Kenapa Jadi Begini Kisah ku

Kenapa Jadi Begini Kisah ku
Bab 6. Kedatangan orang tua Zia


__ADS_3

Pagi 06:00 wib


Akhirnya Sia dan Yung datang, kekhwatiran terlihat jelas di wajah mereka. Berbekal tas jinjing kecil berisikan sedikit pakaian, tidak sempat memepersiapkan segala keperluan karena terburu-buru pergi menemui putrinya. Yung yang baru datang langsung mencium kening putri kecilnya, mengelus pipi nya. Mata nya berkaca-kaca melihat kondisi putri nya yang tak karuan.


" Jangan seperti ini, kamu putri papa sama Mama. Masih banyak hal yang bisa kamu lakukan. Kami berdua ada untuk kamu, siap menjadi pendengar kamu, jangan merasa sendiri. Kami ini orang tua mu, tidak perlu segan bercerita apapun dengan kami" Ujar Yung yang masih mengenggam tangan putri nya.


" Betul sayang, mama sama papa disini sekarang. Mama akan tinggal permanen disini, tidak seperti kemarin. Kamu baru beberapa Minggu kami pulang sudah begini keadaan mu. Mana ga suka lihat Zia begini ya, kami sayang sama Zia. Pokoknya kamu tidak boleh merasa sendiri yah, ada mama dan papa, juga ada Tante Irma ada teman-teman kamu. Muah" Sia mengecup kening Zia penuh kasih.


" Maafin Zia ya mapa..hiks..hikss a..a..aku capek" ucap Zia merintih


Sia langsung memeluk tubuh putrinya, ia sudah menebak apa yang terjadi pastilah karena seorang pria. Tidak salah lagi, masa lalu kelam terulang kembali.


Tok..tok..


Terdengar suara ketukan dari luar


Klak...


Pria tinggi dengan setelah kaos oblong warna hitam datang menjenguk Zia, ia menatap seisi ruangan dengan grogi. Tidak mengira akan seramai ini di ruangan Zia. Ya Arya datang menemui Zia, mendapatkan kabar dari salah satu anak didik nya di basket bahwa Zia mengalami kecelakaan dirumahnya.

__ADS_1


Arya tersenyum datar sambil menganggukkan kepala ke seluruh orang di ruangan.


" Malam semua, saya pelatih basket Zia" ujar nya menerangkan


'Loh, coach kok bisa kesini, kenapa dia menemui Zia disini. Atau mungkin Zia dan coach' batin Ray penuh tanda tanya ketika Arya datang ke rumah sakit menemui Zia.


Tidak tahu kenapa Yung seperti tidak menyukai kedatangan Arya menemui putrinya. Wajah nya terlihat merah padam juga mengepalkan tangannya seperti menahan emosi yang ingin meledak-ledak.


'Jangan-jangan dia yang membuat putri ku seperti ini, akan ku tandai wajah nya' Batin Yung penuh curiga.


Perasaan khawatir semakin terlihat ketika Arya melihat perban di tangan Zia dengan noda merah di perban itu. Ia berjalan mendekat bangsal Zia, namun Yung mencegah Arya untuk mendekati putrinya.


"Pa, bukan dia.." ucap Zia


" Saya hanya ingin melihat kondisinya saja, tidak lebih. Bila tidak berkenan saya akan pergi " kata Arya dengan santun


" Tidak perlu, kamu bisa bicara dengan anak saya "


" Boleh Zia ngobrol berdua sama pak Arya" pinta Zia

__ADS_1


" Kenapa memangnya? Mama tidak mau meninggalkan putri mama dengan orang ini " ucap Sia


Yung menarik sia keluar ruangan dan memberikan mereka waktu. Ray dan lainnya juga ikut pergi meninggalkan mereka berdua di dalam sana.


" Papa ini gimana sih, kita itu ga kenal siapa laki-laki itu. Dia terlihat sudah dewasa, tidak aman bila kita meninggalkan Zia di sana berdua" Sia mengatakan penuh kekesalan.


" Biarkan Zia menyelesaikan masalah nya dengan pria itu. Tidak perlu takut putri kita akan baik-baik saja, percayalah " Langsung memeluk Sia berusaha menenangkan.


...****************...


**Diruangan...


Arya dan Zia


🍁🍁🍁**


Mata pria itu tidak hentinya menatap Zia penuh kekhawatiran, sedari tadi ia hanya diam memperhatikan luka perban di tangan kekasihnya.


" Bagaimana ini bisa terjadi? tidak perlu melakukan hal konyol karena sebuah masalah" ucap Arya

__ADS_1


" A..aku capek, aku muak sama semua ini....


__ADS_2