
...21:30 Wib, Diary...
Saat itu hidupku terasa sempurna sekali karna kehadiran mu. Rasa nyaman timbul tapi saat semua sudah berjalan kenapa kamu berubah, padahal setiap perkataan mu selalu ku dengarkan. Aku tak menyalahkan dirimu akan keterpurukan ku terhadap hubungan kita, aku sadar waktu itu aku tak menghargai perasaan mu. Yang pada akhirnya kamu pergi menjauh dan menghilang dari hidupku. Aku juga tidak mengerti dengan diriku, seperti bumerang bagi ku. Setelah aku mengacuhkan mu, kini aku mencari mu.
Rasa tidak terima ku mungkin terletak saat ku sudah memberikan segalanya tapi kamu malah pergi, terasa benar-benar hancur hidup ku saat ini. Padahal aku dan kamu juga tau semua itu bukan lah paksaan. Tidak normal rasanya bila ku hanya menyalahkan dirimu atas kejadian ini.
Kenapa sikap bodoh ku sampai sekarang ga hilang sih?
Memilih mu adalah hal terbodoh yang pernah aku lakukan, dengan meninggalkan orang yang udah bahagiakan aku dengan cara sederhana nya.
Apa ini KARMA?
__ADS_1
Zia mencurahkan isi hati nya di diary kesayangan nya, seakan ternodai diary nya dengan kesedihan. Ia begitu menyesal telah meninggalkan pria yang begitu mencintai nya untuk memilih Vino. Yang ternyata berbanding terbalik dengan ekspektasi nya, tidak bisa di pungkiri saat ini perasaannya sangat hancur. Ia kembali menangis sesenggukan karna mengingat segalanya.
Makasih ya sudah menanam paku di hati ku, aku percaya setelah ini semua akan baik-baik saja sama seperti sebelum aku mengenal mu. Aku akan mencoba kembali ke zona nyaman ku, aku akan berusaha biasa saja nantinya. Semoga kamu bahagia dengan pilihan mu yah, siapa pun itu aku selalu mendukung, yah walau nyata rasanya sakit yang membekas.
Andaikan waktu dapat ku putar kembali, aku hanya ingin mengucapkan kata maaf. Maaf atas kesalahan yang kulakukan, maaf atas kebodohan ku dimana aku belum bisa melakukan hal yang benar di hidup ku. Aku hanya mementingkan kemauan ku tanpa memikirkan keadaan orang terdekat ku. Maaf kan aku, mah pah.
Banyak hal yang dipikirkan Zia, tapi ia sadar kini waktunya untuk berlayar kembali. Perjuangannya masih panjang, masih banyak rintangan yang harus ia lewati. Ia tidak mungkin meratapi pria yang tidak mencintai nya sama sekali. Sebulan lamanya ia mengalau, cukup bagi Zia untuk memulai kembali.
Pergi jauh adalah cara terbaik untuk melupakan mu, memang bukan segalanya akan hilang. Setidaknya aku melangkah maju dan memperbaiki semua dengan logika bukan dengan perasaan. Semua akan ku tuntaskan sampai aku mendapat tempat yang bahagia dimana orang jarang mencarinya.
Perjuangan tidak akan sakit bila dirimu memiliki genggaman
__ADS_1
...****************...
Keadaan nya kini sudah membaik, perlahan ia mulai melupakan Vino. Ia juga berusaha mengubah aktivitas untuk ke hal yang membahagiakan nya. David yang selalu hadir menghibur Zia, tak segan juga David selalu datang ke rumah Zia untuk menemaninya.
"Makasih ya, selalu temenin aku." kata Zia memeluk David.
David hanya diam, lalu membalas pelukan Zia sembari berkata
"iya sama-sama, jangan sakit lagi yah. Aku jadi cemas, gak mau pokoknya kalau sayang nya aku sakit-sakitan. Aku ada buat kamu baby"
"Iya, siap bos ku" jawab Zia sambil tersenyum.
__ADS_1
" Nah gitu, masa sayang nya aku lembek. Jangan lah, harus kuat pokoknya oke. Harus lebih peduli lagi dengan kesehatan diri ya." menepuk-nepuk punggung Zia.