
Beberapa jam berlalu dengan cepat.
Mobil yang dikendarai Zou Gao baru saja memasuki halaman Mansion yang penjagaannya semakin diperketat.
“Aku tidak menyangka, kamu memiliki penjagaan yang jauh lebih lengkap dari yang dimiliki keluarga Ling.” Yun Shui sedang membandingkan penjagaan di Mansion Zou Chen dengan penjagaan kediaman keluarga Ling.
Zou Chen hanya tersenyum saat mendengarnya.
Kemudian dia mengarahkan Yun Shui dan yang lainnya masuk kedalam Mansion.
Berada di dalam Mansion Zou Chen dan Jenni tidak melihat keberadaan adik-adik mereka, tapi belum juga bertanya seorang pelayan memberitahu mereka kalau kedelapan adik mereka sudah istirahat sejak satu jam yang lalu.
Yun Shui yang belum tahu apa-apa, dia bertanya pada Zou Chen, siapa yang dimaksud pelayan dengan adik-adiknya.
Zou Chen menjelaskan kalau mereka adalah ketiga adik Jenni, dan lima anak yang terpaksa hidup di jalanan karena keluarga mereka telah dihancurkan keluarga Ling.
Kedua orang tua mereka bahkan mati di dalam penjara, dan kemungkinan itu masih berhubungan dengan keluarga Ling yang tidak pernah setengah-setengah dalam menyingkirkan musuhnya.
Selesai menjelaskan keadaan adik-adiknya, Zou Chen mengantarkan Ibu, kakak, dan adiknya ke kamar mereka masing-masing.
“Apa kalian sudah tinggal dalam satu kamar?” Tiba-tiba Yun Shui menanyakan itu pada Zou Chen.
“Ah iya, kita sudah cukup lama tinggal dalam satu kamar,” jawab Zou Chen sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Kalau begitu, cepat beri Ibu kalian ini cucu!”
“Ha, cucu! Apa Ibu benar-benar menginginkannya?” tanya Zou Chen yang sempat tersentak karena terkejut.
“Iya, secepatnya Ibu menginginkan cucu dari kalian!” Yun Shui segera masuk ke dalam kamarnya, tidak menunggu balasan Zou Chen.
Zou Chen hanya menggelengkan kepalanya setelah mengetahui keinginan Ibunya, sedangkan Jenni yang sudah berada di dalam kamar, dia tidak tahu apa yang dikatakan Yun Shui.
Di dalam kamar Zou Chen.
Setelah membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian, Zou Chen melakukan rutinitas malamnya bersama Jenni, tapi kali ini mereka sedikit menahan diri untuk tidak liar seperti malam biasanya karena di sebelah kamar mereka ada Ling Jia, yang kemungkinan dapat mendengar suara mereka kalau terlalu berisik.
Zou Chen dan Jenni terus berganti posisi, dengan milik Zou Chen yang senantiasa berada di dalam milik Jenni.
Satu jam berlalu, keduanya mengakhiri rutinitas malam mereka, dengan wajah berseri penuh kepuasan.
__ADS_1
“Sayang!” panggil Zou Chen yang memeluk tubuh polos Jenni dari belakang, dengan miliknya yang masih keras menempel di sela sempit milik Jenni.
Jenni tiba-tiba mengarahkan tangan Zou Chen kearah dua bukit kembarnya, lalu dia menarik selimut untuk menutupi tubuh tubuhnya dan tubuh Zou Chen.
“Apa yang barusan belum cukup? Sayang, aku sudah lelah.” Terdengar suara lembut dari mulut Jenni.
“Itu sudah cukup, tapi ada yang ingin aku katakan padamu!” kata Zou Chen yang membiarkan miliknya masuk ke celah sempit milik Jenni.
“Ehm sayang, apa yang ingin kamu katakan?” tanya Jenni dengan mata terpejam, menikmati milik Zou Chen yang kembali memasuki miliknya.
Zou Chen mencari posisi yang pas, dan semakin dalam memasukkan miliknya, “Sayang, Ibu menginginkan cucu dari kita. Jadi, mulai malam ini kita harus bekerja keras untuk memenuhi keinginannya,” jawab Zou Chen, dan kembali dia melanjutkan aktifitas malamnya bersama Jenni.
Ling Jia yang berada di sebelah kamar mereka hanya bisa menggigit bibirnya saat mendengar suara mereka, yang seketika membuat panas tubuhnya.
°°°
Setelah malam panjang yang dilewati Zou Chen dengan membuat Jenni hampir pingsan karena di landa rasa puas, pagi ini dia sudah berada di belakang Mansion, menyambut kedatangan orang-orang dari keluarga Zou, dan dia baru tahu kalau Zou Gao adalah pemimpin keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai pembunuh profesional.
Zou Gao bahkan mendapat julukan Ghost dari pemimpin keluarga Zou terdahulu karena dia dapat membunuh tanpa terlihat musuh, dan keahliannya itu telah dia turunkan ke Zou Chen dan Jenni.
Bisa dikatakan kalau kemampuan itu jauh lebih berkembang ke titik yang lebih mengerikan, saat digunakan Zou Chen dan Jenni.
“Selamat datang dan kami menyambut kedatangan Tuan Muda,” kata seluruh orang dari keluarga Zou, dengan kepala tertunduk memberi penghormatan pada Zou Chen.
Zou Chen telah meminum darah Zou Gao, yang artinya dia memiliki kedudukan tinggi di keluarga Zou apalagi dia cucu dari Ling Dong, yang dimasa lalu merupakan tuan dari keluarga Zou.
“Kita semua yang ada di tempat ini adalah saudara, jadi jangan terlalu sungkan, dan jangan pernah menundukkan kepala kalau kalian tidak melakukan kesalahan!” kata Zou Chen tegas.
“Baik Tuan Muda, kami mengerti,” balas mereka serempak.
“Hari ini kita baru bertemu, tapi aku ingin meminta maaf pada kalian karena mulai hari ini aku ingin meminjam kekuatan kalian, untuk melawan Tuan Muda pertama keluarga Ling, yang sedang mengincar nyawaku.” Zou Chen menundukkan kepalanya meminta maaf.
Akan tetapi, saat melihat Zou Chen menundukkan kepalanya, semua orang di tempat itu secara bersamaan berlutut dengan satu kaki, dan menundukkan kepalanya, “Tuan Muda tidak perlu meminta maaf! Kedatangan kami memang untuk membantu, dan mengalahkan mereka yang memusuhi Tuan Muda,” ungkap Zou Yao, adik Zou Gao.
“Tuan Muda, angkat kepala Anda dan biarkan kami berjuang di sisi Anda! Musuh Tuan Muda adalah musuh kami, dan selamanya akan seperti itu.” Zou Gao yang berlutut di sebelah Zou Chen meminta tuan mudanya, mengangkat kepalanya.
Zou Chen mengangkat kepalanya bersama dengan terdengarnya suara rentetan tembakan dari arah gerbang depan Mansion.
Bukannya cemas atau takut Zou Chen justru tersenyum saat mendengar suara tembakan, “Karena mereka sudah datang, mari kita sambut kedatangan mereka!”
__ADS_1
“Baik Tuan Muda, kami akan mengingatkan pada mereka tentang keberadaan dan kekuatan keluarga Zou!” Zou Yao memimpin orang-orang dari keluarga Zou keluar dari gerbang belakang, dan mereka akan menyerang dari sisi yang tidak bisa ditebak oleh musuh.
“Karena Jenni dan yang lainnya sudah berada di tempat yang aman, bagaimana kalau kita ikut bersenang-senang bersama mereka? Bukannya Paman selalu merindukan pertempuran!” ujar Zou Chen yang mempersenjatai dirinya dengan dua buah pistol, yang sudah terisi peluru tajam.
Zou Gao menyeringai, “Apa Tuan Muda ingin pergi sebelum menikmati sarapan yang sudah saya sediakan? Sebaiknya Tuan Muda menikmati sarapan yang sudah saya siapkan, sambil menunggu kami membersihkan tikus pengganggu!”
“Hah, baiklah, Paman bisa pergi duluan sementara aku akan segera menghabiskan makananku! Ingat, sisakan aku beberapa dari tikus itu!” Zou Chen melangkahkan kaki dengan begitu santai menuju ruang makan, di tengah baku tembak yang sedang terjadi di Mansion nya.
“Keluarga Ling, kalian benar-benar bodoh karena memilih membuang sosok mengerikan yang bahkan tetap tenang walau berada di tengah-tengah kekacauan!” gumam Zou Gao mengagumi ketenangan yang dimiliki Zou Chen.
°°°
Di tempat lain.
Ling Jun tersenyum penuh kemenangan saat orang-orang yang dia kerahkan berhasil menjebol gerbang Mansion Zou Chen. Walaupun mereka belum berhasil merangsek masuk kedalam Mansion, setidaknya mereka berhasil membuka jalan masuk kedalam Mansion.
Ling Jun terus saja mengawasi baku tembak di depan Mansion Zou Chen dari kejauhan, dan dengan jelas dia dapat melihat orang-orangnya mulai bertumbangan setelah menerima serangan balasan dari orang-orang di dalam Mansion.
“Mereka hanya sekumpulan amatir, yang menjadi pembuka jalan untuk orang-orang yang sudah terlatih dalam pertempuran yang sesungguhnya. Kematian mereka adalah sebuah kewajaran,” gumam Ling Jun sedikitpun tidak iba atas kematian orang-orangnya.
Ling Jun menunjukkan senyum lebar saat terjadi ledakan besar yang menghancurkan gerbang Mansion, yang sebelumnya hanya terbuka, “Mereka tidak sabaran dan ingin cepat-cepat menyelesaikan tugasnya,” ujarnya melihat ratusan orang yang terus berdatangan, menggempur Mansion Zou Chen.
“Dia memang memiliki kekuasaan dengan kebesaran Zou Company, tapi dia tidak punya kuasa untuk lari dari kematian yang sudah aku persiapkan untuknya!” kata Ling Jun masuk kedalam mobil, lalu pergi menjauhi Mansion Zou Chen karena dia sudah yakin akan kemenangan yang sudah pasti menjadi miliknya.
Ling Jun terus saja menunjukkan senyum di wajahnya, saat mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, tapi baru juga mobil miliknya pergi menjauh, situasi di Mansion Zou Chen terbalik, dan orang-orang Ling Jun mulai terdesak.
“Jangan ada yang tersisa! Bunuh siapapun yang ingin berbuat buruk pada Tuan Muda!” teriak Zou Yao memimpin lima ratus orang dari keluarga Zou menyerang dari sisi lain, di waktu yang sama Zou Gao memimpin anggota Black Mamba melancarkan serangan tanpa henti dari arah dalam Mansion.
Sementara itu, jauh dari Mansion Zou Chen, Lee Zhou, si kembar dan anggota elite organisasi Black Mamba sedang menghancurkan satu persatu markas orang-orang yang berada di sisi Ling Jun.
Sedangkan Zou Chen yang berada di ruang makan, sambil tersenyum dia melihat layar laptopnya yang sedang menunjukkan keberadaan Ling Jun. Dengan kemampuan Bella, semua kamera di jalanan saat ini tertuju pada mobil yang dikendarai Ling Jun.
“Semoga selamat sampai ke neraka!” kata Zou Chen menikmati steak yang dimasak Zou Gao, sambil melihat indahnya pemandangan saat mobil Ling Jun meledak di tengah jalan yang sepi dari pengendara lainnya.
°°°
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1