
“Tuan Muda, masalah keluarga Wang sudah saya selesaikan,” ujar Zou Gao pada tuan mudanya.
Zou Chen menganggukkan kepalanya, dan segera masuk kedalam Mansion menyusul Jenni yang sudah lebih dulu masuk.
Didalam kamar.
Zou Chen melirik Jenni yang sedang berganti pakaian, ada keinginan untuk melihat tubuh polos wanita itu, tapi dia tidak akan pernah memaksa untuk melihat, kecuali dia sendiri yang menunjukkannya.
“Kenapa terus melihatku? Apa ada yang salah dengan penampilanku?” tanya Jenni selesai berganti pakaian.
Zou Chen tersenyum mendengar pertanyaan wanitanya, lalu dengan lembut menarik tubuh wanita itu kedalam pelukannya.
“Tidak ada yang salah dengan penampilanmu. Semua yang ada padamu sangatlah sempurna, sampai aku sulit berpaling dari keindahan itu, dan wajar saja diluar sana banyak pria yang menginginkan mu.” Zou Chen memberi ciuman singkat di bibir Jenni, begitu selesai berkata.
Wajah Jenni memerah mendapat perlakuan seperti itu.
‘Ini bukan yang pertama, tapi kenapa kali ini aku sangat menikmatinya?’ kata Jenni dalam hati.
“Kenapa wajahmu memerah? Apa kamu sakit?” Zou Chen memegang kening Jenni saat melihat wajah wanita itu semakin memerah.
“Aku tidak apa-apa, lebih baik aku membantu Paman Gao menyiapkan makan malam.” Jenni melepaskan diri dari pelukan Zou Chen, lalu pergi keluar kamar.
Zou Chen tersenyum melihat tingkah malu-malu yang ditunjukkan Jenni, dia sebenarnya juga tahu apa yang membuat wajah wanitanya memerah, tapi dia pura-pura tidak tau karena ingin menggodanya.
°°°
Hidangan makan malam tersaji di atas meja, Zou Chen sudah duduk di tempatnya, sembari melihat Jenni yang mengambilkan makanan untuknya. “Aku merasa seperti memiliki seorang istri,” ujar Zou Chen.
Jenni tersipu mendengarnya, sampai hampir menjatuhkan makanan di tangannya. Beruntung, Zou Chen memiliki reflek yang cepat, dan tepat waktu memegang piring yang hampir dijatuhkan Jenni.
Zou Gao yang berada diantara keduanya, menatap dengan perasaan senang. ‘Tuan Muda dan Nona Jenni dari dulu memang sangat cocok. Kalau saja Tuan Muda tidak memiliki kekurangan, sejak dulu mereka sudah menjadi sepasang kekasih’ ujarnya dalam hati.
__ADS_1
Di saat hatinya dipenuhi perasaan senang, Zhou Gao tiba-tiba mengepalkan tangannya, mengingat Ling Jun yang juga menginginkan Jenni, bahkan dialah orang yang menghancurkan keluarga wanita itu, setelah sering menolak keinginannya.
Zou Gao menghela nafas, sembari melangkahkan kaki menuju tempat duduknya.
‘Tunggu saja, kalian akan hancur ditangan orang yang hidupnya telah kalian sia-siakan’ Zou Gao duduk di tempatnya dan mengambil beberapa makanan yang berada di dekatnya.
“Paman, bagaimana keadaan perusahaan? apa ada kendala?” tanya Zou Chen selesai menghabiskan makan malamnya.
“Semua berjalan seperti semestinya, bahkan keluarga Ling mulai masuk kedalam permainan yang sudah Tuan Muda persiapkan,” balas Zou Gao.
Senang mendengar kabar itu, lalu Zou Chen berkata. “Dua atau tiga bulan lagi mereka akan semakin melemah, dan itu waktu yang tepat untuk menunjukkan jati diriku di hadapan mereka,” ujar Zou Chen dengan aura dingin keluar dari tubuhnya.
Jenni sebenarnya takut saat merasakan aura Zou Chen, tapi dia merasa senang mendengar kabar buruk tentang keluarga Ling. ‘Semoga mereka merasakan apa yang pernah aku rasakan’ gumamnya dalam hati.
“Tuan James, dalam waktu dekat dia ingin bertemu dengan Tuan Muda.” Zou Gao menyebut sebuah nama yang banyak berjasa dalam kehidupan Zou Chen.
“Apa Tuan James kembali merindukan sosok putranya sampai dia ingin bertemu denganku?” Zou Chen menerima donor mata dari putra James Wong, pengusaha sukses di Eropa.
Zou Gao menjelaskan apa tujuan tuan James yang ingin bertemu dengannya.
“Baiklah Paman atur saja kapan aku bisa bertemu dengannya, dan pastikan tidak ada yang mengganggu pertemuan kami!” ujar Zou Chen, lalu dia meninggalkan ruang makan sembari menggandeng lengan Jenni.
“Oh iya, Paman sebaiknya menemui Bibi, sepertinya dia masih menunggu kedatangan Paman!” Zou Chen mengatakan itu saat berhenti di tengah-tengah tangga menuju lantai dua.
Zou Gao menggeleng pelan, dan sedikit mengingat sosok wanita yang baru dikatakan Zou Chen. “Aku masih belum memiliki keberanian untuk meminta maaf padanya. Pernikahan yang begitu lama, tapi sekali pun aku belum pernah menyentuh tubuhnya. Kesalahanku begitu besar, jadi wajar dia sulit memaafkannya,” gumamnya lirih, sambil menyunggingkan senyuman kecut.
°°°
Pagi harinya sebuah berita menggemparkan membuat gaduh seluruh negeri. Keluarga Wang yang masuk jajaran seratus keluarga terkaya di seluruh dunia, dinyatakan bangkrut, dan harus kehilangan seluruh aset berharganya.
Selain itu, kabar yang tidak sedap juga menimpa Tuan Muda keluarga Wang, yang pagi ini ditemukan sedang berada di kamar hotel bersama dua orang pria, dan mereka sedang melakukan hubungan badan yang tidak seharusnya dilakukan oleh sesama pria.
__ADS_1
Dalam video singkat yang berdurasi 30 detik, terlihat dua pria sedang memasukkan milik mereka di bagian belakang milik Wang Shu. Ketiganya terlihat sangat menikmati permainannya, tanpa rasa curiga pada seseorang yang diam-diam merekam adegan menjijikkan mereka.
“Sayang ...” pekik Jenni merasakan kehangatan tangan Zou Chen yang memeluknya dari belakang, saat dirinya sedang melihat berita di TV, yang menayangkan kabar kehancuran keluarga Wang.
“Itu hanya contoh kecil yang akan terjadi pada orang yang memiliki niat buruk padamu,” balas Zou Chen sambil mempererat pelukannya, dan membuat Jenni merasakan tonjolan di bagian miliknya.
Jenni membiarkan prianya dalam posisi itu, selama yang dia inginkan. Akan tetapi, lama kelamaan dia merasakan ada sesuatu yang salah dengan miliknya, dan dengan cepat dia melepaskan diri dari pelukan Zou Chen.
Bukannya pergi setelah berhasil melepaskan diri dari pelukan Zou Chen, Jenni justru menarik pria itu dan kembali menjatuhkan dirinya di atas ranjang. “Aku ingin kamu jadi yang pertama,” ujar Jenni menindih tubuh Zou Chen, dan perlahan dia mulai menanggalkan satu persatu kain yang menutupi tubuhnya.
Zou Chen tidak tau apa yang harus dia lakukan, tapi tidak bohong kalau dia sangat menikmati keindahan di depan matanya.
Jenni tersenyum manis melihat pria yang dia sayang tak berkedip melihat tubuh polosnya, yang selama ini belum pernah dia tunjukkan pada orang lain. “Kamu cukup diam, dan biarkan aku yang melakukan semuanya,” ujar Jenni, lalu dia mulai membantu Zou Chen menyingkirkan kain yang menutupi tubuhnya.
Di kamar Zou Chen, dinginnya AC tidak bisa mengurangi hawa panas dua insan yang sedang memacu hasrat mereka di atas ranjang, yang terus saja bergerak seirama dengan gerakan keduanya.
Dari suara rintihan kesakitan, kini berganti dengan suara yang membuat banyak orang menjauhi kamar yang mereka tempati.
Zou Gao yang ingin memberitahu waktu sarapan, dia segera mengurungkan niatnya setelah mendengar suara, yang membuat dirinya segera tahu hal apa yang sedang dilakukan Zou Chen dan Jenni.
“Tidak lama lagi akan ada yang memanggilku kakek,” gumamnya pelan, sembari berjalan menjauhi kamar Zou Chen, lalu dia melarang semua orang pergi ke lantai dua, apalagi mendekati kamar tuan mereka.
Empat jam berlalu, tidak lagi terdengar suara dari kamar Zou Chen.
Keduanya sudah mendapatkan kepuasan, walau masih tersisa sedikit rasa sakit.
Selayaknya sepasang pengantin yang baru melalui malam pertama, keduanya masih enggan beranjak dari tempat tidur, dan memilih menutupi tubuh polos mereka dengan selimut tebal.
Zou Chen yang perlahan membuka matanya, senyumnya mengembang melihat saat wanita cantik di pelukannya. “Kamu adalah yang pertama dan yang terakhir.” gumamnya pelan, sembari mencium lembut kening wanita yang terlihat sangat kelelahan.
°°°
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...