
Kamar hotel di pusat Kota Beijing.
Nayla sudah tampak kelelahan setelah beberapa hari ini harus melayani keliaran tiga ketua organisasi, yang selalu menggunakan tubuhnya untuk memenuhi kepuasan mereka.
Terdengar suara ketukan pintu di kamar yang baru saja menjadi saksi bagaimana tiga pria secara bergantian menikmati tubuh Nayla. Cairan bening masih mengalir dari milik Nayla saat dia mendengar suara ketukan pintu. Hanya menutupi tubuhnya menggunakan piyama, Nayla melangkahkan kakinya kearah pintu, dan langsung membukanya.
Nayla membuka matanya lebar saat melihat dua orang yang berada di balik pintu, dan dengan cepat dia mencoba menutup pintu. Akan tetapi dia gagal menutup pintu karena dua orang di depannya berhasil menahan pintu untuk tetap terbuka, bahkan salah satu dari mereka berhasil masuk dan langsung membungkam mulut Nayla, sebelum akhirnya dia melempar tubuh wanita itu ke atas tempat tidur.
Pria yang semula menahan pintu menyusul masuk kedalam kamar dan mengunci pintu.
“Apa yang kalian berdua inginkan dariku?” tanya Nayla ketakutan melihat dua sosok di depannya.
Pria berkulit hitam dengan tinggi hampir dua meter menatap tajam ke arahnya, “Bagaimana kalau kamu segera memuaskan kami?”
Nayla semakin takut setelah mendengar itu.
“Kalian pasti menginginkan uang? Ya, kalian pasti menginginkan itu. Biarkan aku keluar dari tempat ini, dan aku akan memberikan apa yang kalian inginkan.”
Pria berkulit coklat yang tubuhnya tak kalah besar dari pria berkulit hitam begitu saja melepas seluruh pakaiannya. Setelah dia melepas celananya, Nayla dapat melihat miliknya yang jauh lebih besar dari milik tiga orang yang baru dilayaninya.
“Apa ukuran milikku membuatmu kecewa? Tenang saja milik temanku jauh lebih besar dariku.” Pria itu mengarahkan tatapan matanya kearah pria berkulit hitam, begitu juga dengan Nayla.
“Tidak, kalian tidak boleh melakukan itu padaku!” teriak Nayla tapi pria berkulit coklat segera membungkam mulutnya, sementara temannya muka membuka piyama yang dipakai Nayla.
Nayla terus memberontak saat benda besar mencoba menerobos masuk ke dalam miliknya.
Mata Nayla terbuka lebar saat rasa sakit dia merasakan rasa sakit di miliknya, tapi itu hanya di awak karena menit berikutnya dia mulai menikmati apa yang kedua orang itu lakukan.
Akan tetapi dia yang sudah kehilangan banyak tenaga setelah melayani tiga pria yang sebelumnya, kenikmatan yang dia rasakan hanya berlangsung singkat karena dia harus kehilangan kesadarannya untuk kedua kalinya di hari yang sama.
Satu jam berlalu.
Dua orang yang sudah puas, menutupi tubuh kotor Nayla dengan selimut, lalu mereka membuka pintu dan membiarkan Zou Gao dan Bella masuk ke dalam kamar.
Bella segera mengeluarkan ponselnya, sembari menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh Nayla. Dia melakukan pengambilan gambar dari beberapa sudut sambil menahan rasa jijik.
__ADS_1
Sedangkan Zou Gao yang melihat tubuh polos Nayla yang cukup untuk membuat banyak pria ingin menyentuhnya, dia hanya menatap datar karena tubuh itu jauh dari kata bisa membangkitkan gairahnya.
Bella menyimpan kembali ponselnya lalu memanggil empat wanita yang berada di luar untuk membersihkan tubuh Nayla, dan memakaikan pakaian kembali pakaiannya. “Bawa dia ke ruang penjara di Mansion Tuan Muda, setelah kalian menghilangkan bau busuk di tubuhnya!” perintah Bella tegas.
Zou Gao, Bella dan dua pria yang baru menikmati tubuh Nayla segera meninggalkan kamar hotel. Di luar kamar Zou Gao menyerahkan amplop berisi uang pada dua orang itu, dan meminta mereka pergi dari Kota Beijing untuk sementara waktu.
Setelah memastikan kepergian mereka, Zou Gao dan Bella melangkahkan kakinya menuju lobi hotel, dan langsung pergi ke mobil yang sudah menunggu kedatangan mereka.
Lee Zhou yang bertindak sebagai pengemudi, segera dia mengarahkan mobil menuju bangunan kosong yang tidak terlalu jauh dari hotel.
Masuk ke area bangunan melalui pintu belakang, Zou Gao dan Bella melihat lima mobil khusus milik organisasi Black Mamba terparkir di area belakang bangunan.
Dengan santai ketiga orang itu keluar dari mobil yang sudah terparkir rapi di sebelah mobil lainnya.
“Dimana mereka? Apa kalian sudah memberi salam perkenalan pada mereka?” tanya Zou Gao pada si kembar yang mendapatkan tugas menangkap tiga ketua organisasi yang bekerjasama dengan Nayla.
Si kembar hanya menganggukkan kepalanya, lalu mengarahkan Zou Gao dan yang lainnya menuju lantai ketiga untuk menemui mereka yang akan segera pergi ke alam kematian. Dengan langkah santai Zou Gao mengikuti si kembar yang memimpin jalan.
Tanpa adanya penerangan, di tambah malam yang semakin larut, mereka harus berhati-hati saat menaiki tangga yang tidak memiliki pelindung.
Masih beberapa meter jarah mereka dengan tiga orang yang sudah babak belur setelah menerima salam perkenalan dari si kembar, tapi mereka sudah dapat mendengar teriakan tiga orang yang meminta ampun, dan memohon untuk dilepaskan.
“Kenapa kalian begitu berisik? Sebagai ketua organisasi dunia bawah yang sudah memiliki nama besar, aku cukup kecewa dengan sifat cengeng yang kalian miliki. Akan tetapi aku heran dengan kalian, bagaimana bisa dengan sifat cengeng itu kalian ingin berbuat buruk pada Nona Jenni?” kata Zou Gao yang baru sampai di depan mereka.
Ketiganya merasakan firasat buruk dalam hatinya setelah melihat Zou Gao.
“Wanita yang kalian incar adalah kekasih Tuan Muda kami, dan ketua sekaligus pemimpin tertinggi organisasi Black Mamba,” ungkap Zou Gao yang seketika membuat tubuh ketiganya lemas, setelah tahu saat ini mereka sedang berhadapan dengan organisasi Black Mamba, yang akhir-akhir ini namanya menjadi buah bibir di dunia bawah, setelah berhasil menyaingi kekuatan organisasi dunia bawah milik keluarga Ling.
“Tu... Tuan, maafkan kamu yang bertindak sembarangan! Semua ini adalah rencana wanita yang sudah menyewa jasa kami,” ujar pria dengan tato naga di wajahnya.
“Minta maaf? Apa dengan minta maaf kalian pikir dapat menghapus kesalahan yang sudah kalian lakukan?”
Zou Gao menjambak rambut pria dengan tato naga di wajahnya.
“Kalau rencana kalian berhasil dan kalian tidak berada di tempat ini, apa mungkin kalian tahu dengan kata minta maaf? Aku rasa saat itu kalian justru akan bersenang-senang.” Zou Gao mengeluarkan pistol yang dia simpan di punggungnya.
__ADS_1
Keringat dingin bercucuran membasahi tubuh ketiganya, saat melihat Zou Gao dan empat orang dibelakangnya secara bersamaan mengeluarkan pistol dari balik punggungnya.
Tanpa henti ketiganya memohon untuk mendapatkan pengampunan, tapi permohonan itu hanya ditanggapi dingin oleh semua orang di depan mereka.
Melihat ketiganya yang sudah sangat ketakutan dan putus asa, itu adalah kesenangan tersendiri untuk Zou Gao dan yang lainnya.
“Katakan, apa yang menjadi permintaan terakhir sebelum aku meledakkan isi kepala kalian!” kata Zou Gao sembari mengarahkan moncong pistolnya kearah pria dengan tato naga di wajahnya.
Ketiganya tidak mampu bersuara.
“Kalian tidak tuli bukan? Apa perkataanku yang kurang jelas?” ujarnya yang sembari membuka kunci pistolnya.
Lagi-lagi tidak terdengar jawaban dari ketiganya.
Kembali mengarahkan moncong pistolnya ke arah orang yang sama, Zou Gao menunjukkan senyumnya.
“Baiklah, dengan senang hati aku akan mengirim kalian menuju alam kematian!”
Dor...
Zou Gao menembakkan peluru kearah kening pria yang sejak awal sudah menjadi targetnya, dan seketika orang itu roboh dengan darah segar mengalir di keningnya yang berlubang.
Zou Gao tidak ingin membuang banyak waktunya hanya untuk berurusan dengan mereka, dan dengan dua peluru selanjutnya dia mengakhiri kehidupan dua orang lainnya.
“Beruntunglah kalian karena aku sedang tidak ingin menyiksa seseorang. Kalau saja wanita itu tidak terlibat, mungkin saat ini aku akan menikmati teriakan kesakitan yang keluar dari mulut kalian. Akan tetapi, untuk saat ini aku ingin segera kembali ke Mansion, dan melihat apa yang dilakukan Nona Jenni pada wanita itu,” ujarnya lalu dia berlalu pergi meninggalkan mereka.
Zou Gao, Lee Zhou, dan Bella pergi meninggalkan bangunan, bersama dengan datangnya tim pembersih yang akan membersihkan mayat di dalam bangunan.
“Setidaknya jatah makan ketiga buaya di markas utama aman untuk dua hari ke depan,” gumam Xavi mengawasi tim pembersih yang sedang melakukan pembersihan.
°°°
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1