
Siang yang dihiasi sedikit mendung, menemani perjalanan Zou Chen dan Jenni menuju universitas dengan menaiki bus seperti biasanya, tapi keadaan bus siang ini sangat padat, sehingga keduanya tidak mendapatkan tempat duduk, dan pada akhirnya mereka berdiri di tengah lorong bus.
“Sayang, apa ini sudah membuatmu nyaman? Dengan begini kamu tidak perlu bergelantungan dan menunjukkan keindahan lekuk tubuhmu.” Zou Chen mendekap Jenni ke dalam pelukannya dalam posisi saling berhadap-hadapan.
Nampak beberapa orang menatap iri pada mereka, tapi keduanya mengabaikan orang-orang itu, dan hanya fokus dengan diri mereka sendiri.
“Maaf, ini kendaraan umum, jadi jangan bermesraan di tempat ini!” tegur pria di sebelah Zou Chen.
“Bermesraan? Darimana nya kamu melihat kami sedang bermesraan?” tanya Zou Chen heran.
“Kau memeluk seorang wanita di dalam bus, dari itu saja semua orang tahu kalau kau sedang bermesraan dengan wanita ini! Ini tempat umum, cobalah kau sewa tempat untuk bermesraan, kalau kau tidak punya uang, aku bisa menyewakan tempat untuk kalian, asalkan aku juga dapat menikmati tubuh wanita ini.” Pria itu berkata sedikit pelan, dan hanya sedikit orang yang mendengarnya.
“Lebih baik segera kau tarik kata-katamu, sebelum hal buruk menimpa mu!”
Dua pria dengan wajah serupa tiba-tiba sudah mengapit pria yang sejak awal sudah tertarik dengan tubuh dan kecantikan Jenni, walau wanita itu sedang menggunakan pakaian yang cukup tertutup.
“Siapa kalian?”
“Anggap saja kita orang yang akan memberimu sedikit hadiah,” ujar Xavier yang tiba-tiba menyodokkan sikunya ke perut pria yang dengan berani menginginkan wanita tuan mudanya.
“Ini hanya peringatan kecil dari kami, di lain waktu kalau kita kembali bertemu dan kau masih melakukan hal yang sama, bersiaplah untuk kehilangan masa depanmu.” Xavi mengangkat lututnya kuat, dan mengenai milik pria yang seketika jatuh terduduk tak kuasa menahan ngilu di miliknya.
Zou Chen, Jenni dan si kembar segera keluar dari bus setelah sampai di halte terdekat dari universitas, lalu mereka melangkahkan kaki menuju gerbang yang sudah dipenuhi kumpulan mahasiswa dan mahasiswi.
Si kembar hanya mengawal mereka sampai di depan gerbang, sebelum akhirnya mereka pergi setelah mobil jemputan mereka datang.
Baru juga melewati gerbang universitas, langkah kaki mereka harus terhenti saat Daren Long dan keempat temannya muncul, dan berhenti tepat di depan mereka.
__ADS_1
“Tidakkah kalian tahu ini adalah universitas? Pihak universitas melarang keras mahasiswa atau mahasiswinya berpacaran, saat berada di wilayah universitas, dan kalian terang-terangan melanggar aturan itu!” kata Daren Long tersenyum licik.
Zou Chen dan Jenni saling melirik, lalu mereka sama-sama tersenyum mendengar apa yang dikatakan Daren Long, “Apa kau buta? Lihat di sekeliling, berapa banyak mahasiswa dan mahasiswi yang jalan berdua sama seperti kami, laku kenapa kamu tidak menegur mereka seperti yang kamu lakukan pada kami?” tanya Zou Chen masih menunjukkan senyuman di wajahnya.
“Cih, mengganggu saja!” Jenni berlalu pergi melewati Daren Long dan yang lainnya, dengan Zou Chen mengekor di belakangnya.
“Sial! Aku merasa seperti orang bodoh di depan mereka,” kata Daren Long yang belum juga jera mengganggu Zou Chen.
°°°
Sore hari setelah jam perkuliahan selesai Zou Chen dan Jenni membawa teman-teman mereka ke Mansion, mereka ingin mengerjakan tugas kelompok yang mana mereka tergabung dalam satu kelompok yang sama.
Kurang dari 30 menit mereka telah sampai di Mansion, Ling Meilin yang berada dalam rombongan teman-teman Zou Chen, tersenyum senang karena pada akhirnya dia tahu tempat tinggal kakaknya.
Kedatangan mereka disambut Zou Gao dan beberapa pelayan, yang langsung saja mengantarkan mereka menuju ruang bersantai di lantai dua. Nampak keempat teman Zou Chen mengagumi keindahan dan kemegahan Mansion yang dipesan secara khusus oleh Zou Gao.
Zou Chen, Jenni dan Ling Meilin menjadi tiga orang yang terakhir sampai di ruang bersantai, dan setelah kedatangan ketiganya mereka segera saja mengerjakan tugas kelompok yang hari ini juga harus terselesaikan.
Bisa dikatakan mereka adalah sekumpulan orang jenius. Tugas yang sulit sekalipun dalam waktu kurang dari satu jam berhasil mereka selesaikan, dan saat ini mereka menikmati waktu bersantai. Makan, minum dan menonton film di ruang bersantai, tanpa terasa hari sudah mulai gelap, dan terpaksa mereka harus mengakhiri kebersamaannya.
Melihat hari mulai gelap, Zou Chen meminta tiga supir yang disediakan Zou Gao untuk mengantar pulang teman-temannya. Sedangkan untuk Ling Meilin, dia akan diantar langsung oleh Zou Gao yang kebetulan ingin menemui Yun Shui.
Setelah kepergian teman-temannya Zou Chen dan Jenni memilih masuk ke kamar untuk memulai rutinitas bersama mereka, dan rutinitas itu mereka awali dengan mandi bersama.
°°°
Hotel mewah di pusat Kota Beijing.
__ADS_1
Menjelang malam di salah satu kamar hotel, Nayla sedang menikmati benda keras milik seorang pria yang sedang mengaduk-aduk miliknya. Entah sudah berapa kali dia dibuat menegang oleh tiga pria yang bergantian memburu kenikmatan dengannya. Tubuhnya sudah lemas, tapi dia masih belum merasa puas.
Nayla memejamkan matanya, menikmati setiap inci benda keras yang masuk ke miliknya. ‘Seandainya dia yang melakukannya, aku pasti merasa jauh lebih puas’ ungkapnya dalam hati, sambil membayangkan Zou Chen lah yang saat ini sedang memburu kenikmatan dan bermandikan keringat bersamanya.
Nayla merasakan tubuhnya kembali menegang, bersamaan dengan kehangatan yang dia rasakan di miliknya yang penuh sesak dengan milik pria berkulit putih yang sedang memejamkan mata, meresapi kenikmatan yang baru dia dapatkan. Dua pria yang sebelumnya istirahat di sofa, mereka kembali bangkit dan mendekati Nayla yang sudah terkapar tidak berdaya.
Tidak lama-lama, setelah pria kulit putih menyingkir, mereka kembali menggunakan tubuh dan milik Nayla untuk mendapatkan kenikmatan yang selalu diidamkan kebanyakan pria. Nayla masih dapat menikmati apa yang mereka lakukan, tapi lima menit kemudian dia tak sadarkan diri setelah kehabisan tenaga.
3 jam berlalu, Nayla sudah berpakaian rapi dan saat ini dia duduk di tengah tiga pria yang sudah terpuaskan oleh tubuhnya.
Dia menyodorkan sebuah foto kepada mereka, sambil berkata, “Kalian bebas melakukan apapun pada wanita itu kalau berhasil menculiknya!”
“Barang bagus, dari luar terlihat kalau dia sangat merawat tubuhnya.” Salah satu pria nampak menjilat bibirnya saat melihat wanita dalam foto.
“Punyaku kembali tegang hanya dengan melihat fotonya. Dia punya sesuatu yang lebih besar dari milikmu.” Tiba-tiba saja dia meremas benda kenyal milik Nayla.
Nayla menyingkirkan tangan pria itu dari miliknya, “Dapatkan dia, dan kalian akan mendapatkan tubuhku sebagai bonusnya!” kata Nayla yang masih merasakan ngilu di miliknya, setelah melayani kebrutalan tiga pria yang merupakan pemimpin organisasi dunia bawah, yang keberadaan mereka cukup disegani oleh organisasi dunia bawah di Kota Beijing.
“Baiklah, dalam beberapa hari wanita ini akan berada di pelukan kami!” kata pria berkulit putih yang merupakan pemimpin mereka.
‘Wanita sialan, setelah ini hanya kau pasti menyesal karena telah berurusan denganku’ kata Nayla dalam hati, lalu dia pergi meninggalkan kamar hotel dengan langkah tertatih-tatih.
°°°
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1