
Zia menemui orang tua yang sedang asik menonton. Ia duduk ditengah kedua nya,
"Ma, pa sebentar lagi kan semester baru nih, Zia boleh gak pindah sekolah di luar kota?" pinta zia
Pernyataan Zia membuat kedua orang tuanya kaget.
"Kenapa gitu, kok mendadak. Ada apa memang nya?" tanya Sia dengan wajah heran nya.
"Gapapa, pengen keluar aja. Mau cari suasana baru juga. Lagian Zia dari bayi disini mulu, lagian Tante juga ada di luar kota kan. Dimana ya lupa Zia, pokoknya kan ada Tante di luar kota." tambah nya memberitahu
"Ngapain sih, nanggung banget. Udah mau lulus juga. Lagian Tante itu jauh, nanti mama kalo kangen gimana." jawab Sia tak mau jauh dari putrinya.
(Lulus bagaimana, baru kelas 11 masih setahun lebih lagi diriku baru lulus ma) hati ku berkata demikian.
" Boleh ya pa?" tanya Zia kepada Yung nya.
"Tanya mama mu" Yung menyuruh menanyakan kepada mama nya
"Ma boleh ya, kan jarang Zia minta sesuatu hal. kali ini aja" dengan wajah memelas ia meminta.
__ADS_1
" Mama pikirkan dulu ya" jawab Sia lesu.
...****************...
Keesokan paginya, Sia menghubungi Tante Irma yang di Bandung. Tante Irma tidak masalah bila ponakan nya ingin tinggal bersamanya, karna sudah lama juga ia tinggal sendiri hanya di temani dengan kesibukan kantor nya saja.
Dalam hati kecilnya ia sangat berat hati melepaskan putri kecilnya di kota orang. Kekhawatiran nya begitu besar terhadap pengaruh lingkungan baru nya nanti. Ia meminta Irma untuk menjaga putrinya semaksimal mungkin nanti disana.
...****************...
Tok tok...
"Ma boleh Zia masuk" Zia menghampiri mama nya, ia sudah tidak sabar menunggu jawaban dari mamanya.
"Jadi gimana kata Tante Irma ma dan gimana mama bolehin Zia pergi kan" tanya Zia dengan antusias
" Tante setuju, kamu boleh pindah sekolah. Tapi, ingat pesan mama yah. Jangan sampai melakukan hal yang aneh-aneh atau merepotkan tante mu. Dan satu lagi jangan pacaran lagi yah, kabar mu dengan vino juga tidak jelas sampai kamu sakit kemarin ia juga tidak ada muncul, itikad baiknya untuk menjenguk mu tidak ada. Mama ga suka laki-laki tidak bertanggung jawab seperti itu. Ingat itu ya" tegas mama memberikan peringatan pada Zia
(Maafin Zia ya ma)
__ADS_1
" Siap ma, Terimakasih yah" jawab Zia
"Tapi nanti kalau mama kangen gimana" ia memeluk putri kecilnya, tanpa sadar air mata nya menetes dipipi.
"Aaa mama, nanti kita vidcall yah. Ga boleh sedih nanti setelah lulus Zia kan balik lagi ma,Zia sayang mama" Zia memeluk erat mama ia ikut menitihkan air mata, mengingat alasan kepergiannya adalah untuk melupakan Vino.
Sia menanyakan kapan kepergian Zia, ia akan mengurus surat pindah sekolah dan segala keperluan putri kecilnya itu. Dengan cepat Zia menjawab ia akan pindah hari Selasa pekan depan.
Sebentar lagi libur semester akan usai, Zia akan menghadapi suasana baru. Ia memberitahu kepada David akan kepindahan ke kota Bandung. David kaget sekaligus sedih dengan keputusan Zia.
"Apa sih mu, kok mendadak gini. Nanti yang temenin aku siapa, terus aku maen sama siapa dan yang terpenting aku nyontek sama siapa." keluh David
Zia tertawa mendengar pernyataan David, ia menjelaskan ia ingin mencari hal baru dan suasana yang baru, ia juga memberi tahu kalau disana akan tinggal bersama Tante nya. Zia menyuruh agar tidak khawatir dan supaya lebih rajin lagi belajar supaya tidak selalu mencontek.
" Baik-baik yah di sana, jangan pacaran dulu oke. Nanti kopdar juga yah sama klub disana biar gak bosen di sana" kata David.
"Siap, aku sayang mu David. Kamu juga baik-baik yah, harus lebih maco lagi oke hihihi" kata Zia sambil mengodanya.
"Yayayaya" jawab David sambil menutup telpon
__ADS_1
Zia juga memberi kabar kepada Doni, ia terkejut dan sibuk menanyakan mengapa membuat keputusan begitu. Doni yang begitu terobsesi ingin mengenal Zia lebih jauh merasa kecewa. Tapi mau bagaimana lagi, keputusan nya sudah bulat dan tidak bisa di ganggu gugat. Doni juga berpikir mungkin akan mengenal nya di lain hari menjadi keputusan terbaik untuk saat ini.
🤌