Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Siapa dia


__ADS_3

Masih terbayang jelas wajah Ciko dalam angan-angan. Semua khayalan menjadi satu padu, tidak sabar menyambut hari esok.


...****************...


🔥🔥🔥


Gadis yang masih berdiri di lobi hotel hanya mengotak-atik ponselnya. Sesekali ia celingak-celinguk melihat sekitar menanti seseorang.


"Hai"


Dari arah belakang terdengar suara pria yang memanggil nya. Senyum gadis itu mengembang, menyambut pria itu dengan pelukan hangat. Aroma parfum khas tercium dari kerah bajunya. Mata nya sempat terpejam sejenak karena terlena dengan harum parfum itu.


"Jadi pergi gak nih kita"


"Ah ya, ayo ayo" langsung mengandeng tangan Ciko dengan erat.


"Eh sebentar" sambil merogoh ke dalam tasnya.


Ia menunjukkan sebuah kotak hitam kepada Zia, gadis itu sedikit tersenyum sambil mengerutkan dahinya. Dalam benak nya bertanya-tanya apa isi kotak tersebut. Ciko langsung membuka dan memperlihatkan sebuah kalung silver yang begitu indah dan berkilau. Ia langsung memasangkan ke leher mulus Zia.

__ADS_1



"Astaga Ciko, bagus banget kalungnya" matanya berbinar-binar sambil memegang kalung tersebut.


Mereka berdua pun pergi menuju ke rumah Zia, dalam mobil saling menggenggam tangan, seperti orang yang memadu kasih karena sudah lama tidak bertemu. Tapi memang kenyataannya seperti itu, mereka tidak pernah bertemu sama sekali.


Dari spion mobil ada sebuah mobil hitam mengikuti mereka, Zia yang sadar mengatakan hal itu pada Ciko. Namun ia menepis bahwa mobil itu mengikuti mereka. Dan ia kembali fokus menyetir tanpa berbicara banyak.


Selang beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah, balon ada dimana-mana. Zia yang baru sampai langsung tersenyum lebar melihat pemandangan tersebut, Yung dan Sia langsung memeluk erat putri kecilnya itu. Hari ini adalah ulang tahun nya, semua hiasan di persiapkan langsung oleh orangtuanya.


"Terimakasih mapa, Zia sayang kalian muah muah" ucap Zia sambil mengecup pipi keduanya.


"Of course, thank you very much tante Irma ku sayang" ucap Zia yang langsung mendekap Irma dengan bahagia.


Sia yang baru menyadari keberadaan Ciko langsung bertanya pada putrinya. Zia menjelaskan dengan pelan bahwa pria yang bersama mereka sekarang adalah pacar jauhnya. Kedua orangtuanya tidak memberi respon berlebihan mengenai hal ini, mereka hanya sedikit terkejut karena tidak di beritahu oleh Zia.


"Bagaimana perjalanan mu tadi nak?" tanya Sia penuh perhatian.


"Aman tante, tidak ada yang perlu di cemaskan" jawab Ciko dengan jelas.

__ADS_1


Kebahagiaan menyertai pesta ulang tahun tersebut, Ray dan Putu yang baru datang juga langsung bergabung dengan mereka. Namun saat sedang menari mengikuti musik, Ray mendekati Zia dan membisikkan sesuatu padanya. Ia terhenti dan mengikuti langkah Ray menuju keluar rumah.


Ray menunjuk ke arah gerbang rumah, ada sosok gadis rambut panjang dengan dress putih berkilau.


"Siapa itu, kenapa dia berdiri di depan rumah ini"


"Entah lah sedari tadi dia di depan, sebelum aku masuk aku melihatnya"


"Kita hampiri saja bagaimana?"


Sedangkan Ciko yang baru menyadari kepergian Zia langsung berlari keluar rumah untuk mencarinya.


"Kamu siapa? Kenapa disini? Menunggu seseorang kah?"


Wanita itu hanya terdiam dan celingak-celinguk saja.


"Kamu bisa ngomong kan"


Pandangan wanita itu langsung tajam menatap Zia, namun ia tetap membisu tak menjawab.

__ADS_1


"Sayang" terdengar suara dari belakang Zia dan Ray.


__ADS_2