Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Gigitan Di Leher


__ADS_3

Pagi hari di kediaman utama keluarga Ling disibukkan dengan persiapan acara makan malam, yang akan dihadiri para petinggi Zou Company, dan seorang tamu khusus dari keluarga Zou.


Akhirnya setelah semua persiapan yang dilakukan sejak pagi selesai, semua orang dapat bernafas lega, dan kini giliran Li Xian yang menyiapkan beberapa hidangan untuk di sajikan saat dimulainya acara makan malam.


Melihat hari masih siang, Li Xian tidak buru-buru mengolah bahan makanan yang sudah dia persiapkan. Dia hanya melakukan persiapan dengan membersihkan bahan-bahan yang perlu di bersihkan, dan menghaluskan bener bumbu yang nanti akan menjadi pelengkap rasa hidangannya.


Ling Qian terlihat sangat puas dengan kinerja semua orang, dia melihat kediamannya lebih megah dan lebih rapi dari sebelumnya. Pemandangan yang menyegarkan dapat terlihat dari adanya bunga hias di setiap sudut ruangan.


Melangkahkan kaki menuju ruang makan utama, Ling Qian kembali dibuat puas oleh kinerja para profesional yang telah mendekorasi ulang ruang makan utama, hanya dalam waktu kurang dari lima jam. Mewah dan elegan, dia yakin tamunya akan menikmati kenyamanan dan kemewahan yang ada di kediaman keluarga Ling.


“Kamu memang juru masak terbaik di negeri ini, semua bahan makanan yang kamu siapkan, adalah bahan kualitas premium, yang tidak diragukan lagi kualitas dan rasanya.” Ling Qian memuji Li Xian saat mengunjungi dapur.


Li Xian tersenyum, “Tentu aku hanya akan menghidangkan makanan terbaik, dari bahan terbaik,” ujar Li Xian yang sudah biasa mendengar pujian seperti barusan.


“Melihat semua bahan, aku yakin hidangan makananmu akan menjadi makanan terbaik yang pernah mereka nikmati.”


Li Xian melebarkan senyumnya, “Dengan menikmati hidangan makanan terbaik, mereka akan terpuaskan dengan pelayanan keluargamu.”


“Kira-kira, apa yang akan kamu sajikan untuk hidangan makan malam nanti?” tanya Ling Qian penasaran.


“Kamu akan mengetahuinya, saat dimulainya acara makan malam.”


Ling Qian mengangguk, dia yakin dengan kemampuan Li Xian, jadi dia hanya akan terima beres hasil pekerjaannya, “Apa masih ada yang kamu butuhkan?”


“Aku rasa semua sudah ada, dan tinggal menunggu waktu untuk mulai mengolah semua bahan ini menjadi makanan terbaik,” jawab Li Xian mantap.


Ling Qian menganggukkan kepalanya.


“Kalau ada lagi yang dibutuhkan, kamu bisa langsung menghubungiku.”


“Kamu tenang saja, urusan dapur serahkan padaku! Kamu bisa mengurus yang lainnya,” balas Li Xian meyakinkan Ling Qian.


Ling Qian pergi meninggalkan dapur setelah mendengar itu.

__ADS_1


“Apa Ibu dan adik kecil akan datang malam ini?” tanya Ling Qian pada asisten pribadi miliknya, yang ikut kemanapun dia pergi.


“Tuan Muda, mereka akan datang, tapi mungkin sedikit terlambat,” jawabnya.


“Setidaknya wanita sialan dan putri bodohnya mau datang, terlambat sekali pun itu tidak masalah. Mereka hanya pelengkap, dan keberadaan mereka sebenarnya juga tidak terlalu penting. Sama halnya dengan keberadaan putra buta mereka yang mungkin sudah menjadi mayat di London,” ungkap Ling Qian yang sama sekali tidak mau mengakui Yun Shui sebagai sosok Ibu pengganti.


“Tuan Muda, pemuda bernama Zou Chen telah mengkonfirmasi kedatangannya,” ujar asisten pribadinya.


“Apa dia akan membawa wanitanya?” tanya Ling Qian.


“Maaf Tuan Muda, saya tidak tahu soal itu.”


“Tidak masalah, aku cuma butuh dia datang, dan semoga saja dia memiliki hubungan dengan Zou Company!”


Ling Qian kembali melangkahkan kakinya mengelilingi kediaman keluarga Ling, dan akan menyingkirkan atau merubah apa yang tidak sesuai keinginannya.


°°°


Di Mansion Zou Chen.


Dia merasa pegal-pegal di tubuhnya menghilang, setelah lebih dari 30 menit menikmati pijatan Jenni.


Keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri, Zou Chen di sambut Jenni yang hanya menutup tubuhnya dengan lingerie berwarna hitam transparan, yang tidak mampu menutupi dengan sempurna bagian dalam tubuhnya.


Zou Chen langsung memeluk tubuh Jenni, dan mendaratkan ciuman di keningnya, “Apa itu masih lama? Mau sampai kapan aku harus mengalah dengan semua itu? Bagaimana kalau kita ke dokter untuk mencari obat yang dapat mempercepat kepergiannya!”


Jenni tergelak mendengar pertanyaan tanpa henti yang diberikan Zou Chen, “Ini baru beberapa hari, setidaknya butuh satu minggu sampai benar-benar bersih, dan setahuku tidak ada obat yang dapat mempercepat prosesnya,” ujarnya menjelaskan.


“Apa itu benar? Apa mungkin kamu sedang membohongiku, karena tidak ingin melakukan itu denganku?”


Jenni menggigit leher Zou Chen karena merasa gemas dengan pertanyaan yang diajukan kepadanya.


“Tiga hari lagi kamu bebas melakukannya. Kalau perlu aku bisa memberimu pelayanan dua puluh empat jam, sampai punyamu tidak lagi sanggup berdiri, dan kamu akan kesusahan berjalan selama beberapa hari.”

__ADS_1


Zou Chen tersenyum kecut mendengar itu. Dia tidak bisa membayangkan kalau benar-benar melakukan itu selama dua puluh empat jam. Bukan hanya akan kesulitan untuk kembali berdiri, tapi miliknya akan kering, dan butuh beberapa hari untuk kembali membuat miliknya normal seperti sedia kala.


Melihat wajah jelek Zou Chen, Jenni tidak sanggup menahan untuk tidak tertawa. Pria yang dia cintai memang ahli dalam berbisnis dan banyak hal lainnya, tapi dia masih awam masalah hubungan diantara pria dan wanita. Akan tetapi dia tidak ragu tentang perasaan yang dia berikan padanya.


“Disinilah aku bisa jauh lebih baik darimu,” ujar Jenni, sembari memeluk erat tubuh Zou Chen.


°°°


London, UK.


Dua orang pria baru saja mengunjungi kediaman lama Zou Chen di Kota London, yang saat ini digunakan sebagai markas cabang Asosiasi Black Mamba, yang bertugas menjaga perusahaan Zou Company di kawasan Eropa.


Kedua orang itu utusan Ling Feng yang ditugaskan mencari keberadaan Ling Chen, dan membawanya kembali ke Kota Beijing, tapi setelah dua bulan berada di Kota London, mereka belum menemukan keberadaan Ling Chen, dan pelayannya.


“Dari informasi yang sudah kita kumpulkan, rumah barusan pernah ditempati pemuda dengan gangguan penglihatan, bersama seorang pria usia di atas tiga puluh tahun, tapi mereka telah pergi beberapa bulan yang lalu.”


“Aku rasa itu Tuan Muda Ling Chen, dan Paman Ling Gao, tapi kita terlambat datang.”


“Tidak lagi ada petunjuk yang kita miliki, mungkin ini sudah saatnya kita menyerah, dan kembali untuk melaporkan hasil pekerjaan kita pada Tuan Besar!” ujarnya putus asa.


“Tunggu dulu, kita masih memiliki satu petunjuk terakhir.” Salah satu pria mengeluarkan foto yang mereka dapat dari salah satu rumah sakit terbesar di Kota London. “Pemuda ini sangat mirip dengan Tuan Muda, dan pria di sampingnya sangat mirip dengan Paman Gao.” Menunjuk gambar dua pria beda umur di dalam foto.


“Mereka memang mirip, tapi di foto ini dan foto satunya, terlihat pemuda itu tidak buta, selayaknya Tuan Muda Ling Chen. Jadi kecil kemungkinan mereka orang yang sama.”


Pria yang memegang foto tiba-tiba tersenyum, “Bagaimana kalau Tuan Muda mendapatkan donor mata, dan melakukan operasi cangkok mata? Bukannya dengan melakukan itu Tuan Muda terbebas dari kebutaannya, dan tentu dia dapat melihat dengan normal!”


Pria di sebelahnya memberi tatapan tajam ke arahnya. “Kita pergi ke rumah sakit itu! Gunakan seluruh uang pemberian Tuan Besar untuk membeli data semua pasien, yang melakukan operasi cangkok mata satu tahun terakhir,” ujarnya kembali bersemangat.


Keduanya cepat masuk ke dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan, dan segera tancap gas menuju rumah sakit tempat tertangkapnya gambar dua pria yang mereka curigai sebagai sosok Ling Chen dan Ling Gao.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2