Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Dua Hari Sebelum Acara Pernikahan


__ADS_3

Dua hari berlalu dengan cepat, tersisa dua hari lagi sebelum digelarnya pesta pernikahan Zou Chen dan Jenni.


“Jangan menaruh apapun di dekat tangga!” kata Ling Mei saat pelayanan yang membantunya menghias mansion ingin menaruh hiasan bungan di dekat tangga.


Ling Mei melihat sekeliling.


“Taruh saja itu di sana!” Ling Mei menunjuk sudut ruangan yang belum tersentuh hiasan.


Kembali melihat sekeliling, Ling Mei tersenyum puas melihat segala hiasan den pernak-pernik pernikahan yang sudah tertata rapi di tempatnya. Ling Jia yang berada di sampingnya ikut tersenyum senang karena kerja kerasnya tidaklah mengecewakan.


Setelah melihat semua persiapan di dalam mansion sudah seperti harapan mereka, keduanya pergi keluar, melihat persiapan di bagian luar mansion.


Berada di taman mansion, mereka membantu anggota Black Rose yang sedang merapikan taman, dan menata beberapa tanaman yang dirasa kurang pas penempatannya.


Tidak membutuhkan waktu lama, keadaan taman sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, dan sekarang hanya menyisakan tugas memasang hiasan lampu yang akan mempercantik taman saat malam.


Keduanya berencana menyelesaikan semuanya hari ini, karena besok mereka ingin membantu Yun Shui mengurus makanan dan minuman yang akan disajikan di hari pernikahan. Walau sudah banyak pelayan dan koki yang membantu, tetap saja kedua gadis itu ingin membantu, dan meringankan pekerjaan Yun Shui.


“Dengan begini semuant telah selesai,” ungkap Ling Jia melihat lampu hias di taman yang mulai menyala, begitu dinyalakan.


°°°


Setelah mengambil gaun pengantin dan cincin pernikahan, Zou Chen dan Jenni yang diantar Zou Gao dan Zou Yao pergi ke restoran di pusat bisnis Kota Beijing, memenuhi undangan makan siang keluarga Huang.


Zou Chen, Jenni, Zou Gao dan Zou Yao yang sudah sampai di restoran, segera masuk kedalam, menemui orang yang sudah mengundang mereka, “Selamat datang Tuan Muda dan Nona Jenni, silahkan duduk,” Huang Rei mempersilahkan Zou Chen dan Jenni untuk duduk di dekatnya, berhadap-hadapan dengan Huang Yee dan wanita muda yang tak berkedip melihat wajah Zou Chen.


“Kami sedang banyak kegiatan, jadi Paman bisa langsung ke intinya,” kata Zou Chen tegas.


“Tuan Muda, sebaiknya kita bicara setelah selesai makan,” balas Huang Rei.


Sepuluh menit berlalu, Zou Chen dan Jenni sudah menghabiskan makanan di piring mereka, begitu juga dengan Huang Rei dan dua orang lainnya.


“Apa Paman bisa memulainya? Kami benar-benar tidak memiliki banyak waktu untuk berbasa-basi!”


Huang Rei menunjukkan senyum tipis di wajahnya.


“Tuan Muda, keluarga Huang ingin memiliki hubungan yang lebih baik dengan keluarga Zou. Saya menawarkan Huang Jini untuk dijadikan istri kedua Tuan Muda, supaya tercipta hubungan baik diantara kita.”

__ADS_1


Huang Yee dan Huang Jini tersenyum, mendengar apa yang dikatakan ayah mereka.


‘Sekalipun bekas, aku akan tetap menampung wanita itu kalau dia memutuskan pergi meninggalkan yuan muda sialan, yang aku yakin dia akan lebih memilih adikku daripada dirinya!’ kata Huang Yee dalam hatinya.


’Aku pasti dapat merebut posisi istri pertama, kalau perlu aku bisa menendang wanita itu keluar dari kehidupannya’ ungkap Huang Jini dalam hati.


Zou Chen meminum air putih di gelas, menghilangkan rasa hausnya, “Paman Rei, aku tidak membutuhkan wanita lain dalam hidupku, bagiku cukup satu wanita yang akan menemani hidupku sampai akhir kehidupan.” Zou Chen menoleh, menatap Jenni dan begitu saja mendaratkan ciuman di keningnya.


Huang Rei menghela nafas panjang.


“Apa Tuan Muda tidak ingin memikirkannya lebih dulu?” ujar Huang Rei yang masih mencoba membujuk Zou Chen menerima penawarannya.


“Apa aku harus menghancurkan keluargamu, supaya perkataanku dapat kamu mengerti?”


Tak lagi ada Zou Chen yang terlihat sopan di depan orang yang lebih tua, yang ada adalah Zou Chen dengan sorot mata tajam menatap Huang Rei dan dua orang lainnya.


Ekspresi wajah Huang Rei terlihat jelek mendengar apa yang dikatakan Zou Chen.


“Ini adalah peringatan terakhir untuk keluarga Huang, terutama untukmu, Huang Yee!” Mata tajam Zou Chen menatap Huang Yee, “Berhenti melakukan hal konyol yang kau tujukan untuk memisahkan kami!” ungkapnya dengan tangan kanan erat memegang tangan Jenni.


Huang Yee merasa terintimidasi dengan sorot mata tajam Zou Chen, dan seketika nyalinya menciut setelah beberapa saat beradu pandang dengan Zou Chen.


Tiba-tiba Zou Chen bangkit dari tempat duduknya, dan dengan lembut dia membantu Jenni berdiri.


“Terimakasih untuk makan siangnya.”


Huang Rei bernafas lega karena Zou Chen cuma memberinya peringatan, sekalipun itu peringatan terakhir, tapi dengan kesempatan itu setidaknya keluarga Huang tidak akan mengalami apa yang dialami keluarga Li, dan keluarga Ling.


“Lain kali jangan memberikan ide konyol yang dapat menghancurkan keluarga kita!” katanya menatap Huang Yee, yang sebelumnya memberinya ide tentang membiarkan Huang Jini menjadi istri kedua Zou Chen.


Huang Yee dan Huang Jini sama-sama terdiam karena sebenarnya ide itu merupakan ide keduanya, yang ingin memisahkan Zou Chen dan Jenni.


“Hampir saja keluarga kita hancur gara-gara ide konyol kalian!” ujarnya, lalu dia keluar meninggalkan restoran meninggalkan putra dan putrinya.


Huang Jini menatap Huang Yee begitu ayah mereka pergi, “Kakak tidak perlu memikirkan perkataan ayah, dan jangan lagi kita mengganggu Tuan Muda Zou Chen! Lagian, kakak masih bisa menikmati tubuhku, daripada terus berharap memiliki wanita yang hanya akan menjadi awal kehancuran keluarga kita.”


Huang Yee tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


“Kamu benar, lebih baik aku menikmati apa yang tersedia untukku, daripada mengharap sesuatu yang mustahil aku dapatkan,” ungkapnya.


Lalu dengan menggandeng lengan Huang Jini yang merupakan putri angkat keluarga Huang, Huang Yee meninggalkan restoran, dan pergi ke hotel milik keluarga Huang untuk menghabiskan waktu, menikmati kehangatan tubuh wanita yang sudah lama menyerahkan mahkota berharganya pada dirinya.


°°°


Malam hari, di mansion Zou Chen.


Ceklek


Zou Chen masuk kedalam kamar dimana di sana ada Jenni yang sudah menunggu kedatangannya, senyum wanita itu mengembang saat dirinya perlahan merangkak naik ke atas tempat tidur, menyingkap selimut dan langsung memeluk tubuh polos yang sejak tadi tersembunyi di dalam selimut.


Jenni menggigit bibir bawahnya, saat tangan Zou Chen mulai membelai bukit kembarnya.


“Sayang, dua hari lagi kita menikah, apa malam ini kamu ingin melakukannya?” kata Jenni, saat Zou Chen sudah membuka seluruh pakaiannya.


Zou Chen kembali membaringkan tubuhnya di samping Jenni, lalu membuat kekasihnya menghadap arah berbeda, sehingga sekarang posisi Jenni memunggui dirinya.


“Aku cuma akan memasukkannya, dan membiarkan dia terdiam di dalam sana. Kecuali kamu menginginkannya, dengan senang hati aku akan menggerakkannya.” Suara lirih Zou Chen terdengar di telinga Jenni.


Jenni merasakan milik Zou Chen perlahan memasuki miliknya.


“Sayang, jangan menyiksaku dengan terlalu lama mendiamkan itu di dalam sana! Lakukan apa yang ingin kamu lakukan karena aku juga menginginkan hal yang sama,” ungkap Jenni yang langsung membuat Zou Chen melakukan apa yang sudah menjadi tugasnya.


Jenni mengerang panjang, menikmati apa yang dilakukan Zou Chen padanya.


Dua puluh menit berlalu, Zou Chen menghentakkan miliknya, bersamaan dengan tubuh Jenni yang sedikit mengejang.


Zou Chen mengeluarkan miliknya, membiarkan Jenni membalikkan badan dan memeluk tubuhnya, dengan lembut dia membalas pelukan Jenni, sembari bibirnya memberikan kecupan lembut di bibir Jenni.


“Tidurlah dalam pelukanku!” kata Zou Chen yang merasa nyaman saat wanita yang dia cinta berada di dekatnya, bahkan sedang memeluk tubuhnya.


“Sayang, dia masih bangun!” gumam Jenni yang merasa ada sesuatu yang menyentuh miliknya di bawah sana.


“Tidak perlu memikirkan itu karena dia tidak akan pernah merasa puas selama berada di dekatmu.” Zou Chen mengusap lembut rambut Jenni, membiarkannya tidur, walau sebenarnya dia masih ingin melakukan lagi, apa yang baru saja dia lakukan.


°°°

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2