Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan

Kembalinya Tuan Muda Yang Terasingkan
Rencana Ling Feng


__ADS_3

Setelah meninggalkan restoran, Zou Chen dan Jenni memilih membeli makanan di tempat makan sederhana di pinggir jalan, “Aku heran, kenapa banyak pria yang tergila-gila denganmu?” kata Zou Chen yang tidak suka dengan banyaknya pria, yang mendekati Jenni.


“Dia cuma kakak kelas di sekolah menengah. Li Xian, putra satu-satunya keluarga Li, keluarga besar penguasa wilayah selatan Kota Beijing.”


“Sebaiknya aku mempercepat acara pernikahan kita, dengan begitu mereka tidak lagi memiliki kesempatan untuk mengganggu hubungan kita.”


“Aku tidak akan pernah pindah ke lain hati!” ujar Jenni, sangat serius dengan kata-kata yang baru keluar dari mulutnya.


Zou Chen menatap Jenni yang juga sedang menatapnya. “Aku tau itu, tapi aku ingin menunjukkan pada mereka kalau kamu sepenuhnya sudah menjadi milikku.”


Senyum bahagia terlihat di wajah Jenni mendengar perkataan Zou Chen.


Tiba-tiba saja Jenni mencium pipi Zou Chen.


“Pria kecilku dulu ternyata sudah tumbuh menjadi pria dewasa,” katanya yang masih mengingat masa kecil saat bermain bersama Zou Chen, di kediaman keluarga Ling.


Zou Chen mencubit hidung Jenni.


“Apa kamu ingin aku menjadi anak kecil seperti dulu?”


“Kamu dulu lebih manis dari yang sekarang.” Jenni terkekeh pelan saat mengatakan itu.


Zou Chen menggelengkan kepala, lalu membalas ciuman Jenni dengan mencium pipinya.


“Sekarang aku lebih sempurna dari yang dulu,” ujar Zou Chen, lalu dia memberi kecupan singkat di bibir, sebelum membawanya kembali ke dalam mobil.


Lama Jenni terdiam setelah mendapat kecupan di bibir saat banyak orang sedang memandang kearahnya, lebih dari sepuluh menit dia terdiam, dan akhirnya membuka suara saat Zou Chen tiba-tiba menghentikan laju mobilnya.


Jenni menatap Zou Chen, lalu bertanya, “Ada apa? Kenapa tiba-tiba berhenti?” Memandang ke sekelilingnya, Jenni tidak menemukan apa-apa yang membuat Zou Chen secara tiba-tiba menghentikan laju mobilnya.


“Hah, akhirnya kamu kembali bersuara!” ujarnya sembari tersenyum saat kembali mendengar suara keluar dari mulut Jenni.

__ADS_1


“Jadi, kenapa tiba-tiba berhenti?” tanya Jenni penasaran.


Zou Chen mencubit pipi Jenni, “Aku cuma ingin mendengar suaramu, karena sejak meninggalkan rumah makan kamu hanya diam.”


“Maaf, aku tidak bermaksud melakukan itu, tapi aku masih terpikirkan kecupan yang kamu lakukan di tempat makan.”


“Apa kamu malu saat aku memberikan sebuah kecupan di depan banyak orang?”


“Bukannya malu, tapi aku merasa tidak enak saat harus menunjukkan kemesraan kita di depan para jomblo,” ujar Jenni yang disambut gelak tawa Zou Chen.


“Lain kali, tidak usah pedulikan mereka,” balas Zou Chen yang kembali tancap gas menuju rumah Jenni.


°°°


Ling Company.


Ruang kerja Ling Feng yang di hari-hari biasanya sangat tenang, siang ini terjadi keributan di ruangan itu, di saat banyak karyawan yang sedang menikmati hari libur.


Setelah banyaknya kerjasama yang selalu di setujui pihak Zou Company, Ling Feng merasa ada keanehan saat Zou Company untuk pertama kalinya menolak proposal kerjasama yang disodorkan Ling Company.


“Ayah,” Ling Qian memanggil Ling Feng, yang sedang menenangkan dirinya.


“Aku curiga ini semua ada hubungannya dengan pemuda bernama Zou Chen, yang akhir-akhir ini sering terlibat masalah dengan kakak Jun, hanya karena seorang wanita!” kata Ling Qian, sembari melirik Ling Jun.


“Zou Chen dan Zou Company. Sialan, kenapa aku baru menyadarinya.” Ling Jun baru sadar tentang Zou Chen dan Zou Company, yang sama-sama menggunakan marga Zou.


“Ling Jun, bagaimana bisa kamu berbuat kecerobohan, sampai berada di titik kamu terlihat seperti orang bodoh?” kata Ling Feng yang dengan jelas mendengar apa yang baru dikatakan Ling Jun.


Ling Jun menghela nafas, lalu berkata, “Aku terlalu terbawa emosi, karena orang itu telah merebut wanita yang seharusnya menjadi milikku, dan aku tidak menyangka semua yang aku lakukan berimbas pada hubungan kita dengan Zou Company.”


Ling Feng menatap Ling Jun dengan kemarahannya.

__ADS_1


“Apa sekarang kau puas setelah membuat keluarga kita kembali berjalan ke arah jurang kehancuran?” tanya Ling Feng dengan meninggikan suaranya.


“Pemuda itu terlihat biasa-biasa saja, aku benar-benar tidak tahu kalau dia memiliki hubungan dengan Zou Company. Setahuku, dia hanya mahasiswa di universitas, yang berada di lingkaran mahasiswa tingkat bawah. Tidak ada yang istimewa darinya, kecuali identitas lengkapnya yang tidak bisa aku ketahui, sekalipun aku sudah menyewa banyak ahli di bidang IT.” ungkapnya menjelaskan.


“Ling Jun, sejak kapan kamu berubah menjadi begitu bodoh? Dari identitas yang begitu terlindungi, seharusnya kamu tau kalau dia bukanlah orang yang bisa sembarangan disinggung! Lihat sekarang, semua hubungan baik hancur gara-gara kebodohanmu!” Ling Feng mendadak heran dengan putranya yang menjadi sangat tidak berguna.


Ling Jun menundukkan kepala, menyesali perbuatannya.


“Ling Qian, katakan saja kalau kamu memiliki ide untuk memperbaiki hubungan kita dengan Zou Company!” ujar Ling Feng.


Ling Qian tersenyum sinis melihat Ayahnya mulai tidak mempercayai kakaknya, “Bagaimana kalau kita mengundang pihak Zou Company makan malam di kediaman utama, dan sekalian kita juga mengundang pemuda itu! Satu hal yang harus Ayah tahu, adik Mei memiliki hubungan baik dengan pemuda itu.” ungkapnya.


Ling Feng mengangguk paham, saat Ling Qian menyebut nama putri kecilnya.


“Baiklah, kamu persiapkan semuanya. Undangan dan acara makan malam aku percayakan padamu. Kalau dengan itu hubungan dengan Zou Company dapat diperbaiki, aku akan memperhitungkan posisi Ling Jun yang bisa saja aku serahkan padamu.”


Setelah mendapatkan sedikit angin segar dari rencana Ling Qian, Ling Feng menyuruh kedua putranya pergi meninggalkan ruangannya.


Dia menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi setelah kedua putranya pergi.


‘Kalau pemuda itu benar-benar memiliki hubungan dengan Zou Company dan berhubungan baik dengan Mei kecil, tidak ada salahnya aku menjodohkan mereka. Siapa pria yang dapat menolak pesona putri kecilku? Wanita yang saat ini menjadi wanitanya pasti di buang saat aku menjodohkan dia dengan putriku’ katanya dalam hati.


Memikirkan soal perjodohan, Ling Feng teringat sosok putranya, yang sudah bertahun-tahun tidak dia ketahui bagaimana kabarnya.


“Aku benar-benar seorang ayah yang gagal. Aku adalah orang yang menghancurkan kehidupannya. Seandainya dulu aku tidak membiarkan wanita itu meneteskan cairan racun ke matanya, dia tidak akan pernah menderita kebutaan, dan terusir dari rumah tempat yang seharusnya memberikan perlindungan padanya.” gumamnya.


Bukan hanya menjadi sosok ayah yang gagal, Ling Feng juga telah menjadi suami yang gagal, setelah istrinya memutuskan pergi meninggalkannya, tak lama setelah kepergian Ling Chen.


°°°


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...


__ADS_2