
🍒🍒🍒
Zia meminta maaf kepada Ray atas sikapnya yang kekanak-kanakan. Dan melupakan apa yang terjadi kemarin. Mereka ngobrol banyak sampai Zia memberitahu Ray bahwa motor nya akan segera di kirim oleh orang tua nya.
" Wow, akhirnya touring bakalan jadi nih." ucap Ray kegirangan.
" weitzz, iya dong hahaha." Lepas sudah beban Zia setelah berbaikan dengan sahabatnya.
**********
Kring....kring....kriiiiingg
Telpon rumah berdering, Mama berlari dari dapur mengangkat telfon berbunyi.
" Hallo mama, ini Zia. Muah muah." Mencium gagang telfon.
" Kenapa gak lewat WhatsApp aja biar vcall sekalian, muah muah sayang nya mama " balas mama di ujung telfon.
"Hanya ingin pakai telfon, agar berguna juga telfon di rumah Tante 😂😂" sambil tertawa meledek .
" Ada apa nih, ada cerita pasti yah?" tanya mama menyelidik.
" Oh tentu dong, 2 Minggu lagi Zia bakalan ada olympiade matematika ma Di Bali. Jadi kita ketemu deh"
" Oh ya, aaa seneng banget mama. Nanti mama kasih tau papa juga deh.
" Oiya ma, motor kapan ma?" tanya Zia menyelidik
__ADS_1
" Tunggu saja , nanti juga sampai oke."
Mencium aroma gosong dari dapur
" Sudah dulu Zia, masakan mama gosong "
" Hahahah, oke ma daaaa" menutup telfon segera
**********
Di sekolah 13:00 wib
jam kosong
7 hari kemudian
Panas matahari sangat menyengat siang hari ini, mungkin saja bila telur digoreng akan matang dengan segera. Suasana kelas yang ribut karena jam kosong, banyak bulatan kertas yang berhamburan di lantai. Zia yang menghampiri Ray di meja belakang mengajak nya bicara.
" Ya ketemu lah blok, nge-game dulu aku. Nanti curhatnya" jawab Ray yang tetap fokus dengan game nya.
Dengan wajah padam dan kesal Zia mengambil hp Ray lalu memasukkan nya ke dalam tas. Ray menarik panjang nafas nya dan mengeluarkan nya penuh amarah .
" Ziiaaaaaaaaaaaaa, 1 2 balikin hp aku kembalikan" hitung Ray menahan emosi.
" Malassssss" sahut Zia tak mau kalah
Dari sudut kelas tampak Gina menoleh ke arah mereka.
__ADS_1
" Mulai lagi deh " Kata Gina menutup telinga.
Ray menghampiri Zia lalu memegang pundak nya dan menatap matanya. ( Tahan Ray tahan, ini Zia oke) Batin nya.
" Cantik, kita baru baikan. Jadi jangan jangan ribut lagi oke. Balikin ya gua dengerin deh suerr " Ucap Ray penuh kasih seolah pasrah dengan keadaan.
" olo lo, gemes nya. Iya okey, tapi jangan bentak-bentak lagi ya. Nah( memberikan hp Ray kembali)." sambil memanyunkan bibir kecil nya. Ia tertawa melihat sikap Ray ketika marah.
Putu yang baru datang mencoba menetralkan suasananya dengan mengajak Ray untuk berkunjung ke rumah Zia. Sontak Zia terkejut dengan pernyataan Putu yang mendadak namun menyetujui.
Jam pelajaran terakhir telah usai, bel sekolah sudah berbunyi menandakan waktunya pulang sekolah. Zia berjalan menuju ke parkiran motor, motor kesayangan nya sudah tiba sepekan lalu. Ia begitu bahagia, akhirnya yang di nanti telah sampai.
Nona si R15 (alias motor kesayangan Zia), orang tua nya sempat ingin membelikan motor di Bandung namun ia menolak tetap bersikukuh untuk mengirimkan nona saja ketimbang membeli yang baru. Zia bukanlah kpopers walaupun ia blasteran Korea Sunda. Sikap tomboy benar sudah melekat dalam dirinya, hingga pergaulan diluar sekolah laki laki adalah teman nya.
Sisi berbeda inilah yang membuat ia menjadi pusat perhatian selain cantik dan juga pintar, jadi banyak orang yang menyukainya tapi tak sedikit pula yang menggoda nya ketika di luar jam sekolah.
" Asik, jalan sama nona terus. Sama cowo nya kapan zii" seru salah seorang anak laki-laki kelas 11 C.
" Cantik-cantik jomblo dia anj, wkwkwkwk. palingan sama Ray kalau ga sama si lembek si Putu hahahha" sahut teman lainnya meledek.
Riko adalah brandal di sekolah Zia, ia dan teman-temannya selalu menganggu para gadis dan mengejek nya habis-habisan, namun hal itu tidak berlaku untuk Zia.
Zia berjalan mendekati mereka, lalu menunjuk ke arah wajah Riko sambil menarik kerah baju nya.
" Ga usah ganggu gua lu, Gua ga pernah ganggu lu jadi ga usah rese, buat kalian jugak ( melirik ke teman-teman nya ) mau lembek kek mau apa kek bukan urusan kalian. Ga usah ribet."
Ray dan Putu dari kejauhan melihat Zia berurusan dengan brandal sekolah. Segera berlari dan menarik Zia mundur dan berlalu dari hadapan mereka.
__ADS_1
Riko dan teman-temannya merasa malu karena menjadi perhatian siswa lainnya di parkiran.
" Apa lu, minggir " Kata Riko sembari meninggalkan parkiran diikuti teman-temannya.