Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Terjadi lagi, lampau kembali muncul


__ADS_3

Irma mengusap punggung ponakannya berusaha menenangkan,mendekapnya seerat mungkin. Tak terasa mata nya berkaca-kaca menitihkan air mata. Zia semakin histeris merasakan air mata Irma yang jatuh di pundaknya.


Tidak dipungkiri rasa khawatir Irma kepadanya, melihat Zia menanggis ia ikut menangis tanpa rencana.


"Kenapa, ayo cerita sama tante, jangan di pendam begini" ucap Irma khawatir


" Hiks..hikss.. pengen putus sama dia tapi masih sayang"


" Kan Tante sudah bilang jangan pacaran, orang tua mu juga melarang. Putuskan, untuk apa mempertahankan hubungan toxic seperti ini. Hingga menangis meraung begini" jawab Irma kesal.


Buliran air mata terus mengumpul di sudut retina, tak usai sejalan dengan lara dihatinya.


...****************...


Kenapa sulit untuk pergi


Sosok baru tak bisa menggantikannya


Kenapa harus seperti ini?


🍁🍁🍁

__ADS_1


" Iya coach, saya hobi banget sama basket" ujar Zia antusias


" Bagus, sangat baik untuk kemajuan tim kita" jawab coach Arya memuji.


Banyak hal yang di bicarakan antara keduanya, kebersamaan dalam latihan memacu rasa tanpa henti.


1 bulan lebih saling mengenal


Berusaha untuk tidak menyalahkan keadaan dan keputusan yang sudah di ambil. menyakinkan diri bahwa ia adalah pilihan paling tepat di hidup ku.


"Aku pilih kamu"


Buliran air mata terbendung disudut retina matanya, di hadapannya aku menangis. Berusaha untuk tidak menitihkan namun tak kunjung tertahan.


"ENGGAK, AKU PILIH KAMU. hiks...hiksss"


Semua terulang lagi, masa lalu yang ingin disudahi tak terduga malah kembali menyertai.


Arya mendekapnya erat, sembari mengusap rambut panjangnya. Menenangkan situasi Zia yang sudah tidak terkendali lagi. Arya tidak tahu harus bagaimana, kondisi menjalani hubungan dengan wanita pujaan nya. Namun hati nya masih dengan masa lalu nya.


*Aku masih sayang dia, aku cinta dia. kenapa aku jadi bodoh gini sih, karena masalah sepele aku jahat sama dia. kenapa mesti terjadi lagi dan lagi sih huaaaaa

__ADS_1


'Memekik dalam hati*


Keadaan genting yang membuat ku tidak tahu harus berkata apalagi, seolah terjebak dengan permainan lisan ku sendiri. Mengambil keputusan yang ku anggap benar, malah menjadi beban yang sama sekali tidak bisa ku pertanggung jawabkan. Baru kemarin aku katakan " aku tidak akan memikirkan kamu lagi " tapi kini justru sebaliknya. Tak henti-hentinya pikiran dan hati berpusat hanya kepadanya. Ternyata semua hanya omong kosong belaka berdasar kelabilan ku sendiri. Kenapa jadi begini sih.


Bayangan nya masih saja hinggap di pikiranku. Aku harus apa?


Apa yang akan ku katakan padanya setelah ini?


Berkali-kali sudah aku permainkan banyak hati,memberi harapan lalu pergi tanpa alasan. Orang macam apa aku ini? Hanya racun dalam kehidupan orang lain.


"Sudah ya, jangan nangis lagi. Senyum dong" ujar Arya.


Tangannya memegang pipi ku sambil tersenyum, menatap ku dalam-dalam. Arya menghibur ku dengan caranya. Mengajakku berjalan mencari angin dan singgah di kafe favorit ku. Sejenak ku lupakan wajah nya, namun penyesalan meninggalkan nya masih belum tuntas.


...****************...


Semudah itu ia menerima kembali


*Aku diam, aku bicara, aku diam, aku bicara


Bagaimana aku menyampaikan, seharusnya aku mendengar nya bukan malah menutup telinga dan berlalu begitu saja. Sekarang aku harus apa? Semua pasti tidak akan baik-baik saja setelah kebenaran ini. Aku benar-benar tidak mengharapkan ini terjadi pada ku.

__ADS_1


Aku takut ia akan pergi meninggalkan ku, aku khawatir. Tapi jika di pikir kembali untuk apa aku takut kehilanganmu. Dirimu saja sudah tidak peduli lagi. Semua selalu salah*.


__ADS_2