
“Kalian ingin bertemu dengan siapa?” tanya pria bertubuh tinggi besar, penjaga gerbang villa milik Yun Shui, saat Zou Gao meminta izin memasuki villa.
“Kami tamu Nyonya Yun Shui,” balas Zou Gao merasa aneh dengan penjaga gerbang, yang setelah tiga kali berkunjung ke villa, baru kali ini dia melihat orang ini.
“Nyonya tidak bisa di ganggu, lebih baik kalian pergi dari tempat ini!” ujar orang itu dengan suara meninggi.
Zou Gao dan Zou Chen sama-sama memicingkan matanya mendengar penjaga itu mengusir mereka, hingga akhirnya kedua mata mereka menangkap pergerakan aneh orang-orang di dalam villa, dan dari jauh mereka melihat Yun Shui sedang berdebat dengan pria seumuran Ling Feng. Hanya sepintas melihat, Zou Gao dan Zou Chen langsung mengenali siapa pria itu.
Dor...
Suara tembakan terdengar saat pria yang berdebat dengan Yun Shui melayangkan tembakan ke udara.
Bersamaan dengan terdengarnya suara tembakan, dua penjaga gerbang yang menghalangi jalan Zou Gao yang ingin memasukkan mobilnya, tiba-tiba jatuh terlentang setelah dua butir peluru melubangi kening mereka.
“Kalian tembak mati orang-orang yang berada di sekitar Nyonya Yun Shui!” Melalui alat komunikasi khusus, Zou Gao memberi perintah orang-orang yang berada di dua mobil berbeda.
Suara desingan peluru yang melewati alat peredam meluncur, melumpuhkan belasan orang yang mengepung villa milik Yun Shui, bahkan sebuah peluru mengenai tangan pria yang sempat melepaskan tembakan ke udara.
“Evans, lama tidak bertemu!” Zou Gao sudah berada di depan pria yang menahan sakit setelah dua peluru menembus kedua tangannya.
“Paman Evans, ternyata Anda tidak berubah,” ujar Zou Chen yang berada di belakang pria itu sambil menggandeng lengan Jenni.
Pria bernama Evans membulatkan matanya melihat sosok Zou Gao, tapi dia merasa asing dengan sosok pemuda yang memanggilnya paman. Akan tetapi saat memperhatikan wajah pemuda itu dan membandingkannya dengan wajah Yun Shui, di tambah dengan keberadaan Zou Gao, dia segera tau kalau pemuda itu adalah Ling Chen, putra Yun Shui.
“Ka... Kau si buta?” Evans masih sulit mempercayai kalau yang dia lihat adalah bocah yang mengalami kebutaan, akibat obat yang dia berikan pada istri kedua Ling Feng.
“Eh, ternyata Paman masih mengenaliku, padahal aku sempat mengira kalau Paman tidak lagi mengenaliku seperti orang-orang di keluarga Ling,” kata Zou Chen melangkah maju mendekati Evans yang terus meringis menahan sakit.
“Apa itu sakit, Paman?”
“Aku rasa itu masih belum sakit. Bagaimana kalau aku menambah rasa sakitnya?” Zou Chen mengeluarkan pistol yang dia simpan di bagian belakang tubuhnya.
Dor...
Arg...
Tanpa berkedip Zou Chen menembakkan satu butir peluru tajam kearah paha Evans.
__ADS_1
Jenni dan Yun Shui hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat siksaan yang diterima Alex.
“Temani Ibu!” Zou Chen menyuruh Jenni menemani Ibunya.
“Em, Ibu, sebenarnya apa yang tadi kalian perdebatkan sampai dia mengeluarkan tembakan ke udara?” tanyanya.
“Dia memaksa Ibu menikah dengannya! Dia juga mengancam akan membunuh adik dan kakakmu yang Ibu sembunyikan di kamar atas, kalau Ibu bersikeras menolak keinginannya. Padahal Ibu tahu, dia hanya mengincar harta yang diwariskan kakek kamu pada Ibu,” jawab Yun Shui menjelaskan semuanya.
“Setelah menjadi penyebab utama kebutaan yang aku alami, ternyata Paman punya niat jahat lainnya pada keluargaku!”
Zou Chen memukul wajah Evans, sampai membuat pria itu jatuh terkapar. Tidak puas dengan itu, Zou Chen menyeret tubuh Evans ke tempat anak buah Zou Gao mengumpulkan mayat orang-orang yang mereka bunuh. Tubuh besar Evans begitu saja dia lempar ke atas tumpukan mayat.
Zou Chen sudah memegang kembali pistolnya, dan mengarahkan moncong pistolnya kearah kepala Evans, “Paman, semua kejahatanmu di masa lalu telah terungkap, tapi aku tidak akan menyerahkan orang sepertimu ke polisi karena aku sudah menyiapkan hukuman yang tepat untukmu...
Paman tidak perlu bingung aku tahu semua itu dari mana, yang perlu Paman tahu, malam ini akan menjadi akhir yang indah untuk kita semua.” Zou Chen sangat berterimakasih pada Hanna yang berhasil mengumpulkan banyak informasi selama dia dan Zou Gao mengembangkan usaha di London, termasuk informasi penting siapa orang yang menyebabkan kebutaannya.
Gerimis mulai turun saat Zou Chen menatap sosok Evans yang tak lagi memiliki harapan hidup, tangan Zou Chen memegang erat pistol yang moncongnya mengarah tepat ke kening Evans.
“Sepertinya ada yang datang!” Baru juga Zou Chen berkata, deru mesin helikopter terdengar dari kejauhan dan semakin mendekat.
Seseorang membuka pintu samping helikopter, mengeluarkan senapan mesin, dan mengarahkan moncong senapan ke arah orang-orang yang berada di bawah. Akan tetapi sebelum rentetan peluru berhasil ditembakkan, sebuah roket terlebih dahulu ditembakkan salah satu anak buah Zou Gao dan tepat menghantam badan helikopter.
Bom...
Bom...
Helikopter meledak, dan meluncur jatuh tepat di samping villa Yun Shui. Bisa dipastikan semua orang di dalam helikopter mati, bahkan sebelum bangkai helikopter jatuh menghantam tanah.
Zou Chen dan yang lainnya tersenyum melihat jatuhnya helikopter yang sempat membuat mereka mengeluarkan keringat dingin. “Sepertinya Dewa Kematian belum menginginkan kami datang ke alam kematian untuk menemuinya, tapi dia sudah menantimu di gerbang alam kematian!”
Dor...
Dor...
Dua peluru menembus kening dan dada Evans.
Tubuh pria itu kejang beberapa kali dengan darah segar mengalir dari semua bagian tubuh yang mengalami luka tembak, dan tak lama tubuh Evans diam bersama dengan hembusan nafas terakhirnya.
__ADS_1
“Paman, apa aku terlalu kejam memberi orang sepertinya hukuman mati?“ Walau ini kali pertamanya membunuh seseorang, Zou Chen tidak memiliki ketakutan karena telah menghilangkan nyawa seseorang.
“Saya tidak merasa Tuan Muda terlalu kejam pada orang sepertinya, bagaimanapun juga kesalahannya sangat besar, dan hanya kematian yang pantas sebagai hukumannya.”
Zou Chen mengangguk, menyimpan kembali pistolnya, lalu melangkahkan kaki berjalan ke arah Yun Shui dan Jenni yang menunggu kedatangannya.
“Dia juga terlibat dalam kematian kakek dan nenekmu, tapi karena uang, polisi menghapus bukti keterlibatannya, dan tanpa adanya bukti tentu dia dapat melenggang keluar dari penjara,” ujar Yun Shui mengungkap apa yang sebenarnya sudah diketahui Zou Chen.
Zou Chen tersenyum saat bertatap muka dengan sosok Ibu yang sangat dia rindukan, dan langsung saja dia memeluk ibunya.
“Maafkan Ibu yang bertahun-tahun tidak mengunjungi atau menanyakan kabarmu!” kata Yun Shui membalas pelukan Zou Chen.
“Aku tahu, Ibu tidak bisa melakukan apa-apa karena orang itu, tapi mulai sekarang dia tidak akan bisa memisahkan kita lagi,” ujar Zou Chen, lalu dia melepas pelukannya.
“Ibu penasaran, siapa orang baik yang mendonorkan matanya untukmu?” tanya Yun Shui.
“Tuan James mengikhlaskan mata putranya yang sudah tiada untuk didonorkan padaku, dan yah sekarang aku juga telah menjadi anak angkatnya,” jawab Zou Chen.
“Anak angkat?” Yun Shui belum bisa percaya kalau anaknya memiliki seorang ayah angkat.
“Iya, setidaknya dia jauh lebih baik dari orang itu, dan aku juga belajar darinya tentang bisnis dan cara mengembangkannya. Kalau Ibu ingin bertemu dengannya, aku akan mempertemukan kalian di acara pernikahanku,” ujar Zou Chen dibalas anggukan kepala Yun Shui.
Yun Shui membawa Zou Chen dan Jenni kedalam villa, tapi sebelum masuk dia meminta Zou untuk membebaskan pengawalnya yang disekap di gudang belakang villa.
“Kalian tunggu di sini, Ibu mau memanggil adik dan kakak kalian!” Yun Shui langsung menaiki tangga menuju lantai ketiga tempat kedua putrinya bersembunyi dari sosok Evans.
“Sayang, kenapa Ibu tidak takut saat melihat kematian? Apa sebelumnya Ibu pernah melihat kematian seperti yang barusan? Tubuhku saja masih bergetar walau sudah sering melihat kematian saat masih bekerja di tempat tante Hanna,” tanya Jenni berbisik di dekat telinga Zou Chen.
“Ibu mantan anggota militer, jadi wajar dia tidak takut dengan yang namanya kematian, apalagi dia pernah dikirim ke medan perang yang sebenarnya di perbatasan barat,” ujar Zou Chen menjawab pertanyaan Jenni.
Jenni mengangguk mengerti, “Aku tidak menyangka wanita selembut Ibu adalah mantan anggota militer,” ujar Jenni duduk tenang menanti kedatangan Yun Shui dan yang lainnya.
°°°
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1