
08:30 wib
Dring
Dring
Dring
Masih dengan mata kantuk, Zia samar-samar melihat ponselnya.
" Hallo " kata Zia menjawab telpon
"Good morning baby" jawab vino dari ujung telfon.
Sebenarnya ingin sekali aku berkata (jijik), ketika ia memanggil ku dengan sebutan baby. Tapi di hati ku malah menerimanya, ah ya sudah lah
Tut..tut
"Haish, kenapa jadi pusing begini kepala ku, ini tidak bisa harus bangkit, let's go baby."
Vino memberi kabar bahwa ia merubah jam dan akan datang ke rumah nanti malam sekitar jam 8.
Zia langsung berlari menuju lemari bajunya.
" Aduh mana ga ada baju lagi" keluh Zia sambil mengobrak-abrik seisi lemarinya.
Bila saja semua pakaian yang ada di lemari bisa berbicara mungkin mereka akan mengatakan "Terus aku untuk apa ".
Sebanyak setelan baju yang di lemari seakan tidak terlihat oleh ia. Kamar menjadi berantakan karna semua pakaian di lemari di obrak abrik oleh nya.
Sia memanggil Zia untuk turun dan makan siang, namun tidak ada jawaban darinya. Akhirnya Sia pun pergi ke atas untuk memastikan keadaan putrinya.
"Yak ampunnn" teriak Sia sambil berjalan mendekati Zia
"Kenapa di obrak abrik semua sih nak " tanya Sia heran.
"Entar malam vino dateng ma, jadi harus cakep " jawab Zia dengan santai.
"Ini"
Sia langsung memilih kan pakaian untuk Zia dan segera merapikan semua pakaian. Sia hanya diam setelah merapikan semua pakaian itu. Zia yang melihat nya langsung memeluk nya dan meminta maaf karna telah mengacaukan isi lemari nya. Sia pun mengangguk dan mengatakan supaya tidak mengulangi nya lagi. Saat semua pakaian sudah tersusun rapi, Sia pun meninggalkan kamar.
20:00 wib Vino dan orang tua ku
Di ruang tamu sudah ada Sia, Yung, Zia juga Vino. Sia dan Yung duduk bersebelahan sedangkan Vino berhadapan dengan mereka berdua. Zia duduk di sebelah Vino, aroma parfum dari pria ini menghipnotis nya sejenak. Lalu lamunan itu terpecahkan oleh suara Sia.
"Kesibukan nya sekarang apa nak?" tanya Sia kepada vino
" Ngantor aja tan, selebihnya ya dirumah. Terkecuali kalau ada rapat yang penting dan dadakan baru di luar " jawab vino dengan santai
Aku yang duduk di sebelahnya merasa canggung, ternyata wajah vino jauh lebih tampan daripada di foto, dia juga orang nya rapi, wangi dan sopan kepada orang tua ku.
Orang tua ku mewawancarai nya terus-terusan, sudah seperti ia akan melamar kerja saja di rumah ku ini. Mulai dari kerja apa, tinggal di mana , anak ke berapa dan lain sebagainya.
"Baiklah kalian bisa mengobrol, bude Yuli akan mempersiapkan cemilan untuk kalian" ucap Sia.
Sia pergi kekamar dan meninggalkan kami di ruang tamu.
__ADS_1
Yung yang masih memperhatikan Vino, terus melihat ke atas dan bawah.
"Pa, hallo pa"
"Ha, tidak ada. Baiklah papa akan menyusul mama."
"Bik, segera bawakan cemilan untuk mereka"
"Baik tuan" jawab bude Yuli dari dapur.
"Ya sudah, Vino kami bisa mengobrol saya pergi dulu"
"Terimakasih om"
Yung pun pergi meninggalkan kami berdua di ruang tamu, aku merasa grogi dekat dengannya. Lagipula kenapa orang tua ku malah meninggalkan kami.
"Ini non cemilan nya" ucap Yuli yang meletakkan, biskuit dan jus jeruk di atas meja.
"Terimakasih bude" kata Zia meringis.
Sabtu sore
" Pergi jalan mau gak?" tiba tiba ada pesan masuk di whatsaap. Ternyata itu Vino, untuk pertama kali nya ia mengajak Zia pergi keluar jalan.
Zia mondar mandir, ia mendadak salah tingkah karna vino mengajak nya.
" Huff pertanda apa ini " jantung Zia berdetak kencang.
Ia bingung mau membalas apa, ia mendadak jadi grogi dan lemas karna ajakan itu. Zia gadis yang sebelumnya tidak pernah pergi keluar dengan laki-laki kecuali dengan David. Walaupun ia tau pasti orang tua nya juga akan mengizinkan nya, karna orang tua nya sudah mengetahui siapa vino.
Jemari mulai mengetik dan membalas pesan Vino, seolah bertanya apa ia serius mengajak nya jalan.
"Serius, mau gak. Kalau mau aku jemput nanti?" balas nya menawarkan.
Bagi Zia, Vino adalah pria cuek, dingin tapi sedikit perhatian padanya. Karna sifat itu lah Zia sedikit meragukan ajakan dari Vino. Zia juga sebenarnya mengetahui kalau vino memiliki hubungan dekat dengan wanita lain di luar sana. Zia tak kunjung menyudahi perdebatan dalam dirinya.
Perasaan yang terjadi saat ini sulit untuk di tebak, ia tidak mungkin menyukai pria yang sudah memiliki hubungan dengan orang lain, apa yang akan terjadi jika ia mengambil Vino dari wanita itu.
Masa nanti jadi pelakor ga lucu ih
Tapi aku sama sekali tidak mau bila kebahagiaan ku pudar untuk selamanya. Aku harus apa?
...****************...
❤️❤️❤️
"Sayang, lusa aku akan menemui mu. Aku ingin memastikan hubungan kita. Mungkin dengan bertemu dan bicara langsung akan lebih baik untuk kedepannya" ucap Sara kekasih jauh dari Vino.
...****************...
🌷🌷🌷
Keputusan akhir adalah memikirkan terlebih dahulu ajakan dari Vino.
"Aku harus memikirkan nya matang-matang, haa tapi bingung. Lebih baik aku mandi supaya merasa fresh, ya begitu saja"
Gadis itu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi. Buliran air jatuh ke seluruh tubuh nya, cuaca dingin membuatnya mandi air hangat.
__ADS_1
Setelah mandi ia kembali mengecek
ponselnya. Bibir tipis nya manyun, ketika melihat tiada pesan dari siapapun.
"Sayang, siang ini kita jalan-jalan yuk. Mama ingin ke mall, kita shopping belanja baju, sepatu, atau lainnya. Setuju?"
"Ma.."
"Baiklah, kita sepakat. Segera bersiap nanti mama panggil yah" timpal sia yang langsung memotong ucapan Zia.
"Haish, padahal aku sedang gusar memikirkan. Kenapa malah di ajak shopping, astaga" ucap Zia yang langsung memilih pakaian di lemari.
"Hmm, tidak, ini kurang cocok. Mari kita cari lagi, hmm"
"Ih mana nih" terus mencari-cari baju.
"Haa ini saja"
"Baiklah aku sudah selesai, cantik"
"Haha ya iya lah, putri Yung dan Sia, mesti lah cantik" ucap nya memuji diri sendiri.
Zia yang sudah rapi dengan setelan coksu berjalan menuju ke kamar Sia.
Tok
Tok
"Maa, zi sudah siap nih" teriak Zia dari luar kamar.
"Masuk saja lah"
Klek
"Aduh ma, cantik banget sih."
"Tidak usah memuji, mama memang cantik hehe"
Mereka pun bergandengan tangan menuju garasi mobil.
Beep
Beep
Sia melajukan mobil meninggalkan rumah, tanpa ada keramaian dalam mobil ia fokus menyetir.
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di mall. Terlihat tidak banyak pengunjung hari ini dan itu kesempatan bagus untuk sia berbelanja dengan tenang.
Sesekali Zia memperhatikan ponsel yang ia genggam. Sia yang melihatnya pun menegur Zia.
"Sayang kita fokus belanja ya, quality time oke"
"Oh oke ma, maaf ya. Ayo kita pilih-pilih baju yang cakep" sambil mengacungkan jempolnya.
__ADS_1
Setelah memilih baju mereka pun lanjut makan siang bersama. Jarang sekali Sia menghabiskan waktu bersama putrinya. Karena kesibukan anak nya di sekolah.
Lalu mereka pun pulang ke rumah, Zia menyetir mobil mengantikan ibu nya. Dengan kecepatan sedang menyusuri jalanan yang lumayan padat itu.