
🌷🌷🌷
Alis nya mengernyit, melihat Ray hadir dalam perjamuan malam ini.
*Lah tu bocah kok disini
*Vino juga disini
*Ada apa ini?
Bertanya-tanya dalam hatinya, sambil menuruni tangga ia bergumam tak jelas. Mereka semua berseragam rapi dan tersenyum ke arah Zia. Zia mengangguk dan membalas dengan senyum manisnya.
Ia duduk bersama kedua orang tuanya, Irma hanya melihat kursi kosong ada didekat nya mau tidak mau ia duduk disebelah Vino. Hati nya masih kesal dengan sifat angkuh Vino yang sok sok an.
*Kepaksa
Suasana mendadak tegang, orang tua Zia saling bertukar pandangan, menghela nafas dan memulai pembahasan.
"Sebelumnya terimakasih untuk bapak Jaya Zasia telah menerima undangan makan malam kami." Buka Papa sedikit ragu.
"Santai saja ini juga kan kepentingan kita bersama, tidak perlu terlalu formal" Menetralkan suasana perjamuan malam ini.
"hehehe, iya betul sekali pak. Jadi maksud saya ingin memberitahukan mengenai perjodohan antara Zia dengan Ray" Kata papa tanpa ragu terlihat sangat santai mengucapkan nya
__ADS_1
Whatt
Jawab kompak kedua remaja itu, mereka memprotes dengan seksama, tidak rela bila masa remaja di renggut karena kesepakatan bisnis. Tampang kesal terlihat jelas di raut keduanya. Vino yang duduk terlihat biasa saja mendengar itu, karena itu bukan hal baru di dunia bisnis seperti ini, pasti keluarga akan andil dalam kesuksesan kesepakatan bisnisnya.
" Apa-apaan sih pah, kenapa gak ngomong sama Zia dulu. Mendadak gini main jodoh-jodohan. Bukan jaman nya lagi hal begitu" Protes Zia berdiri di depan para tamu
" iya kenapa mendadak begini, papa juga ga bilang sama Ray. Sama zia lagi jodohin nya" timpal Ray menyuarakan isi kalbu nya yang menolak perjodohan ini.
" Diem lu, gua juga ga mau. pokoknya ga mau titik" Jawab nya ketus dan melangkah meninggalkan perjamuan.
" Hey, duduk. Papa bilang duduk. Jangan pergi, papa jelasin dulu" Tegas nya meminta Zia kembali untuk duduk
" Kamu juga Ray, duduk dulu. Jangan terburu-buru menolak nya. " tambah pak Jaya menarik Ray untuk duduk disampingnya.
Ray dan Zia saling membuang muka satu sama lain, ia tidak menyangka akan terjadi perjodohan seperti ini. Terlebih jodoh nya adalah sahabat nya sendiri. Dengan alasan kesepakatan bisnis bukan berlandaskan rasa suka.
" Kalian berdua ini terlalu serius," timpal pak jaya sambil geleng-geleng.
*vino ( lah aku kira sungguhan )
" Begini konsep nya, kalian akan memerankan iklan . Disitu kita memakai tema perjodohan begitu " jelas papa menerangkan.
" Udah, jangan tegang lagi yah" mama tersenyum tipis mencairkan suasana.
__ADS_1
" Ya habisnya dadakan banget", kata Zia yang masih sedikit kesal kepada orang tua nya.
Irma tertawa melihat tingkah dua remaja itu, ia tertawa sambil menepuk tubuh Vino yang duduk di sampingnya.
Vino melirik sinis ke arah Irma, ia yang malu langsung memalingkan wajah nya. Seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
...****************...
🌷🌷🌷
Ruftoop mall
Ada-ada saja mereka
" Kamu kebayang gak sih, punya anak sama aku" tanya Ray yang menyeletuk begitu saja.
" Parah ih, jauh banget pikiran mu. Aku mah ogah" jawabnya dengan ketus.
Ray hanya tersenyum kembali menatap bintang yang bertebaran di langit, malam ini langit cerah . Ray dan Zia pergi berdua menikmati malam di luar. Merehatkan sejenak pikiran mereka karena kejadian perjodohan kemarin.
Putu menelpon berkali-kali, tak kunjung di angkat oleh Ray. Putu melihat status media sosial Zia bersama nya. Makanya ia sibuk menghubungi Ray, tak rela pujaan hatinya pergi dengan lelaki lain.
Dring...dring...dring...
__ADS_1
Ray melihat handphone nya, melihat itu panggilan dari Putu ia mengabaikan dan lanjut berbincang dengan Zia.
" Dasar nih bocah, sengaja nih pasti." gumam Putu kesal