Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Ciko (2)


__ADS_3

kukuruyuk......


Matahari bersinar terang, menyilaukan mata. Mata yang terpejam terbuka perlahan. Bulu mata lentik dengan bola mata coklat tampil indah di wajah Zia, saat bangun tidur pun ia tetap terlihat cantik. Ia melihat ke arah meja, lalu megambil handphone untuk mengecek ada tidaknya pesan masuk dari Ciko.


Berekspetasi bahwa akan ada pesan manis dari Ciko.


Namun, hanya tatapan bisu tidak satupun pesan masuk darinya. Lelah rasanya berekspetasi tak tentu arah.


...****************...


🍂🍂🍂


JENUH


Tut....Tut....Tut......


Berulang kali Zia menghubungi Ciko, mondar mandir didalam kamar yang berantakan penuh buku yang berserakan. Sampai ketika Zia mengirim pesan singkat yang mungkin saja bisa terbalaskan olehnya.


" Yang, aku telfon kamu ya. Aku kangen, sudah lama kita ga ngobrol dan cerita banyak hal "


Sore berganti malam, masih juga tidak ada balasan. Ia hanya termenung menatap langit malam penuh bintang, kelap-kelip bintang cukup indah malam ini. Tapi tidak dengan hati Zia yang kelabu penuh isak dalam benak nya.


Ting ....


Zia berlari mengambil handphone yang ia cas dekat meja ranjang tidurnya. Ya itu pesan dari Ciko yangsm sejak tadi sudah ia nantikan.


" Aku lagi kerja, sibuk! nanti aja kalau mau nelfon "

__ADS_1


Deg....


Zia terduduk di ranjang nya, tidak mengerti dengan perubahan Ciko yang mendadak. Namun ia tetap menepis perasaan sakit nya.


" Ya sudah, nanti kabarin ya kalau sudah ga sibuk lagi yang "timpal nya sedikit memaksa diri.


Kembali menyemangati diri sendiri, bahwa balasan Ciko sudahlah cukup menjawab kegelisahan nya.


Hari berganti Minggu dan terus berganti bulan, perilaku Ciko tetap acuh dan dingin terhadap Zia. Sudah sekeras mungkin menanyakan apa sebenarnya yang terjadi tetap saja jawaban mu bertumpu dengan kata diam.


Semua itu membuat gantung hubungan ini. Bila kamu katakan yang sebenarnya, mungkin aku tidak akan sibuk menanyakan hal yang itu itu saja padamu. Hanya ingin mengetahui apa arti dari sikap ketidakpedulian mu. Hingga merasa menjadi manusia aneh yang tidak ada habisnya menanyakan hal itu saja.


*sayang, kamu lagi ngapain?


Jangan telat makan yah, jangan sampai sakit kita jauh soalnya. Jadi kamu harus baik-baik yah disana. Nanti malam aku telfon kamu yah, ada hal yang mau aku bahas sama kamu, PENTING. Jadi tolong angkat yah. Aku sayang sama kamu. Love you*.


Hari-hari Zia terasa kelabu, keadaan Ciko yang tiba-tiba berubah membuatnya binggung dan lelah dengan hubungan ini. Berkali-kali sudah menanyakan kenapa dan kenapa. Wajahnya terlihat suram memikirkan perubahan pria itu.


"Ga ada" singkat padat tapi tidak ada kejelasan.


Apa semua baik-baik saja


Tidak, Sudah jelas tidak


Bagaimana bisa semua ini terjadi


Jawaban hanya ada di dirinya

__ADS_1


...****************...


Alun-alun


Bandung 21:00 wib


Kopdar


Saat tawa dan riuh terdengar dari kejauhan, Zia duduk termenung di atas motor nya.


" Kenapa zi? kok ngelamun di sini" Tanya salah satu pria yang hadir dalam kopdar malam ini di alun-alun.


Klub motor Bandung sedang berkumpul, mereka akan kopdar sebulan sekali untuk menambah keeratan sesama anggota klub.


"Gak ada bang, aman kok" sambil menunjukkan jempol kecil nya. (oke)


"Ya udah, ayo kumpul disana bareng anak yang lain, jangan sendirian di sini " ajak nya sambil mengulurkan tangannya.


" Hehehe, siap siap. Oke lah ayo " mengandeng tangan pria itu.


"Dasar lu, pintar juga kita akting yah, ahhahahah, dasar konyol" kata Ray yang merasa lucu dengan tingkah nya sendiri.


" Ya iya lah, kita gitu loh " balas Zia penuh manja, menggoyangkan kepala dan mengibaskan rambutnya yang panjang itu, seperti anak Tk yang girang.


Terbawa suasana haru yang mendalam, seketika semua tidak terkendali. Semua berubah tidak sesuai ekspektasi. Kopdar malam ini yang seharusnya penuh tawa tapi malah lebih banyak lamunan yang hinggap ketimbang tawa yang mengelegar.


Awalnya hadirnya seperti peluang ternyata malah sakit karena sendirian berjuang

__ADS_1


__ADS_2