Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Langkah apa yang bagus


__ADS_3

Ting


Ting


Ting


Banyak pesan masuk dari handphone Zia, handphone yang sedari tadi di atas meja dekat ranjang nya sama sekali tidak berkeinginan untuk mengambil atau melihatnya. Ia hanya berusaha keras memejamkan mata nya untuk beristirahat.


Dring


Dring


Ringtone handphone Zia terus berbunyi


"Haaaaaaaaaaaah, berisik banget sih. Gimana mau istirahat kalau begini" Ucap Zia kesal


Ia melihat ke arah handphone nya, ternyata sudah banyak sekali panggilan dan pesan masuk dari Ciko. Ia membuang nafas sambil memutar bola mata malas lalu merebahkan tubuh rampingnya di kasur kembali. Masih terjebak dalam kebingungan, kata-kata Arya cukup masuk akal bila di telaah lebih dalam. Tapi kenapa hati masih berat meninggalkan Ciko dalam kondisi seperti ini, dia memang menerima kembali tapi Zia sendiri ragu dengan pernyataan nya ingin kembali kepada Ciko.


" Harusnya aku ikuti nasehat orangtua ku, sekarang malah merusak diri ku sendiri, tapi.. hah sudah lah, aku matikan saja handphone ku" gumam Zia sambil meratapi nasibnya.


Ia mematikan handphone nya dan bersiap untuk tidur, karena esok ia akan masuk sekolah bertemu dengan Ray dan Putu.


...****************...


'Ini kenapa jadi hilang kabar sih' batin ciko


...****************...

__ADS_1


🍒🍒🍒


Keesokan harinya...


Yund dan Sia sudah berada di meja makan bersiap untuk sarapan, Irma tidak ikut sarapan pagi ini, ia terburu-buru berangkat kekantor karena pekerjaan nya yang begitu banyak di kantor. Dari arah tangga terlihat Zia turun dengan seragam sekolahnya, ia tersenyum tipis ke arah orangtuanya.


" Pagi sayang, cepat turunnya. Kita sarapan bersama " ucap Sia mengajak putrinya


Mereka bertiga pun sarapan bersama, seperti keluarga bahagia di luar sana, ada banyak tawa yang terdengar di meja makan pagi ini.


Lalu Yung melirik kearah Sia, memainkan alisnya seperti sebuah isyarat kepada Sia. Sia mengangguk mengerti dengan isyarat Yung tersebut.


"Sayang, siapa itu Arya?" ucap Sia menyelidik


" Ah... ooh Arya, emm... pak Arya ma. Pak Arya itu pelatih basket Zia di sekolah" jawab Zia


" Hubungan? em.. hubungan yah pa..." melihat ke arah jam tangan nya.


" Sudah mau jam 7 pa, Zia berangkat sekolah dulu ya. Zia naik motor saja, daaa mapa muah" ucap Zia berlalu meninggalkan mereka berdua.


" huh, dasar anak konyol. Selalu saja seperti ini" ucap Yung sambil menyuap nasi ke dalam mulut nya.


" Sudahlah, nanti kita tanyakan setelah dia pulang sekolah, oke" ujar sia sambil menggenggam tangan suaminya.


...****************...


Sekolah, 07:05 wib

__ADS_1


"Ett..ettt..tidak boleh masuk. Pulang saja saja!!" ucap satpam mengusir


Satpam sekolah sudah menghadang didepan gerbang, Zia yang baru saja sampai tidak bisa masuk karena terlambat.


" Haduh pak, boleh ya. Saya baru sembuh sakit nih pak, jalanan juga macet banget tadi. Boleh ya pak, boleh ya tolonglah" ucap Zia mengemis


Treng..


Treng...


Terdengar suara motor vespa dari arah belakang Zia, menarik pedal gas berkali-kali. Seperti memberi tanda untuk di berikan jalan. Zia menoleh ke belakang, dengan mata tajam ia memperhatikan tubuh siswa tersebut.


" Gak bisa, gak bisa. Pulang pulang!! " usir pak satpam


" Haduh pak, boleh ya. Please" kata zia mengatupkan kedua tangannya


Siswa itu membuka helm nya dan menegur satpam sekolah tersebut.


" Biarin kami masuk" tegas siswa itu.


Satpam langsung menuruti perintah siswa itu, ia segera membuka gerbang dan mengizinkan mereka masuk ke dalam sekolah. Menyambut mereka dengan senyum keterpaksaan.


Di parkiran Zia tidak habis pikir ternyata siswa tadi adalah Ray teman dekatnya.


" Sumpah sih, serem banget kaya nya tampang lu Ray, hahaha" Ledek Zia


" Biasalah, ya udah yuk masuk kelas" langsung mengandeng tangan Zia

__ADS_1


" Eh...


__ADS_2