
Zou University.
Zou Chen berjalan beriringan dengan Jenni dan teman-temannya, menuju ruang kelas baru mereka setelah resmi menjadi mahasiswa baru di Zou University.
Zou Company berhasil mengambil alih sebuah universitas ternama, dan mengganti nama universitas itu menjadi Zou University. Hanya dalam satu minggu setelah berganti nama, Zou University melejit menjadi universitas terbaik di Kota Beijing.
Mereka hari ini hanya pergi untuk melihat-lihat karena perkuliahan mereka akan dimulai di keesokan harinya.
Tidak ada dari mereka yang menyembunyikan identitas di universitas baru, bahkan pihak universitas akan mengumumkan kedatangan CEO Zou Company yang akan menjadi mahasiswa baru di Zou Company.
Memang aneh rasanya mendengar seorang CEO masih seorang anak kuliahan, tapi kenyataannya dia jauh lebih muda dari mahasiswa lainnya, dan fakta lain mengungkap kalau sebenarnya dia sudah menyelesaikan semua jenjang pendidikan bahkan sampai jenjang tertinggi. Dia melakukan semua itu saat usianya belum genap tujuh belas tahun.
Puas berkeliling dan melihat kelas baru, Zou Chen dan Jenni memutuskan kembali ke kantor Zou Company untuk mengurus beberapa urusan, sementara yang lainnya memilih pulang ke rumah mereka masing-masing, setelah berpisah dengan Zou Chen dan Jenni.
Tinggal berdua dengan Jenni, Zou Chen dengan kecepatan sedang mengendarai mobilnya menuju kantor Zou Company. Sedangkan Jenni, dia tertidur dengan bersandar pada kursi penumpang tak lama setelah mobil berjalan.
°°°
Ling Company.
Ling Jun yang baru kembali ke ruang kerjanya, mendapati sebuah undangan berwarna merah cerah tergeletak di atas mejanya.
Ling Jun membuka kertas undangan itu dan membaca beberapa baris tulisan yang tercetak dengan huruf besar dan tebal. Kedua tangannya dengan penuh emosi segera merobek kertas undangan itu menjadi potongan-potongan kecil, setelah tahu siapa pengirim undangan.
Ya, itu undangan pernikahan Zou Chen dan Jenni yang akan dilangsungkan satu minggu lagi.
Sebuah undangan yang sangat tidak dinantikan kedatangannya oleh Ling Jun, undangan pernikahan yang seharusnya mengatasnamakan dirinya dengan Jenni, tapi kenyataannya bukan dia pria yang akan bersanding dengan wanita itu, dan dia hanya akan datang sebagai orang yang tersakiti.
Kalau saja dia dulu tidak melakukan kesalahan yang menyebabkan kematian orang tua Jenni, mungkin ceritanya akan berbeda. Bisa saja saat ini dialah yang berada di sisi Jenni, dan menyiapkan pernikahan dengannya.
Menuruti ego masa mudanya, dengan kedua tangannya dia melakukan kejahatan yang menyebabkan melayang nya dua nyawa, dan bukannya bertanggung jawab dia justru melimpahkan kesalahannya pada orang lain yang tidak tahu apa-apa.
Berkali-kali dia membenturkan kepala ke meja kerjanya, menyadari kebodohan yang dia lakukan di masa lalu.
“Aku tidak akan mundur, Jenni harus menjadi milikku! Dengan membuatnya bahagia berada di sampingku, setidaknya itu akan membayar kesalahanku di masa lalu.” Ling Jun mengangkat salah satu ujung bibirnya, menunjukkan senyuman mengerikan.
Ponsel dia keluarkan dari saku celananya, dan dengan cepat dia menghubungi seseorang, “Siapkan orang terbaikmu! Besok kamu dan yang lainnya ikut denganku, mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku!” katanya berkomunikasi dengan seseorang yang sedang dia hubungi.
°°°
__ADS_1
Kantor Zou Company.
Hari mulai gelap saat Zou Chen dan Jenni sampai di kantor Zou Company, kali ini kedatangan mereka disambut beberapa petugas keamanan yang berasal dari organisasi Black Mamba, dan salah satu dari mereka segera membukakan pintu untuk Zou Chen dan Jenni.
Jenni telah bangun dari tidurnya, lima menit sebelum mobil yang dikendarai Zou Chen memasuki area kantor Zou Company.
Wanita masih sempat merapikan penampilannya, sebelum keluar dari mobil.
“Tuan Muda, undangan pernikahan telah di sebar, dan kejutan untuk keluarga Ling hampir selesai,” kata Zou Gao menyambut kedatangan Zou Chen dan Jenni, begitu mereka sampai di ruang kerjanya.
“Paman, mulai atur semua pembatalan kerjasama dengan Ling Company, dan malam ini juga tarik seluruh orang kita yang berada di tempat mereka!” kata Zou Chen yang ingin mempercepat kehancuran keluarga Ling.
“Apa Tuan Muda ingin melakukan itu sekarang?” tanya Zou Gao yang merasa tuan mudanya sudah tidak sabar menghancurkan Zou Company, dan menunjukkan pada mereka kalau dirinya dapat hidup jauh lebih baik tanpa mereka.
“Lakukan saja, supaya orang seperti Ling Jun itu tahu dia sedang berurusan dengan siapa! Berani mengusik ketenanganku, artinya dia siap menanggung segala resikonya,” ujarnya datar.
“Kalau itu yang menjadi keinginan Tuan Muda, dengan senang hati saya akan melakukannya.” Zou Gao undur diri kembali ke ruangannya, menyelesaikan tugas yang diberikan Zou Chen.
“Sayang, tolong hubungi Nathan, Lee Zhou dan Bella, suruh mereka secepatnya datang ke ruanganku!” kata Zou Chen memerintah Jenni dengan suara lembut.
Jenni mengangguk, dan segera saja dia menghubungi tiga petinggi Zou Company yang kebetulan ketiganya masih berada di kantor.
Pelan Jenni menggelengkan kepalanya.
“Aku lebih nyaman duduk di dekatmu, dari pada berada di ruangan itu seorang diri!” Jenni perlahan memeluk lengan kiri Zou Chen.
“Tuan Muda, apa kita boleh masuk?” tanya Nathan di balik pintu ruang kerja Zou Chen.
“Masuk saja, aku sudah cukup bosan menunggu kedatangan kalian!” ujarnya, dan tiga sosok yang dia tunggu segera saja masuk kedalam ruangannya.
Zou Chen menyuruh mereka duduk di kursi yang berada di depannya, yang hanya terhalang meja dari tempat duduknya, dan tanpa banyak bicara ketiganya segera duduk.
Zou Chen bergantian menatap ketiganya, lalu mulai berkata, “Nathan, ambil alih secara penuh seluruh proyek yang sedang dikerjakan Ling Company. Kalau tidak bisa diambil, cukup sabotase proyek itu! Bella, retas sistem keuangan Ling Company, dan buat mereka kehilangan banyak uang perusahaan, untuk banyak hal yang tidak penting...
Untukmu, Lee Zhou! Ajak si kembar dan kekuatan elite organisasi Black Mamba untuk menghancurkan kekuatan dunia bawah yang dimiliki keluarga Ling.” Zou Chen nampak begitu bersemangat saat mengatakan semua itu.
Ketiganya mengerti apa yang harus mereka lakukan, tapi Lee Zhong tiba-tiba menanyakan sesuatu pada Zou Chen, “Tuan Muda, apa tidak sebaiknya kita terlebih dahulu mengamankan Nyonya Yun Shui, Nona Ling Melilin, dan Nona Ling Jia Li?”
“Malam ini juga aku dan Jenni akan menjemput mereka, dan kebetulan mereka saat ini sedang berkumpul di tempat yang sama!” jawab Zou Chen yang sudah memiliki rencana khusus untuk Ibu dan kedua saudarinya.
__ADS_1
“Sebaiknya Tuan Muda tidak pergi sendirian, izinkan saya atau si kembar menemani Tuan Muda!” ujar Lee Zhou.
“Kamu tenang saja, aku akan pergi bersama Paman Gao, dan orang khusus yang selama ini dilatih langsung olehnya,” ungkap Zou Chen sembari tersenyum.
“Sekarang kalian bisa mulai mengerjakan pekerjaan kalian, dan aku ingin semuanya selesai sebelum hari pernikahanku!”
“Baik Tuan Muda, kami tidak akan membuat Anda kecewa!” Ketiganya segera undur diri, dan bertekad menyelesaikan semua sebagai kado terindah pernikahan tuan muda mereka.
Setelah kepergian mereka, Zou Chen menghubungi Zou Gak, “Paman, tunda dulu pekerjaan yang tadi aku berikan. Sekarang juga kita pergi menjemput Ibu dan yang lainnya!”
“Baik Tuan Muda, mereka akan siap dalam lima menit!” balas Zou Gao, dan sambungan telepon terputus.
Lima menit berlalu, Zou Chen dan Jenni sudah berada di dalam mobil yang dikemudikan Zou Gao. Tepat di depan dan di belakang mereka terdapat dua mobil SUV anti peluru dengan masing-masing mobil membawa enam orang terlatih dengan persenjataan lengkap, bahkan mereka mempersenjatai diri dengan peluncur roket portabel beserta amunisinya.
“Paman, apa perlu kita mengerahkan kekuatan sebesar ini untuk menjemput Ibu dan yang lainnya?” tanya Zou Chen yang kali ini dia bahkan harus menaiki mobil dengan tingkat keamanan maksimal.
“Saat ini banyak yang mengincar keberadaan Tuan Muda dan Nona Jenni, membiarkan kita pergi tanpa penjagaan ke tempat yang jauh dari keramaian hanya akan menempatkan kita dalam keadaan bahaya,” balas Zou Gao terus berkonsentrasi dengan laju mobilnya.
“Ternyata ini buruknya kalau banyak orang yang sudah mengetahui identitasku!” gerutu Zou Chen yang merasa kedepannya dia tidak aka lagi memiliki kebebasan.
“Sejak Tuan Muda memutuskan terjun ke dunia bisnis, sebenarnya tidak ada lagi tempat yang benar-benar aman untuk Tuan Muda,” kata Zou Gao.
Zou Chen paham dengan apa yang dikatakan Zou Chen, dia sendiri sudah tau kalau tak ada lagi tempat yang aman untuk dirinya sendiri dan seluruh orang terdekatnya.
“Paman Gao, bagaimana dengan adik-adik kita, apa mereka sudah berada di tempat yang aman?” tanya Jenni begitu tiba-tiba.
“Mereka saat ini berada di bawah perlindungan kekuatan elite Black Rose, dan Black Mamba. Serangan nuklir sekali pun tidak akan membuat mereka dalam bahaya,” ungkap Zou Gao yang sudah memikirkan keamanan untuk kedelapan adik Zou Chen dan Jenni.
Jenni menghembuskan nafas lega setelah memastikan keamanan mereka, dia merasa jauh lebih tenang setelah tahu banyaknya orang yang melindungi mereka.
“Sebagai ketua Black Rose, ternyata aku masih perlu belajar banyak dari Paman Gao,” ujar Jenni yang merasa belum layak menjadi ketua organisasi Black Rose.
“Tidak lama lagi, aku yakin kamu bisa menjadi ketua yang dapat memimpin seluruh anggotamu,” kata Zou Chen sembari memberikan ciuman di kening Jenni.
°°°
Bersambung...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Terimakasih...
__ADS_1