Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Sedikit emosi


__ADS_3

Vino mengusir Irma dari ruangan itu, Irma hanya pasrah saja walau sedikit kesal ia tetap menghormati perintah darinya.


Arrggghhhh , pengen maki rasanya


Batin Irma sambil mengepal tangan nya.


Zia duduk di kursi tunggu, ia termangu. wajah nya tampak lesu, rasa marah pada Ray mendadak hilang. Tangan mungilnya itu memegang kepala nya, rambut hitam panjang terurai begitu saja. Irma yang baru keluar, melihatnya demikian mencoba menawarkan membeli makanan sambil menunggu kedatangan orang tua Ray. Tapi ia menolak dan ingin duduk saja.


Irma menemaninya, mendekap tubuh Zia penuh hangat. Berkata bahwa Ray akan baik-baik saja. Tanpa terasa mata bulatnya itu menitihkan air mata, seolah menyesal karena sudah marah tempo hari kepadanya.


" Hey sudah ( menatap nya dalam dalam ), Ray bakalan oke . Sudah ya, kita berdoa yang terbaik untuk nya" Ucap Irma memenangkan .


...****************...


🌸🌸🌸


Kafe Lestari


Gadis dengan postur tubuh ideal, rambut hitam pendek sebahu dengan kacamata kotak yang terpasang di mata sipitnya. Membawa kue ulang tahun berlilin angka 19 .


" Haduh sorry banget, telat banget gue yak " ucap Tasya sembari duduk meletakkan kue yang ada di tangannya.


Tasya melihat ke sekeliling meja, ia tidak melihat keberadaan Zia di perkumpulan mereka.


" Eh Zia nya mana, kok ga ada. Katanya udah datang " Seru Tasya sambil cemberut.


" kamu nya aja yang telat anj " Jawab Tara singkat.


" Keburu di bawa Ray tadi dia " timpal Gina


" Loh, kok Ray "


" Jadi gini, pas tadi lagi ngumpul. Zia udah datang, cuma tiba-tiba ada Ray jemput dia gitu. Katanya orangtua Zia datang ke Bandung, makanya dia langsung cabut" Jelas Tara memberitahu nya.

__ADS_1


...****************...


*Dring....dring....dring..


Dring....dring....dring..


p


p


p


Kamu dimana?


Hilang gitu saja


P*


Banyak sudah pesan masuk dari Ciko, ia berusaha keras menghubungi Zia untuk menyelesaikan masalah nya.


Irma yang membawa tas Zia membuka handphone nya, namun ia hanya membaca tidak membalas pesan itu.


*Kok di read aja pesan ku


Oh gini cara mu


Oke, terserah*


Ciko seolah muak dengan sikap Zia. Ia membanting handphone nya ke kasur. Amarah nya tak terbendung, ia menonjok dinding kamarnya.


Mungkin bila tembok berbicara akan mengatakan.


" Apa salah kuh "

__ADS_1


Seakan menjadi saksi bisu kemarahan Ciko atas perlakuan Zia.


...****************...


🍁🍁🍁


Orang tua Zia datang menemui putrinya, mereka mendekap Zia , mencium kepala nya. Mereka menanyakan bagaimana kejadiannya, Irma menjelaskan rentetan peristiwa. Irma menujuk ke arah dalam ruangan, tampak Vino menunggu Ray sadar dengan mengenggam tangan ponakan nya itu. Orang tua Zia syok ketika melihat Vino ada di dalam,


*Bagaimana mungkin


Astaga, Kacau ini*


Riuh dalam hati orang tua Zia, saat melihat ke arah ruangan tersebut. Zia hanya menatap orang tua nya dalam dalam, mata bulat nya berkaca-kaca, sebagai pertanda kenangan lama kembali menghantui. Irma hanya diam tidak mengerti dengan bahasa tubuh mereka bertiga.


Klak.....


Pintu kamar itu terbuka, Vino terperajak melihat kedua orang tua Zia, Papa mengepalkan tangannya, mama mengenggam tangan nya, memastikan untuk tidak emosi dalam keadaan seperti ini.


Vino berlalu begitu saja tanpa menyapa mereka, dengan telfon di telinga nya ia menjauh untuk bicara kepada orang di ujung telpon itu.


" Ma, Ray be..lu..m siuman" ungkap Zia tersedu-sedu.


" Sudah sayang, Ray akan baik-baik saja " Jawab Mama menenangkan putri kecilnya itu.


...****************...


Dari Kaca luar ruangan Zia menatap Ray yang terbaring, dalam hatinya bergelut dengan perasaan. Mendadak saja ia khawatir hebat dengan Ray, kecemasan meresep dalam benak nya.


...****************...


🍁🍁🍁


Dari koridor rumah sakit, Vino tampak sungkan namun tetap dingin ketika melihat orang tua Zia. Ia sama sekali tidak berbicara kepada mereka, untuk menegur pun tidak. Kejadian silam masih menghantui nya, terbesit rasa penyesalan, anak SMA yang ia perdaya kini ada di hadapannya dan teman dari ponakan nya sendiri.

__ADS_1


*Ah sudah lah...


Untuk apa aku menyesal*


__ADS_2