Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Terkenang lagi


__ADS_3

" Hai, lagi ngapain kamu malam ini "


" Emm, ga ada sih, baring aja sambil mikir kamu "


Ray menoleh ke arah Zia dengan wajah ingin muntah mendengar percakapan pasangan baru tersebut. Malam Minggu Ray ingin mengajak Zia untuk pergi jalan-jalan, tapi ia harus menunggu sampai drama percintaan ini selesai.


" sayang, malam ini aku pergi sama Ray ya. Lepas penat seharian banyak materi "


" ngapain, berdua aja "


" iya, berdua. Kenapa ga boleh yah? "


" ya udah pergi aja, ya udah kalau gitu ya. lanjut lah daa " telfon mati begitu saja tanpa penutup manis di ujung sana


Zia memanggil tapi tak ada jawaban, Ray tertawa melihat sahabatnya ditinggal begitu saja.


" Apa Lo"


" ahhahhahah, mampus. Ga cinta dia sama mu tu, jangan polos kali lah zi. Kek gak pengalaman aja. "


ssstttttt , jari Zia menutup mulut Ray dengan kasar. Zia termenung sejenak, terkulai lemas mendapati respon pacarnya begitu. Ia sudah berpikir apakah masa lalu akan terulang kembali. Namun Ray selalu mencoba menenangkan Zia untuk tidak berpikir macam-macam, walaupun ia mengejek dengan kata kata kepedulian Ray tidak terbantahkan lagi. Ray mengajak pergi Zia keluar, Zia mengangguk setuju untuk pergi.


"Ray, sebelumnya aku pernah cerita belum sih tentang masa lalu ku sama mu" tanya Zia.


" Masa lalu yang mana zi?" tanya Ray heran.


" Never mind.." sambung Zia.

__ADS_1


" Apasih Lo, gak jelas"


15 menit berlalu, tak terasa mereka sudah sampai di coffeshop langganan mereka. Malam ini banyak pengunjung di kafe tersebut, terdengar riuh penuh perasaan tabu.


"Hoy, turun. Ziii turun woy " Ray memecah lamunan Zia di atas motor


"Mikir apaan anj, aku suruh turun dari tadi juga." tambah nya


"ha, dah sampai ya, entar deh aku cerita. pesen kopi kesukaan aku dulu oke " mendorong Ray untuk pergi ke barista.


...***********...


Waktu itu aku sempat membayangkan kisah kita, terlihat baik dan bahagia tanpa duka. siapa kah yang harus ku salahkan dengan semua peristiwa ini. Mungkin hanya takdir yang belum tepat untuk kita bersama meraih cinta.


...***********...


Ray memeluk Zia.


" Apaan si Lo anj, malu blok "


" ya ampun zi, meluk aja aku. Biar tenang, nangis teros kerja mu kalau masalah ginian. Dah lah cape aku, minum kopi mu gih. Habis itu balik kita."


Zia mengusap air mata nya, ia murung tak kunjung usai. Ray mencoba peduli kepadanya, sebagai teman ia tidak ingin Zia menangis karna pria tidak jelas. Sebisa mungkin ia akan melindungi Zia. Harap penuh haru menyertai malam di perjalanan pulang, Zia berteriak melampiaskan amarahnya di sepanjang jalan, menanggis tersedu-sedu.


22:15 wib sampai di rumah


Ray meminta maaf kepada Irma karna terlambat pulang bersama Zia, Tante mengaguk dan menyuruh Ray untuk segera pulang. Zia juga bergegas masuk tanpa menyapa Tantenya.

__ADS_1


"zi kenapa? " tanya nya


Zia tidak menggubris lalu menutup pintu kamar dan menguncinya.


" Aman semua zi, cerita sama Tante kalau ada masalah oke. Jangan di pendam sendiri ya, besok cerita ya. Orang tua mu percaya penuh sama Tante jadi jangan banyak pikiran. Malam ini istirahat langsung ya, jangan buka hp." ucap Irma menyemangati.


Tante Irma pergi meninggalkan kamar nya, ia memberi ruang kepada ponakan nya untuk sendiri dulu...


00:00 wib


WhatsApp


8 Pesan baru 15 panggilan tak terjawab


P


P


_kamu dimana?


_udah balik belum?


_aku telfon berulang kali ga diangkat


_jatuh cinta kamu sama Ray ha,


_kenapa ga di balas wa aku

__ADS_1


_ngapa cuma read**


__ADS_2