Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Ternyata perasaan mereka Sama


__ADS_3

" Apaan sih, ganjen deh" kata Zia masih lemas


" Jangan gini lagi ya, aku tu sayang sama kamu. Ada aku buat kamu" ujar Ray mengungkapkan perasaannya.


" Hah, apa Ray? kamu sayang sama aku. Waktunya gak pas buat kamu bilang hal begitu, gak pas banget Ray. Aku lagi pusing sama masalah aku." Menepis tangan Ray dari lengan nya.


Dari luar ruangan, tampak Putu mendengar semua perkataan Ray. Hatinya hancur berkeping-keping mendengar itu semua. Ia sama sekali tidak menyangka ternyata Ray memiliki perasaan yang sama seperti nya kepada Zia.


"Eh Putu, sini masuk. Kenapa di pintu, ayo masuk" Pinta Zia dari atas tempat tidur.


Deg..


Jantung Ray seakan ingin copot mendengar Zia meminta Putu sahabatnya itu masuk ke ruangan.


"Oh iya zi, gimana kondisi mu?" tanya Putu


" Ya begini lah, tapi aman kok" sambil menunjukkan jempol nya dan tersenyum tipis.


Ray terpaku di kursi nya, terlihat syok melihat Putu yang tiba-tiba datang menjenguk Zia. Ia tidak mengira Putu akan datang, kecemasannya membuat ia tidak berpikir jernih hingga mengungkapkan perasaan nya di kondisi seperti ini. Putu juga membisu, tidak menyapa Ray atau mengajak nya mengobrol. Seakan menjadi kaku satu sama lain, tidak mengubris. Padahal mereka bila bertemu akan bersenda gurau mencairkan ketegangan. Tapi tidak dengan hari ini, seperti sambaran petir. Putu yang kaget dengan pernyataan Ray hanya bisa diam membisu melihat sahabatnya memiliki perasaan yang sama dengan Zia.

__ADS_1


...****************...


Diruang dokter....


Irma menyimak dengan serius setiap perkataan dokter mengenai kesehatan Zia ponakannya.


" Jadi begini buk, pasien seperti mengalami tekanan mental. Hingga sampai melukai dirinya. Faktor nya bisa banyak, bisa karena masalah keluarga atau masalah pribadinya. Harus lebih di awasi lagi, terlebih usia pasien masih begitu muda. Masih banyak hal positif yang bisa di lakukan. Untuk masalah luka, luka cukup dalam terkena tusukan serpihan kaca. Bukan sekali tapi berkali-kali tebakan saya ia menghantam kaca. Jadi tolong buat ibu selalu Tante nya, untuk lebih mengawasi lagi dan menjaga supaya mental healthy nya bisa aman dan damai. Bisa ke arah yang positi-positif lah" Ucap Dokter menjelaskan


" Mental healthy ya dok, baiklah dok. Terimakasih atas saran dan penjelasan nya" menjabat tangan dokter sembari tersenyum.


'Sudah fix ini pasti masalah dengan pacarnya itu, apa yang akan ku katakan kepada Sia dan Yung. Nanti aku kira tidak becus menjaga Zia di sini. Haduh ada-ada saja masalah hidup ini.' Batin Irma sambil berjalan di koridor , menuju ruangan Zia .


Irma membuka pintu kamar Zia.


" Eh sudah ada Ray dan Putu, maaf ya Tante tadi dari ruangan dokter. Kalian udah lama?" Tanya Irma


" Belum Tan, 10 menit lah mungkin" Jawab Ray


Mereka bertiga menginap di rumah sakit. kemungkinan orang tua Zia baru esok pagi sampai di Bandung.

__ADS_1


Irma melihat ke arah Zia yang tertidur pulas, mencemaskan ucapan dokter tadi mengenai mental healthy ponakannya. Ia tidak tahu harus menyampaikan dari mana, Zia yang keras kepala pasti akan sukar menerima nasehat nya. Mungkin akan lebih baik bila orangtuanya yang menyampaikan, Irma akan berbicara kepada mereka setelah sampai di rumah sakit.


Dring....dring....dring...


Telfon Ray berbunyi, ia tertidur pulas hingga tidak mendengar panggilan tersebut. Irma yang masih terjaga mendengar dan mengangkat telfon itu.


VINO UNCLE


"Hallo,"


" Kamu dimana?, kenapa belum pulang orang tua mu mencari mu"


" Ray lagi dirumah sakit, Zia di rawat"


"Ini siapa?"


" Aku Irma, Ray sudah tidur makanya aku angkat"


Tut ..Tut...tut...

__ADS_1


Huffft, sialan benar-benar pria yang menyebalkan.


__ADS_2