukkan kepala, bahkan dia rela menjatuhkan harga dirinya dengan membungkukkan tubuhnya.
“Dasar Huang Yee bodoh! Bagaimana bisa dia mendekati wanita dengan cara konyol seperti itu? Cih, semua rencanaku gagal karena kebodohannya,” gerutu Zhang Yu Xi yang sudah menyiapkan rencana besar untuk Zou Chen dan Jenni, tapi rencananya gagal sebelum dia lakukan hanya karena Huang Yee yang tidak sabaran.
Huang Rei memutar tubuhnya menatap Huang Yee penuh amarah, begitu Zou Chen dan rombongannya pergi meninggalkan restoran.
“Anak sialan! Gara-gara kau, Huang Company bisa kehilangan investor utama yang sanggup membiayai seluruh proyek besar di timur tengah.”
Huang Yee hanya sanggup menundukkan kepala, saat untuk pertama kalinya ayahnya marah, setelah delapan belas tahun dia tidak pernah dimarahi olehnya.
“Kalau sampai mereka membatalkan semuanya gara-gara kejadian barusan, aku akan mencabut semua fasilitas yang selama ini kamu dapatkan, dan mulai hari itu juga kau harus bekerja untuk mendapatkan uangmu sendiri!” teriak Huang Rei marah.
Huang Rei yang merasa percuma setelah memarahi putranya, dia begitu saja pergi meninggalkan Huang Yee yang masih merintih menahan sakit.
“Zou Chen sialan! Setelah mematahkan tanganku, kau juga membuat ayah marah untuk pertama kalinya. Tunggu saja, aku akan membalas apa yang sudah kau lakukan padaku!” gumam Huang Yee, lalu dia pergi ke rumah sakit dengan di antar salah satu temannya.
°°°
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1