Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Datang Tepat Waktu


__ADS_3

Pagi ini Ling Feng sudah dapat meninggalkan rumah sakit, bertepatan dengan selesainya renovasi mansion tempat tinggal Zou Chen. Rencananya, untuk sementara waktu Zou Chen akan mengizinkan pria itu tinggal di mansion miliknya.


Namun, begitu dia sembuh dan sudah dapat beraktivitas dengan normal, dia akan kembali tinggal di kediaman keluarga Ling dengan segala kekacauan yang ditinggalkan Vanesa Zhu dan Ling Qian. Keduanya telah menjual seluruh barang berharga di kediaman keluarga Ling, untuk tetap menikmati kehidupan mewah, walau pada akhirnya mereka belum bisa menikmatinya.


Ling Feng, Yun Shui, Ling Jia, dan Ling Mei berada dalam mobil yang dikemudikan Zou Yao. Sedangkan Zou Chen, dia berada dalam mobil berduaan dengan Jenni.


“Sayang, apa kita akan langsung pulang ikut dengan yang lainnya, atau kamu masih ingin pergi ke tempat lain?” tanya Jenni sambil memasang sabuk pengaman.


“Kita tidak akan langsung pulang, aku ingin lebih dulu membawamu ke suatu tempat,” balas Zou Chen.


Jenni mengangguk dan duduk tenang menikmati perjalanan.


Nobil Zou Chen terus melaju dengan kecepatan sedang, dan tiga puluh menit berlalu mobil sudah terparkir di parkiran butik terbesar, yang berada di pusat Kota Beijing.


“Sayang, untuk apa kita di tempat ini?” tanya Jenni penasaran.


“Aku ingin melakukan pengukuran untuk gaun dan pakaian pernikahan kita,” balas Zou Chen yang sudah membukakan pintu untuk Jenni, dan mempersilahkannya untuk keluar.


Walau Jenni menginginkan pesta pernikahan sederhana, tapi Zou Chen tidak mungkin membiarkan wanitanya berpenampilan biasa-biasa saja di hari yang begitu mereka nantikan. Setidaknya dia ingin menunjukkan pada dunia tentang kecantikan wanita yang berhasil mencuri hati dan kehidupannya.


Mengingat pesta pernikahan yang hanya akan diadakan di mansion mewahnya, Zou Chen hanya menyiapkan satu gaun terbaik untuk Jenni, dan pakaian pernikahan terbaik untuknya.


Dengan memeluk lengan Zou Chen, Jenni masuk kedalam butik yang dipenuhi pakaian mewah dan indah karya desainer terkenal, yang karyanya sudah diakui dunia.


Di dalam butik, kedatangan mereka disambut wanita pemilik butik yang sebelumnya telah dihubungi Bella. Dikarenakan dia telah menerima foto Zou Chen dan Jenni, begitu dua tamu kehormatannya datang, dia langsung saja menyambut kedatangan mereka.


Tanpa membuang-buang waktu, wanita itu segera mengukur tubuh Jenni dan Zou Chen secara berganti. Begitu selesai pengukuran, keduanya segera menentukan seperti apa model gaun serta pakaian yang mereka inginkan, dan setelah semua selesai mereka kembali ke mobil tapi lagi-lagi Zou Chen tidak langsung membawa Jenni pulang ke mansion.


Sampailah mereka di toko perhiasan terbesar yang berada di jalur pulang menuju mansion, tidak seperti harapannya yang menginginkan pernikahan super sederhana, Jenni justru harus mempersiapkan diri dengan beberapa perhiasan mewah yang akan menambah kecantikannya.

__ADS_1


Mengikuti semua keinginan Zou Chen, akhirnya Jenni memilih kalung, gelang, serta anting yang nantinya akan dia gunakan dalam pesta pernikahan, dan barulah kedua orang itu keluar meninggalkan toko setelah memesan cincin khusus untuk acara pernikahan mereka.


Setelah menyelesaikan gaun serta pernak-pernik pernikahannya, Zou Chen langsung mengarahkan mobilnya menuju mansion miliknya, tapi tiba-tiba saja sebuah mobil mendahului mobilnya dari samping, dan menghentikan secara paksa mobil yang dia kendarai.


Sambil bersiap menarik pistol di punggungnya, Zou Chen dan Jenni melirik ke arah pintu mobil yang perlahan terbuka, lagi dan lagi Zou Chen melihat sosok Zhang Yu Xi yang sudah terlalu sering mengganggu perjalannya, tapi kali ini wanita itu tidak datang sendirian.


Zou Chen menyipitkan matanya, melihat sosok wanita yang dia kenal berdiri di sebelah wanita yang dulu pernah membuangnya, “Sayang, sepertinya ada yang melakukan kerjasama untuk membuat masalah dengan kita,” ujarnya menoleh menatap Jenni.


Dari pantulan spion mobil saat menolehkan kepala menatap Jenni, Zou Chen melihat mobil lainnya berhenti tak jauh di belakang mobilnya, dan dari mobil itu terlihat dua pria keluar dan langsung saja menembakkan senjata jenis senapan serbu kearah mobilnya.


“Sayang, menunduk!” Zou Chen segera memencet tombol darurat di mobilnya, membuat kaca anti peluru muncul melapisi kaca biasa mobil yang langsung hancur saat dihantam sebutir peluru.


“Tetap menunduk! Aku akan membawa kita pergi dari sini!” perintahnya pada Jenni, dan langsung saja dia tancap gas di tengah puluhan peluru yang memberondong mobilnya.


Zou Chen memacu mobilnya dengan kecepatan penuh, tapi di belakangnya ada dua mobil yang melakukan pengejaran, dan terus menembaki mobilnya dengan senjata yang mereka miliki.


“Kita akan selamat kalau mereka tidak punya senjata berat,” ungkap Zou Chen.


“Ini buruk, mobil ini tidak bisa bertahan dari ledakan granat!” ungkap Zou Chen sambil melaju zig zag menghindari mobil-mobil di depannya.


“Setidaknya kita tetap bersama,” kata Jenni mencoba tetap tenang walau dalam keadaan yang tidak menguntungkan baginya.


Zou Chen melirik Jenni sembari menunjukkan senyuman di wajahnya, “Kita selamat,” katanya saat melihat dua mobil SUV kombatan berukuran besar melaju kencang dari depan, dan langsung menghantam dua mobil yang terus mengejar mobilnya.


Bom...


Bom...


Suara benturan terdengar dari arah belakan, di susul suara ledakan dari dua mobil yang langsung meledak begitu dihantam SUV kombatan, yang tak akan hancur sekalipun terkena ledakan granat.

__ADS_1


Hingga keadaan sekarang berbalik, mobil yang dikendarai Zhang Yu Xi dan wanita yang tidak lain adalah Nayla, sedang di kejar dua mobil SUV kombatan yang tidak mengalami kerusakan setelah menabrak, dan menghancurkan dua mobil.


Zhang Yu Xi menggigit bibir bawahnya, ketakutan melihat dua SUV berukuran besar yang terus mengejar mobilnya.


“Semua ini gara-gara rencana bodohmu!” teriaknya pada Nayla yang lengan dan kakinya masih terbalut perban, menutupi luka tembak yang dilakukan Bella.


“Kenapa kau menyalahkanku? Bukannya kau sendiri yang mengatakan, kalau kau tidak bisa memilikinya, maka tidak akan ada yang dapat memilikinya!” balas Nayla.


Zhang Yu Xi mengambil pistol di dasbor mobil, dan mengarahkan moncongnya ke arah kepala Nayla, “Lebih baik kau mati! Baru juga kenal, tapi kau sudah menghancurkan semua rencanaku!”


Dor...


“Ka ... kau mem ... bunuhku!” Kata-kata terakhir Nayla yang mati setelah Zhang Yu Xi menembak tepat di keningnya.


“Cih, kau hanya mengotori mobilku,” ungkap Zhang Yu Xi, dengan senyum lebar di bibirnya, setelah melihat mobil SUV tak sanggup mengejar kecepatan mobil sport miliknya.


Akan tetapi, baru juga senyuman terlihat di wajahnya, saat dia tidak bisa mengurangi kecepatan mobilnya, sedangkan di depan ada tikungan tajam.


“Sial, bersama wanita ini benar-benar membuatku tertimpa kesialan!” kata terakhir yang keluar dari mulut Zhang Yu Xi, sebelum mobilnya meluncur keluar jalan, dan meledak setelah menghantam pohon berukuran besar di pinggir jalan.


Dua SUV kombatan berhenti di lokasi kecelakaan yang menimpa Zhang Yu Xi, “Mereka mati tanpa campur tangan kita,” kata Zou Gao keluar dari mobil SUV, melihat mobil sport berwarna hitam yang tak lagi terlihat bentuknya.


Zou Gao dan Lee Zhou secepatnya mengendarai mobil SUV kombatan, saat Zou Chen menekan tombol darurat yang menandakan dia dalam situasi yang membahayakan nyawanya.


“Beruntung Tuan Muda sudah berada dekat dengan mansion, jadi kita bisa datang tepat waktu,” ungkap Lee Zhou.


Keduanya segera pergi meninggalkan lokasi kecelakaan, begitu mendengar suara sirine polisi dari kejauhan.


°°°

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2