Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Akhir Buruk Untuk Nayla


__ADS_3

Zou Chen dan Jenni yang sedang baru mengantarkan adik-adik mereka tidur, mendengar suara beberapa mobil yang masuk ke halaman Mansion, dan dari suaranya mobil-mobil itu langsung melaju menuju halaman belakang.


Keduanya segera melangkahkan kaki menuju halaman belakang Mansion, tempat di mana mobil-mobil itu mematikan suara mesinnya. Sampai di tujuan, mereka melihat seorang wanita diseret anggota Black Rose, cabang organisasi Black Mamba yang seluruh anggotanya adalah para wanita.


“Siapa wanita itu? Kenapa kalian memasukkannya ke dalam penjara?” tanya Jenni yang sudah ditunjuk kekasihnya menjadi ketua organisasi Black Rose.


“Maaf Queen, Tuan Zou Gao akan menjelaskan sendiri siapa wanita itu setelah sampai,” jawab salah satu anggota Black Rose.


“Kenapa tidak kalian saja yang langsung menjawab pertanyaan ku? Bukannya aku ini ketua kalian!”


Tiga wanita anggota Black Rose terlihat kebingungan, tapi suara yang keluar dari mulut Zou Chen membuat ketiganya dapat bernafas lega.


“Kita tunggu saja kedatangan paman Gao, mungkin saja dia punya kejutan menarik untuk kita, dan untuk siapa pun wanita yang berada di dalam aku rasa dia ada hubungannya dengan orang-orang yang ingin mencelakai kamu.”


“Baiklah, aku akan menunggu kedatangan paman Gao, dan aku harap memang ada kejutan menarik untuk kita,” ujar Jenni yang pada akhirnya selalu menurut dengan apa yang dikatakan Zou Chen.


Keduanya kembali melangkahkan kaki masuk kedalam Mansion, menunggu kedatangan Zou Gao sambil berbagi kehangatan di sudut ruangan yang sepi di saat datangnya malam.


°°°


Jenni baru saja membersihkan wajahnya dengan tisu basah saat Zou Gao dan yang lainnya tiba di Mansion. Sedangkan Zou Chen, dia baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan miliknya. Setelah merapikan pakaian, dan memastikan tidak ada yang salah dari penampilan mereka, keduanya segera pergi ke halaman belakang menemui Zou Gao, yang sudah menunggu kedatangan mereka.


Tidak perlu bertanya, Zou Gao tau apa yang baru dilakukan keduanya saat datang dengan keadaan wajah yang terlihat kelelahan. ‘Dasar anak muda, hasrat mereka terlalu tinggi’ ujarnya dalam hati.


Zou Gao dan yang lainnya melebarkan senyumnya, saat Zou Chen dan Jenni berjalan kearah mereka. Hanya sekali melihat, selain Zou Gao mereka juga tahu apa yang baru dilakukan sepasang kekasih yang selalu membuat kehebohan setiap malamnya.


Zou Gao segera mengarahkan keduanya menuju penjara yang dapat menampung lebih dari sepuluh orang. Mata Zou Chen dan Jenni segera tertuju pada sosok wanita yang terikat di kursi, dengan lakban menutupi mulutnya.


“Jelaskan padaku, kenapa kalian melakukan itu pada Nayla?” tanya Zou Chen menatap bergantian Zou Gao dan yang lainnya.

__ADS_1


Sekalipun dia tidak menyukai Nayla, dia tidak akan tega melakukan itu padanya, kecuali dia telah melakukan kesalahan besar yang tidak mungkin mendapat ampunan darinya, dan entah kenapa firasat hatinya mengatakan kalau Nayla telah membuat kesalahan yang kemungkinan tidak dapat dia maafkan.


Zou Gao membuka lakban yang menutupi mulut Nayla, lalu mulai menjawab, “Tuan Muda, wanita ini telah menggunakan tubuh dan uangnya untuk menyewa jasa tiga ketua organisasi dunia bawah, yang dia tugaskan untuk mencelakai, dan melakukan pelecehan kepada Nona Jenni.”


Zou Chen melangkah maju dan langsung menampar Nayla setelah mendengar jawaban Zou Gao.


“Kau benar-benar tidak bisa di maafkan! Sudah habis kesabaran ini untuk wanita sepertimu, tapi bukan aku yang akan memberimu hukuman, melainkan kekasihku lah yang akan menghukummu!” Zou Chen membiarkan Jenni mendekat dan melihat wajah pucat wanita yang ingin mencelakai nya.


Suasana menjadi begitu sunyi saat Jenni menatap Nayla dalam diam. Matanya menatap dari ujung bawah sampai atas wanita yang dia anggap jauh lebih kotor dari dirinya di masa lalu. Akan tetapi dia masih memiliki sedikit rasa kasihan pada Nayla.


“Sayang,” panggil Jenni pada Zou Chen.


“Iya, ada apa? Apa kamu memerlukan sesuatu untuk menghukumnya?” tanya Zou Chen yang segera mendekat ke sisi Jenni.


Jenni menghela nafas, lalu dia menolehkan kepalanya melihat ke arah Zou Chen.


“Bisa kamu tinggalkan aku berdua dengannya di tempat ini?” ujar Jenni.


Jenni tersenyum saat menatap Nayla disaat semua orang susah pergi keluar.


“Kamu lihat sendiri bukan bagaimana cara dia memberi perlindungan padaku! Bahkan, tiga organisasi dunia bawah belum cukup untuk membuatmu dapat melukaiku,” kata Jenni sembari mengambil kursi lain, lalu dia duduk di kursi yang dia letakkan tepat di depan Nayla.


Nayla mengeram kesal, tapi dia sadar kalau saat ini dirinya tidak bisa melakukan apa-apa.


“Aku heran, kenapa juga kamu terus mengincar pria yang sudah memiliki kekasih! Dengan kecantikan dan keindahan tubuhmu, bukan sesuatu yang sulit mendapatkan pria yang setara dengannya,” ujar Jenni yang mengakui kecantikan dan keindahan tubuh Nayla, walau semua yang ada pada diri wanita itu belum bisa menyamai apa yang ada pada dirinya.


“Daripada terus mengatakan omong kosong, lebih baik kau melepaskan aku, dan biarkan aku pergi dari tempat ini!” teriak Nayla tepat di depan wajah Jenni.


“Aku bisa saja melepaskan dirimu, tapi bagaimana dengan mereka yang di luar? Apa kau pikir mereka akan melepaskan orang sepertimu?” ujar Jenni yang seketika membuat Nayla terdiam.

__ADS_1


Keduanya sama-sama terdiam untuk waktu yang cukup lama dan membuat ruangan itu menjadi sangat hening. Akan tetapi, keheningan itu berakhir begitu terdengar suara tamparan, saat Jenni menampar wajah Nayla telat di bekas tamparan Zou Chen.


“Aku berubah pikiran!” kata Jenni tiba-tiba.


“Setelah mendengar bagaimana kamu berani berteriak di depanku, mungkin kamu bisa keluar dari tempat ini setelah menjadi mayat!”


“Itu terlalu biasa, bagaimana kalau kita bermain-main terlebih dahulu?” Jenni mengeluarkan pisau lipat yang sempat diberikan Bella padanya, saat masih di luar penjara.


Nayla menatap ngeri Jenni yang sedang memainkan pisau lipat di tangannya, dan tiba-tiba ujung pisau lipat itu diarahkan ke arah wajahnya.


“Ja... Jangan! Jangan melukai wajahku!” Nayla memelas.


“Baiklah, aku tidak akan melukai, wajahmu, tapi bagaimana kalau aku mengambil salah satu dari mereka?” Jenni membuka pakaian atas Nayla, dan terlihat gundukan kenyal milik wanita itu, yang bergoyang-goyang dengan indahnya.


“Lihat, dia begitu imut dan menggemaskan!” Ujung pisau lipat menyentuh sesuatu yang merupakan salah satu titik paling sensitif di tubuh Nayla.


Ujung pisau lipat yang begitu tajam menggores titik yang biasanya memberi kenikmatan pada Nayla saat di sentuh pria yang pernah menikmati tubuhnya, tapi titik itu kini justru memberinya rasa perih yang menyakitkan.


“Apa itu sakit? Aku rasa itu masih jauh dari apa yang namanya rasa sakit, tapi karena aku ingin menikmati malam panjang bersama kekasihku, aku akan melakukannya dengan cepat, dan maaf kalau kamu kecewa!”


Jenni memanggil Bella yang berada di luar, dan menyerahkan nasib Nayla kepada wanita itu.


“Maaf, aku belum bisa melakukan itu,” kata Jenni yang sudah berada di pelukan Zou Chen, dan beberapa kali dia mendengar suara tembakan dan Jeritan dari dalam penjara yang baru dia tinggalkan.


Zou Chen mencium kening Jenni, lalu berkata, “Akan tiba saatnya kamu bisa melakukan itu.”


°°°


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2