
Sesampainya nya di rumah ia langsung menghubungi Ciko.
"Hallo, maaf ya aku baru pulang dari luar"
"Kemana aja si kamu, aku telfon dari tadi. Pesan aku juga kamu read aja"
"Pergi sama Ray kan aku udah bilang tadi sama kamu, ke coffeshop"
"Kamu suka sama Ray, kalau suka dia ngapain jalin hubungan sama aku" ucap Ciko yang tudepoint menuduh Zia.
"Kok kamu jadi ngomong gitu, aku sama Ray itu udah lama temenan jauh sebelum kenal sama kamu loh"
"Oh gitu oke, terserah. Senang rasa mu buatlah "
"Kok kamu ngomong gitu sih, kamu disuruh ke sini gak mau, aku pergi jalan sama Ray kamu masalahkan."
Perdebatan terjadi antara Zia dan laki-laki itu. Zia mulai menaruh harapan lagi kepada pria yang baru ia kenal dari media sosial tersebut.
"Kamu cemburu, cemas saat aku sama Ray"
"Enggak aku biasa aja, terserah kamu mau ngapain?"
"aku minta maaf ya"
"ngapain kan ga salah kamu"
"aku minta maaf ya, aku ga bakal jalan lagi sama Ray demi kamu oke" sambung Zia meyakinkan pacar online itu.
**********
Sekolah 09:00 wib di kelas
Jam istirahat sudah tiba, Ray dan Putu mengajak Zia untuk pergi ke kantin tapi Zia menolak untuk pergi bersama mereka. Ray dan Putu terlihat keheranan dengan sikap Zia, karna tidak biasa nya ia menolak.
" Zi, bentar bentar kamu kenapa. Ga biasanya, ayok lah makan sepi kalau ga ada kamu" ajak Ray memaksa
__ADS_1
" Ga lanjut aja kalian, aku bawa bekal hari ini." jawab Zia menolak halus
" Kamu lagi ada problem, gak biasanya seperti ini, kami buat salah apaan" tanya Putu penasaran
Ray mencubit Putu lalu menarik nya pergi meninggalkan Zia dan bergegas ke kantin.
" Seperti nya dia di suruh menjauh dari kami deh" Guman Ray ketika berjalan
"Lah sebab nya apa, emang kita ngapain dia, Tante Irma juga aman aja kaya nya sama kita" tambah Putu
" Entah lah, sudah lah. Nanti mie ayam bude habis lagi" menyudahi pembahasan dengan Putu.
Sepanjang makan Ray binggung dengan perilaku Zia, Ray berpikir apakah ini karena tadi malam mereka pulang malam, apakah ini larangan dari Tante Irma untuk menjauhi nya. Terus Ray bergelut dengan pikiran nya sendiri.
********
flashback
🔥🔥🔥
Berbulan-bulan lama nya menjalin hubungan, pergi bersama hingga kepasrahan gairah beralaskan cinta. Seperti persinggahan sementara, ketika tujuan sudah tercapai kepergian adalah kepuasan. Tanpa kata maupun jejak vino meninggalkan gadis belia itu.
"Kenapa jadi gini sih, semua udah aku kasih Vin."
Pecah sudah tangisan Zia malam ini, gerimis malam seolah jadi pertanda kesedihan nya. Terasa sesak dadanya, sesengukan karna menanggisi kepergian Vino. Membengkak mata nya usai menangis. Perjalanan cinta penuh harap tak terselamatkan lagi, Zia jatuh sakit. Orang tua nya khawatir dengan kondisinya, Zia sama sekali tidak mau berbagi apapun tentang masalah nya itu. Zia banyak termenung dan menyendiri di kamar sejak kejadian itu.
" Mama ga tega pa, lihat Zia begitu " memperhatikan dari luar kamar.
Sekolah Zia terhenti, kesehatan nya belum pulih.
" ini pasti karna vino itu " geram papa
Banyak hal yang dipikirkan Zia, ia selalu menyalahkan dirinya kenapa mau menyerahkan semua kepada Vino, pria yang menjadikan nya pelampiasan.
"hummm" Zia menarik nafas panjang dan menyeka air mata nya.
__ADS_1
Semua tidak akan usai bila ia terpuruk dalam kesedihan seperti ini, orang tua dan sahabat nya selalu menyayangi dan mencintai sepenuh hati. Tidak berguna bagi nya bila memikirkan pria yang jelas tidak mencintainya, hanya raga bukan jiwa yang di inginkan pria itu.
******
David menjenguk Zia...
" Za, sudah sehat belum kamu" tanya David ingin tahu.
" Ya seperti yang di lihat lah vid, muka pucet, rambut berantakan, badan kurus. ngenes kan hahaha" tawa Zia menceritakan keadaan nya.
" Parah kamu ih, bisa ya ketawa 😅 " jawab David heran.
" Ya mau gimana lagi vid, emang kenyataan nya kaya gitu " tambah nya.
David memeluk Zia, tanggis Zia pecah saat di peluk David. David erat memeluk sahabatnya itu.
" Aku ngerti, gapapa nanggis aja zi " ucap David menahan tanggis
Zia menanggis keras di pelukan David, menyesali segala perbuatannya.
" Seharusnya Aku gak kasih vid, dia jahat banget sama aku vid, jahat. Aku benci vid, benciii, jijik vid. " penuh amarah dan tanggis Zia mengatakan itu. David menenangkan nya dan menyeka air mata sahabat nya itu, menarik pipi nya " udah, nanti gemoy nya ilang " hibur David.
Zia tersenyum tipis, mata nya berkaca kaca.
" Sudah, sekarang waktunya buat sadar diri dan cari tempat baru jangan terkurung dengan ingatan lama oke, aku tau Zia itu kuat, pintar, cantik lagi, aku saja suka. Jadi gak ada waktu buat kamu menanggis untuk laki laki brengsek seperti itu oke, sudah senyum dong." nasehatnya
Zia mengangguk setuju memeluk David, Zia berterimakasih kepadanya sudah selalu menemani nya dalam keadaan apa pun.
" Aku ada aplikasi yang cocok buat kamu, bisa banyak kenal orang baru. ini (sambil menunjukkan nya) On Radio namanya. Kamu bisa ngobrol sama banyak orang, ya itung itung biar ga ingat lagi lah" David menjelaskan.
" Bagus nih kaya nya. Oiya banyak tugas gak, share lah, udah banyak ketinggalan kaya nya. Masuk rumah sakit 3 hari, kena infus buka nya gemuk malah kurus."
" sip, sudah aku siapin. Noh , hahaha banyak kan. Makanya jangan galau terus. " tambah David
*********
__ADS_1
Pergi jauh adalah cara terbaik untuk melupakan nya, memang bukan segala nya tapi aku mencoba melangkah maju dan perjuangan tidak akan sakit bila memiliki arah dan kepastian