Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Curhat


__ADS_3

🍂🍂🍂


"Saya binggung saja Ray" ucap Zia lemas


" Kenapa jadi formal banget anj" jawab Ray


"Aku tuh, pacaran sama Ciko tapi sayang ku juga buat Arya"


" What,,, Arya. Maksud mu Arya pelatih basket kita" ujar Ray kaget


" iya, dia. Tipe aku banget dia Ray"


" Ya ampun zi, mau orang mana lagi. Kemarin hantu sekarang malah pelatih sendiri. Gua aja yang dekat di anggurin. Malah milih yang jauh" ucap Ray meratapi nasibnya


" Haiis, kamu nih. Aku tuh lagi curhat, ini malah kamu ikut curhat, mau adu beban pikiran lo. Dengerin aku dulu kenapa."

__ADS_1


"Iya iya, jadi gimana. Ya pilih lah salah satu, kalau gak tinggalkan dua-duanya pilih aku" menyodorkan dirinya.


Zia menghela nafas pelan, menatap sinis kearah Ray. Ray hanya tertawa melihat bola mata Zia menatap nya demikian, ia melanjutkan menyantap makanan.


" Aku tu sebenarnya sama Ciko sudah seperti di fase toxic realationship, gak banget di aku Ray. Sakit rasanya, capek juga ngebatin mulu dan satu lagi aku kesepian huhuhu"


" Ya sudah kalau begitu pilih Pak Arya, gagah, mengemaskan juga haha. Dewasa juga dia kan, tidak membuat mu tertekan"


" Tapi aku sayang banget sama Ciko, aku tu sudah sering banget main belakang. Aku pacaran sama dia, disini aku jalan sama mu dan cowo lainnya untuk melepaskan kesepian. Pusing aku Ray pusing banget" Keluh Zia


" Ya udah ga usah pacaran, sekolah saja yang benar. Tidak perlu memikirkan cinta cinta, apa itu cinta, huwek" kata Ray


Ingin rasanya mengakhiri, tapi jauh di dalam lubuk hati sama sekali tidak merelakan. Seolah menjadi mafia cinta, mengorbankan banyak pria hanya untuk melampiaskan lara. Lalu pergi tanpa kata maupun sajak, berlalu menghilang tanpa jejak. Malang sekali diri ini, haus akan kasih tanpa mengharapkan pamrih.


Rasa peduli tetap tidak terlihat dalam hati nya, sikap selalu ada juga tidak terpandang olehnya. Hanya senyum palsu yang terpampang nyata, mencoba memahami segala hal dari setiap sisi. Berharap suatu saat dia akan mengerti akan perasaan ini.

__ADS_1


Ray akan selalu menanti sampai waktu itu tiba dan akan menjadi keberuntungan saat Zia menjadi miliknya.


Angin sepoi-sepoi menerpa lembut wajahnya, rambut panjangnya tergerai-gerai indah. Ia menyingkap rambutnya dengan tangan kecilnya. Wajah nya masih terpaku melihat kaca luar kafe, membisu tanpa penjelasan. Ia termangu membiarkan Ray menikmati makanannya.


Pikiran nya bertengkar hebat dengan hati, tiada henti memikirkan hubungan yang tidak pasti. Di satu sisi, pria lain menghampiri dengan segudang kedewasaan yang memikat hati. Entah harus bagaimana lagi menangani semua ini, namun tetap harus memaksakan diri untuk membuat keputusan dengan pasti.


" Sudah belum melamun nya?" tanya Ray memecah keheningan


" Kalau sudah, ayo cepat makan. Jangan menyiksa diri hanya karena pria pria itu" timpal Ray


" Haaah, kok cepat sekali makanan mu habis" ucap Zia heran


" Haduh, bukan makanan aku yang cepat habis. Kamu kelamaan melamun, lihatlah jam tangan mu" pinta Ray


" Astagaa ..." melihat arah jam tangan nya

__ADS_1


" Oke, aku makan dulu ya. Nanti kita langsung pulang" sambung nya


Dasar gadis aneh, lucu sekali. Pantas aku jatuh cinta dengan nya. Batin Ray


__ADS_2