
🍒🍒🍒
" Tadi malam Tante ke kamar kamu, mau ajak makan malam. Tau nya kamu tidur" Kata Tante sambil merapikan jas kantor hitam nya, lalu menarik kursi dan duduk untuk sarapan pagi.
" heheh iya Tan, cape banget kemarin. Berantem lagi aku sama Ray" Ucap Zia mengadu kepada Tante Irma tentang permasalahan nya.
Tante Irma mengernyit kan alis tebalnya itu, sambil mengunyah ia berbicara.
" Kenapa lagi? "
" Masa aku di bilang pacaran sama Hantu" ucap nya menjelaskan sambil mengunyah nasi goreng hangat.
" Kamu pacaran lagi? " sambil menarik nafas mengatakan itu.
aish, lupa.
Zia tidak bisa menyangkal lagi, rahasia nya kini terbongkar. Pasti tidak akan lama lagi Tante akan memberitahu kepada orangtuanya.
Tante Irma hanya geleng-geleng dengan kebisuan Zia yang tidak menjawab.
Setelah makan Tante Irma merapikan kembali jas hitam nya, memasang jam tangan gold rose miliknya. Ia mengambil kunci di atas meja dekat pintu garasi.
Beep..beep ... klakson mobil dari garasi
__ADS_1
" Ayo cepetan, mau bareng gak?" teriak Tante dari dalam mobil memanggil Zia untuk segera berangkat.
Zia berlari dan langsung masuk kedalam mobil, ia menjadi kaku semobil dengan Tante Irma setelah sarapan tadi.
" Mending gak usah pacaran dulu, zi. Ingat yang sudah-sudah" Ucap Tante Irma yang menyeletuk tiba-tiba, tanpa mengalihkan pandangannya ke arah jalan.
" Orang tua mu itu ga mau kamu kenapa-kenapa, orang tua mau yang terbaik untuk anaknya. Kamu kurang apa lagi, Ray dan Putu selalu nemenin kamu. David juga komunikasi kalian masih jalan kan. Ada Tante juga yang ada buat kamu. Lah terus kenapa pacaran sama orang jauh, seperti pacaran dengan hantu saja, kalau hubungan cuma nambahin beban pikiran mending ga usah, fokus sekolah. Bentar lagi lulus, setelah itu kamu akan kuliah"
Zia mengangguk setuju, tanpa menjawab ia hanya diam dan bersender di kursi nya dengan lemas.
*Mampusss
Ziii, ziii*.
"Kenapa jadi malah ngelamun, apa kamu pikir Tante bakalan kasih tau ke orang tua kamu? " tanya Tante memecah lamunan Zia.
Hehehe, mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
" sudah sampai, ayo turun. Tante mau ada meeting lagi" memberhentikan mobil di depan pagar sekolah.
klak..
" Daa Tan.."
__ADS_1
Dari kejauhan tampak Ray dan Putu yang berjalan bersama menuju kelas. Sebenarnya sebelum itu mereka berdua tau akan keberadaan Zia, namun Ray melarang untuk menyapa atau mendekati Zia. Karena Ray sama sekali tidak merasa bersalah atas kejadian kemarin.
Setibanya di dalam kelas, Zia langsung duduk di kursinya. Dari kursi belakang Gina menyolek pundaknya, menunjukkan tugas yang tidak dimengerti nya itu.
" Oh ini, begini caranya......"
Zia melirik Ray yang diam membisu, walau sudah melihat nya. Putu hanya mengangkat pundaknya tanda ketidaktahuan nya akan sikap Ray.
" Makasih ya za, oiya za. Nanti sore cewek-cewek di kelas bakalan hangout bareng nih. Ya nongki gitu di kafe lestari. Mau ikut gak " ajak gina penuh antusias.
" Oh , boleh-boleh. Ntar aku gabung deh, ntar aku langsung ke kafe aja oke " jawab nya sesekali melirik Ray yang fokus dengan bacaan bukunya.
" Uy, Zia mau nih. Nambah lagi ya jadi kuotanya. " Teriak Gina ke arah cewek-cewek di kelas.
*Asik ada Zia, nongki sama anak pinter kita
Seru nih ada Zia, nambah keren
Aish, kenapa anak tu ikut sih
Ih biasanya dia ga mau ikut
Bukanya dia biasa sama Ray dan Putu yah*
__ADS_1
Terdengar bisik-bisik para siswi itu, karena sebelumnya Zia memang lah bukan tipe yang suka dengan nongkrong bersama teman-teman cewek, ia akan lebih memilih keluar dengan teman laki-laki. Ia beranggapan laki-laki bukan orang yang ribet ketika bercerita dan tidak bocor saat kita bercerita tentang aib kita.