Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Kenapa dengan Zia


__ADS_3

πŸ’πŸ’πŸ’


Sambil memegang balon lalu melambai ke arah Zia, Putu dan Ray tersenyum. Zia membuka kaca mobil dan bertanya kenapa datang kemari. Tante Irma menegur Zia kenapa berkata demikian, lalu menyuruh mereka berdua untuk masuk ke dalam rumah dan mengobrol.


" Zia, siapkan cemilan ya. Semua ada di kulkas oke" perintah Tante sambil berlalu meninggalkan mereka semua di dalam kamar.


Putu dan Ray saling lirik melirik


" Kamu kenapa " Ray bertanya kepada Zia.


" Ga ada, kalian ke sini kok ga ngabarin? Terus ini maksudnya apaan balon, kado juga. Apaan?" tanya Zia penuh keheranan


" Bagian dari strategi " jawab Ray santai


" Strategi apa, aku belum ultah anjir "


" gak ada yang mau kasih kado juga "


" Dah dah, intinya kami mau ke sini, emang ga boleh " ucap Putu penuh tanya


Zia terdiam tidak menjawab, lalu pergi mengambil cemilan di dalam kulkas


Ting

__ADS_1


Ada pesan WhatsApp masuk


Ray melihat ke arah hp Zia dan mengambilnya, Putu yang tak sabar ingin melihat juga segera merebut hp Zia.


" Apa si, bentar dulu, ah " jawab Ray kesal


_sayang


" Apaan nih, sayang pula. Gak beres nih bocah " keluh putu yang merasa kesal setelah membaca pesan itu.


Zia yang langsung berlari ketika mengetahui hp nya di pegang oleh Ray dan Putu. Lalu merebut nya dan memarahi mereka karena menggangu privasi nya.


" Kamu kacangin kita karna pacar baru mu " tanya Ray penasaran


" Mana ada, kamu beda, kamu berubah woy " tambah Putu mengomentari


Zia sibuk membalas pesan dari Ciko, mengabaikan mereka berdua.


Tak berselang lama, Zia menerima telfon dari Ciko dan berbicara panjang lebar di luar kamar, ia terlihat kesal ketika menutup telfonnya.


Karena merasa di abaikan Ray dan Putu pamit pulang kepada Zia.


Tante Irma yang baru turun dari lantai atas menegur Ray dan Putu kenapa cepat sekali pulang, padahal tidak biasanya mereka secepat ini bila berkunjung kemari. Mereka tidak menjawab lebih selain langsung berpamitan pulang. Namun Tante Irma menghentikan mereka seraya bertanya ada apa dengan kalian bertiga seperti ada masalah, ia berusaha menjadi tempat bercerita bagi mereka.

__ADS_1


Ray dan Putu mencium tangan Tante Irma dan berpamitan, tanpa menjelaskan apa pun. Ia binggung dengan tingkah teman Zia, kemudian Tante Irma teringat bahwa sebelumnya nya Ray melarang untuk tidak memberitahu kedatangan mereka. Ia bergegas menuju kamar Zia dan ingin sekali bertanya dengan ponakan nya tersebut. Namun saat di ketok kamar Zia terkunci, sudah beberapa kali di panggil tetap tidak ada jawaban dari kamarnya.


*********


Pagi hari, pukul 06:15 wib


Tante Irma sudah bersiap dan duduk di meja makan untuk sarapan pagi, ia belum mendapati Zia turun dari kamar nya.


( aku panggil aja kali ya ) pikir Tante Irma


Saat ia akan beranjak dari tempat duduk, Zia sudah berada di tangga untuk turun. Tante memanggil Zia untuk duduk bersama nya dan sarapan pagi.


Ia terlihat termenung sepanjang sarapan pagi.


" Zi, kamu kenapa. Mata nya kenapa sembab gitu " tanya Tante khawatir.


" Tidak papa Tan, hanya suntuk saja" jawab nya lemas.


" Kamu berantem ya sama Ray?" tanya Tante lagi.


Zia diam tak menjawab dan segera menyelesaikan sarapannya.


" Sudah, oiya Tante ada kabar gembira. Motor kamu bakalan di kirim ke sini. Jadi bisa touring kamu sambil lepas suntuk sama Ray dan Putu. "

__ADS_1


" Iya Tan, πŸ˜³πŸ€—πŸ€— . Aaaa seneng, gak suntuk lagi deh✌️" jawab Zia ceria memeluk Irma.


__ADS_2