Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Tidak mungkin dia


__ADS_3

Mata nya sipit keheranan mendengar pernyataan Tara, ia bertanya dalam hatinya (Ray) ada apa dengannya. Kenapa tiba-tiba saja Tara menyebut namanya.


" Ayo pulang " Kata Ray mendadak datang dari arah belakang dan langsung langsung memegang tangan mungil Zia.


" Is apa sih mu, ga usah sibuk. Aku lagi ngumpul. Lagian ngapain kamu disini." ucap Zia sambil menepis tangan Ray.


" Liat Sono" menunjuk ke arah pintu keluar kafe, di sana sudah ada Tante Irma yang mengklakson berkali-kali.


Beep...beep...beep


" Bikin repot aja , lagian di telfon ga di angkat-angkat. " kata Ray memarahi Zia.


"Apaan ga ada orang nelfon " segera mengambil handphone didalam tas nya untuk memastikan.


Zia meringis ke arah Ray dengan tatapan malu karena ternyata handphone nya terslient Zia tidak mau mengangkat telfon Ciko yang hanya mengajaknya berdebat.


" Kok kamu sama Tante, ada apa nih" tanya Zia sambil menunjuk ke arah luar.


" orang tua mu datang ke sini " Ray menjawab dengan ketus.


" ha sumpah, ah masa sih " Zia kaget merasa bahagia dengan kabar itu.


Ia meninggalkan teman-teman nya dan berlalu ke dalam mobil.


" Duluan ya, sorry banget dadakan. Next time Zia gabung lagi sama kalian " ucap Ray menerangkan kepada teman-teman nya.


Tara dan lainnya hanya mengangguk setuju tanpa menjawab sama sekali.


" Gagal deh " Ucap Gina dengan lemas


...****************...


🍒🍒🍒


Di rumah


Ray ikut bersama mereka menuju rumah. Ia duduk di kursi menatap ke arah luar kaca mobil. Motor dan mobil saling bersautan suara, menyalip satu sama lain seolah tak mau kalah. Ia hanya termenung dengan sabuk melekat di tubuh nya.


Zia menoleh ke arah belakang beberapa kali memanggil nya hingga.

__ADS_1


cittttt, Irma mengerem mendadak.


" Aww.... " Kepala terhantuk


" kurang ajar, bentar Tante keluar dulu " ucap Tante yang tergesa-gesa keluar.


Di luar tampak seorang pria sekitar umur 28 tahun, berjenggot dengan alis yang tebal. Bulu matanya lentik, memakai setelan jas yang tampak elegan ketika ia memakai nya. Mobil nya menabrak, mobil Tante Irma. Dari dalam mobil ia terlihat ngotot tidak mau kalah dengan pria itu . Pria itu menelpon bawahan nya untuk menyelesaikan urusannya dengan Irma.


" Udah Tan, ayo " Ajak Zia membuka kaca mobil.


Saat ia melihat wajah pria itu


Deg .......


Ia langsung menutup kaca mobil dan terpaku.


Kenapa dia disini?


" Rese banget, kurang ajar . Haaah, gua pites, gua injak sampe penyet tau rasa tu orang . " umpat Irma sambil menyalakan kembali mobil nya yang sudah penyok itu, hingga lupa melihat kondisi keponakan dan teman nya.


" Aduh kalian gapapa kan? " Tanya Irma yang khawatir.


...****************...


🍂🍂🍂


Rumah sakit


Irma langsung menghubungi, kedua orang tua Ray mengabarkan kondisinya.


Zia yang berlari memanggil suster untuk segera membawa Ray ke UGD. Raut khawatir tampak di wajah nya, alis nya mengernyit tak tentu, nafas nya sesak melihat temannya dengan kondisi begitu.


Beberapa saat kemudian....


" Kak, list pasien atas nama Ray Viandra Zasia


" Tanya seorang pria pada petugas rumah sakit.


" Ada di ruang 06 pak, dengan siapa ya pak " jawab pria dengan postur tubuh tinggi dan tegap.

__ADS_1


" Saya paman nya , terimakasih" balas nya sambil berlalu menuju keruangan 06.


*hiks hiks


Bangun woy,


Selang infus terpasang di tangan Ray, selang oksigen terpasang di hidung mancung nya itu. Ia tak sadarkan diri karena benturan yang terjadi saat tabrakan*.


Klak....


Seseorang membuka pintu ruangan itu, Pria tinggi dengan setelan jas hitam masuk. Ia mengedarkan pandangannya ke sekitar.


" loh, ngapain disini ? " Tanya Irma yang masih kesal dengan pria itu.


Zia terpaku melihat pria itu, ia menyeka air matanya lalu membuang muka ke arah jendela.


*Glub....


anj, beneran dia. Ngapa mesti ketemu lagi sih*


Pria itu adalah Vino, ya Vino mantan Zia saat di Bali, ia adalah paman dari Ray. Ray tidak menceritakan mengenai hal ini kepada Zia. Karena Ray juga tidak sepenuhnya tahu hubungan apa dan melakukan apa saja dengan Vino kala itu.


Lah, dia (Tersenyum miring)


huffft...


" saya Vino, paman dari Ray " menjabat tangan Irma.


" oo, liatttt ( menunjuk ke arah Ray yang pingsan ) , gara-gara lo Ray jadi pingsan." Irma marah sampai urat leher nya terlihat.


" Ya , saya juga tidak tahu kalau Ray ada di sana. " jawab nya spontan.


" Gua Jambak juga lu " balas Irma yang masih geram dengan Vino


Orang tua vino sedang berada di luar kota, namun masih dalam perjalanan pulang setelah mendengar kecelakaan yang terjadi kepada Ray. Kebetulan Vino sedang ada urusan bisnis di Bandung, jadi orangtuanya meminta Vino untuk memastikan kondisi Ray di rumah sakit.


" Tan aku keluar dulu " Pamit Zia tanpa melihat ke arah Vino yang masih berdiri terpaku.


" Loh, loh mau kemana? " Tanya Irma seakan menahan Zia untuk pergi. Ia juga tidak Sudi sebenarnya satu ruangan dengan Vino. Tapi ia merasa bersalah dengan hal yang sudah terjadi kepada Ray.

__ADS_1


__ADS_2