Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
16


__ADS_3

"Sudahlah, kita hanya berpisah bukan lost contact" ucap Zia sambil menepuk-nepuk pundak Putu.


"Iya betul, tapi walaupun kita sering bertengkar. Tetap kalian sahabat rasa saudara buat aku"


"Hais mulai lagi dah" sambil menepuk jidat.


Jam pelajaran berlalu begitu cepat tak terasa waktu makan siang telah tiba.


...****************...


Restoran


Yung dan sekertaris nya sudah datang duluan ketimbang Vino.


Selang beberapa saat, Vino datang dengan setelan jas yang rapi. Sambil berjalan ia merapikan jam tangan nya.


Dia langsung duduk berhadapan dengan Yung.


"Kenapa mengatur pertemuan mendadak seperti ini?" tanya Vino penuh intimidasi.


Yung menyodorkan dokumen untuk Vino, pandangan pria itu langsung teralihkan membaca isinya.


"Apa-apaan ini!!" ujar Vino dengan nada tinggi.


"Tidak perlu berkilah"


"Tasya kamu bisa pergi sekarang, terserah mau pulang atau apa" timpal Yung menyuruh Tasya pergi dengan kedua jarinya.


Sekertaris itu hanya mengangguk dan berjalan mundur meninggalkan mereka.


"Tidak bisa seenaknya begini, anda bisa diskusi mengenai penyebab nya"


"Tak usah banyak membual, anda sudah cukup mengusik kehidupan pribadi saya"


"Apa maksudnya"


"Tidak cukup kau merusak putri ku ha!!" bentak Yung dengan tatapan tajam.


Pria itu kikuk tak menjawab, sementara Yung terus melanjutkan mengoceh, menuntaskan amarah nya.


"Anda pemilik perusahaan besar, seharusnya bisa lebih profesional" ucap Vino menyudutkan.


Clap

__ADS_1


Clap


Clap


Yung bertepuk tangan mendengar kata profesional dari bedebah Vino.


"Astaga, hah. Kau sadar apa yang kau katakan barusan"


"Anda mengatakan profesional kepada saya, setelah anda mengajak adik saya untuk kawin kontrak dan merusak putri saya. Anda pikir saya tidak tahu tujuan anda mengajukan lamaran tersebut. Jadi sekarang yang tidak bisa profesional itu saya atau anda?, nasib baik kau tidak penjarakan" timpal Yung dengan kesal.


Deg


Benar-benar di luar jangkauan Vino, ia hanya diam membisu.


Yung memberikan pena, meminta Vino untuk menandatangani dokumen.


Isi dokumen itu adalah pencabutan saham dari perusahaan nya. Yung tidak mau berurusan dengan Vino yang telah merusak kedamaian keluarga nya. Sekali mungkin boleh, tapi ini dua kali ia berusaha menghancurkan citra nya.


"Aku tahu tujuan mu melamar adik ku, jadi tidak perlu berbelit-belit, CEPAT TANDA TANGAN!!!" gertak Yung.


Rautnya tampak pucat, tangan sedikit gemetar memegang pena. Yung hanya tersenyum jahat dan berlalu membawa pergi dokumen tersebut.


"Sial" umpat Vino kesal.


...****************...


🍁🍁🍁


Sejauh ini aku masih berpikir bahwa semua itu salah dan dia benar. Rasa sayang yang di milikinya tak mengubah semua hal yang sudah ia perjuangkan, kekecewaan yang mendalam tak menyurutkan atau sampai menghapus habis semua itu. Ternyata benar juga cinta dapat menembus segala rintangan yang menghadang.


Tapi walaupun aku merasa demikian, semua itu sudah berlalu. Kenapa harus menuntut untuk tanggung jawab, waktu tidak bisa di putar kembali. Hanya bisa di ingat dan sesali meski kejadian-kejadian itu sukar di lupakan tapi selalu memaksa untuk di ingat. Merasuki pikiran tiada henti, hanya sejenak saja melupakan itu. Tapi ya sudahlah, aku sudah menerima dan dia juga menerima.


...****************...


16 Mei di keheningan malam


🍁🍁🍁


Ting


"Aku bakalan ke Bandung tanggal 21 besok, sudah siap belum ketemu yang asli nih"


"Ih seriusan, demi apa?"

__ADS_1


"Serius sejak kapan aku main-main"


"Hihi, iya sih. Aku terus yang main-main"


"Aku bukan menyindir oke, sekalian liburan dan jangan lupa persiapkan diri yah ketemu sama aku"


"Baiklah, aku akan menunggu mu di Airport nanti, setuju?"


"Ya tentu saja"


Akhirnya setelah sekian lama menjalin hubungan, pasang surut telat di hadapi selama setahun terakhir. Pertemuan sudah di depan mata, jiwa nya bergejolak riang gembira mendengar kabar dari Ciko.


Ih, sama gak ya seperti di foto. Arrghh pasti ganteng banget dia, aku harus tampil cantik nanti.


Buru-buru Zia mengambil ponselnya dan mengirim pesan di grub whatsapp.


Ting


"Gays, tanggal 21 Ciko bakalan ke Bandung, so kalian harus temenin aku. Tidak ada penolakan harus mau oke!"


Ting


"Yakin, nanti hantuπŸ‘» yang datang" balas Ray.


Ting


"Sudahlah, aku mengajak kalian bukan mencari ribut"


Ting


"Baiklah"


"Oke Zia sayang ku" balas Putu.


...****************...


Cahaya remang-remang menyelimuti kamar, ia menarik nafas dalam-dalam. Semua seperti tabu baginya, tenggelam dalam sakitnya hati.


Bugh


Tonjokan mendarat ke tembok kamar nya beberapa kali. Setelah semua ia lukis dengan rapi, hancur karena sebuah pengkhianatan. Semaksimal mungkin menepis kecewanya jiwa. Beradaptasi kembali dengan keadaan yang sulit di uraikan.


"Baiklah, semua akan baik-baik saja. Setelah aku bertemu dengannya, akan aku katakan segala hal mengenai hubungan kami. Waktu itu tidak akan lama lagi, aku harus bersabar. Tidak mengapa bila memar tanganku, asalkan semua amarah ku terlampiaskan" gumam Ciko yang langsung menarik selimutnya.

__ADS_1


Berulang kali berganti posisi tidur, mata belok nya tak kunjung terpejam jua. Ia terduduk menatap keluar jendela, banyak kunang-kunang disana. Berterbangan dengan indah dan terang.


__ADS_2