
Acara makan malam di kediaman keluarga Ling yang dihadiri petinggi Zou Company baru saja berakhir. Diawali kepergian tuan muda pemilik Zou Company, tiga petinggi Zou Company menyusul pergi tidak lama setelah kepergian tuan muda mereka. Akan tetapi, sebelum pergi ketiganya memberi keputusan penting, tentang hubungan Zou Company dengan Ling Company.
Li Xian pamit pergi meninggalkan kediaman keluarga Ling bersamaan dengan kepergian para petinggi Zou Company.
Ling Feng yang berada di depan pintu kediamannya, menatap kepergian para petinggi Zou Company dengan perasaan marah, “Ling Jun, mulai besok kamu tidak perlu ke kantor, dan semua fasilitas yang selama ini aku berikan akan di sita!”
“Sayang, kamu tidak bisa melakukan itu pada putra kita! Seharusnya kamu mendukung dia mendapatkan wanita yang dicintainya, dan biarkan Ling Meilin yang menggantikan posisi wanita itu. Kalau perlu, berikan Ling Jia Li padanya!” kata Tang Wei, istri kedua Ling Feng.
Ling Feng melirik ke arah Tang Wei, “Ini semua karena kamu terlalu memanjakannya! Kalau kamu mampu, lakukan apa yang kamu inginkan tapi jangan libatkan keluarga Ling.”
Tang Wei menghentakkan kakinya, dia tidak terima dengan keputusan Ling Feng, dan memilih pergi mengikuti Ling Jun yang sudah lebih dulu pergi mengurung dirinya di dalam kamar.
“Ling Qian, siapkan semuanya! Besok pagi kita pergi ke kantor Zou Company untuk memperbaiki beberapa kontrak kerjasama. Kamu jangan melakukan kesalahan yang sama seperti kakakmu!” kata Ling Feng, lalu dia pergi ke ruang kerjanya dengan perasaan dongkol.
Ling Qian tersenyum lebar melihat ayahnya mulai mempercayakan semuanya pada dirinya, dan mengabaikan keberadaan kakaknya. ‘Cepat atau lambat, aku akan ditetapkan sebagai pewaris tunggal kekayaannya keluarga Ling’ ujarnya dalam hati.
Ling Qian segera pergi ke ruang kerjanya dengan diikuti asisten pribadinya. Sedangkan Ling Jia Li dan Zhang Yu Xi, mereka memilih pergi ke apartemen, dan akan bermalam di sana.
Di dalam ruang kerjanya, Ling Feng menerima panggilan telepon dari dua orang yang dia kirim ke Kota London untuk mencari keberadaan putranya.
“Bagaimana, apa kalian sudah menemukan putraku?”
“Tuan, Tuan Muda Ling Chen sudah tidak tinggal di rumah lamanya.”
“Dia tidak tinggal di rumah itu, lalu sekarang dia ada di mana?”
“Kami melakukan pencarian, tapi yang kami dapatkan hanya alamat lama yang sudah Tuan Muda tinggalkan.”
Orang yang menghubungi Ling Feng menceritakan semua hasil pencariannya, termasuk temuan pemuda yang mirip dengan sosok Ling Chen, tapi dia bisa melihat, beda dengan sosok Ling Chen yang menderita kebutaan.
Akan tetapi, mereka mendapatkan sebuah fakta tentang siapa sosok pemuda yang menyerupai sosok Ling Chen.
Mereka tidak akan salah mengenali orang, karena mereka mendapatkan foto terakhir Ling Chen yang tertinggal di rumah lamanya, dan kebetulan orang baru yang menempati rumah itu masih menyimpan foto milik Ling Chen.
__ADS_1
Ling Feng seperti tidak percaya dengan apa yang baru dia dengar, walau sebenarnya dia sangat senang saat tahu kabar baik tentang putranya, yang tidak lagi mengalami kebutaan.
Ling Feng menutup panggilan telepon, lalu melihat sebuah foto yang baru dikirim anak buahnya. “Dia sangat mirip dengan Ibunya, tapi entah kenapa wajahnya terlihat tidak asing!” Ling Feng merasa pernah melihat seseorang yang memiliki wajah mirip Ling Chen, tapi dia lupa dimana pernah melihatnya.
°°°
Di Mansion Zou Chen.
Zou Chen baru saja selesai membaca pesan dari anak buahnya di Kota London yang baru melaporkan padanya tentang dua orang yang mencari keberadaannya.
Bibir Zou Chen melengkung membentuk sebuah senyuman karena dia tahu siapa orang yang menyuruh mereka mencari keberadaannya. ‘Siapa juga orang yang ingin mencari keberadaanku selain pria itu!’ ujarnya dalam hati.
Walau tahu siapa orang yang sedang mencari keberadaannya, tapi dia tidak tahu apa tujuan orang itu mencari keberadaannya setelah beberapa tahun ini mengabaikan keberadaannya.
Setelah beberapa saat berpikir, dia tidak menemukan alasan kenapa orang itu mencari keberadaannya. “Sangat tidak mungkin dia mencariku karena ingin membawaku kembali ke kediaman keluarga Ling,” gumamnya, lalu dia melangkahkan kaki meninggalkan ruang kerja, berjalan menemui Jenni yang sudah berada di dalam kamar.
Berhenti di ambang pintu melihat Jenni yang sedang mengganti pakaiannya, Zou Chen hanya bisa menghela nafas karena tahu wanitanya masih tidak bisa melakukan itu.
Jenni tiba-tiba menolehkan kepalanya, dan melihat Zou Chen yang sedang menatapnya.
“Sayang, kenapa kamu diam di situ?” panggil Jenni.
Zou Chen melangkah kakinya mendekati Jenni, lalu memeluknya dari belakang. “Aku terpesona dengan keindahan wanitaku, sampai membuat tubuhku membeku sulit digerakkan,” ujar Zou Chen di dekat telinga Jenni.
Jenni menggigit bibir bawahnya saat merasakan hembusan nafas Zou Chen di dekat telinganya.
“Aku belum mengantuk, bagaimana kalau kita bergabung dengan yang lainnya di bawah? Aku ingin lebih mengenal ketiga orang kepercayaanmu.” Jenni ingin lebih mengenal sosok Nathan, Lee Zhou, dan Bella.
“Aku juga ingin belajar banyak dari mereka, supaya aku bisa membantumu,” imbuhnya.
“Apa kamu yakin ingin belajar dari mereka?”
Jenni menganggukkan kepalanya, “Aku tidak ingin menjadi wanita lemah yang selalu bersembunyi di belakangmu saat ada masalah. Terkadang, aku ingin berdiri sendiri menyelesaikan masalahku.”
__ADS_1
Dengan lembut Zou Chen membalikkan tubuh Jenni, dan sekarang wajah cantik itu tepat berada di depan wajahnya, “Lakukan apa yang ingin kamu lakukan, tapi kamu tidak boleh ceroboh, yang dapat membuat dirimu terluka!”
“Aku berjanji tidak akan ceroboh, kamu tenang saja, percayalah aku tidak akan menyakiti diriku sendiri,” ujar Jenni sembari menunjukkan senyumnya.
Jenni membelai wajah Zou Chen, lalu dia memiringkan kepala dan menempelkan kepalanya ke dada bidang Zou Chen. Detak jantung yang begitu teratur, terdengar dari dadanya, membuat dirinya merasa nyaman.
Zou Chen menyadari Jenni nyaman dengan posisinya, dan membiarkannya berlama-lama di posisi yang sama, “Bukannya kamu ingin bergabung dengan mereka yang ada di bawah?”
Jenni tidak merespon, dia benar-benar nyaman dalam dekapan Zou Chen, “Tunggu sebentar, aku masih ingin seperti ini!” ujarnya.
Sepuluh menit berlalu, akhirnya Zou Chen dan Jenni memutuskan turun menemui orang-orang yang sedang bersantai di ruang utama Mansion.
“Hari sudah malam, kenapa kalian masih berkumpul di tempat ini?” tanya Zou Chen, menempati tempat duduk kosong, dan Jenni duduk di sebelahnya.
“Tuan Muda, kami sedang membicarakan ekspresi wajah Ling Feng saat Tuan Muda memutuskan pergi meninggalkan kediamannya. Orang itu terlihat sangat frustasi dan putus asa,” ungkap Nathan.
“Kalau saat bersama seperti ini, jangan memanggilku tuan muda, dan hilangkan sikap formal kalian! Panggil aku seperti biasa, dan ingat kita ini keluarga bukan orang asing baru pertama bertemu!” ungkap Zou Chen.
Semua orang tersenyum mendengar itu, mereka tahu Zou Chen menganggap mereka sebagai keluarga, tapi bagi mereka selamanya Zou Chen adalah tuan yang harus dihormati dan dituruti semua kemauannya.
Zou Chen tiba-tiba memberi tatapan tajam pada ketiganya, “Mulai besok, kalian bergantian memberi pelatihan pada Jenni! Dimulai dari Nathan.”
“Ajari dia semua yang kalian kuasai! Khusus untukmu, jangan terlalu kasar!” ujar Zou Chen sambil menatap Lee Zhou.
Ketiganya mengangguk, “Kami akan melakukan yang terbaik untuk Nona Jenni,” balas ketiganya.
Zou Chen meminta ketiganya mulai mengakrabkan diri dengan Jenni, sedangkan dirinya hanya duduk dan melihat interaksi diantara mereka.
°°°
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1