
Aku mencoba menjelaskan dengan sejujurnya. Bukan mencari pembelaan hanya melegakan rasa di hati. Menghilangkan kecemasan yang terpendam.
"Hai bagaimana kabarmu?"
Pesan teks meluncur ke WhatsApp Ciko, pertikaian beberapa waktu lalu sempat membuat keduanya berpisah lalu kembali lagi, namun Zia masih juga belum berubah. Masih berjalan dengan pria lain dengan segudang drama yang ia buat.
Ia menjadikan Arya sebagai labuhan terakhir nya, namun itu baru katanya. Ia masih memberikan harapan kepada Ciko untuk kembali padanya, alhasil Zia memiliki dua pria .
Tapi perasaannya tetap tidak tenang, kelabilan benar-benar membuat nya frustasi harus memilih siapa. Arya dan Zia belum ada terikat hubungan resmi, tapi entah kenapa ia kembali lagi dan lagi memberikan kehormatan nya kepada pria baru di hidupnya. Kata bodoh mungkin tidak cukup menafsirkan perilaku konyol gadis belia ini.
...****************...
Di kesunyian malam, Zia termangu di ruftoop rumahnya. Menatap langit penuh bintang, suasana hening jadi nyanyian tanpa alasan. Di tangan kanan nya ia mengenggam handphone, di layar ada foto Ciko terpampang. Ia menatap dalam-dalam foto tersebut. Bingung menyerang Zia, labil dengan perasaannya sendiri, dua orang pria baik datang di hidup nya. Ia mencintai Ciko tapi enggan melepaskan Arya.
Tiba-tiba....
''Aku selingkuh disini, selama ini sudah main belakang. Sudah bohong juga, belum benar-benar mengakhiri hubungan dengan Arya. Kemarin hanya pertahanan saja, aku mulai suka sama Arya, jujur aku gak mau dia pergi. Aku minta maaf, binggung asli binggung banget. Aku gak tahu harus milih siapa diantara kalian'' Pengakuan keluar begitu saja dari Zia di ujung telfon.
" Apa yang kamu pikirin sih, kamu udah ngapain aja sama dia. Jawab!!"
__ADS_1
Aku tak mampu menjelaskan, nafas seperti tertahan sejenak. Jemari ku gemetar, mendengar reaksinya demikian. Namun..
" Jawab kamu ngapain aja sama dia" Desak Ciko
"Aku minta maaf, semuanya...aku kasih semua"
" Ada masalah itu ngomong bukan cari pelarian kaya gini. Kita ini masih ada hubungan, kok kamu gak mikir itu sih. Kamu sadar gak apa yang kamu lakuin ini bikin sakit. Aku tuh sayang sama kamu, kenapa mesti bohongi aku sih, sesak dada ku rasanya" ujar Ciko menahan luka.
Aku termenung, memikirkan kenapa melakukan itu semua padanya. Padahal ia selalu menjaga supaya hubungan kami baik tanpa orang ketiga. Sikap acuh beberapa waktu lalu juga penyebabnya adalah aku. Aku benar-benar minta maaf sudah menghancurkan segalanya. Nafas ku terasa berat menahan ini semua. Aku melukai mu tanpa akibat, maafkan aku.
*Arrggghhhh....
bug..
Amarah melonjak drastis , tangannya terluka karena memecahkan kaca rias dengan pukulannya. Terisak-isak tangisannya, menanggung kesalahan nya. Menyesali pelarian yang telah ia lakukan*.
22:30 wib
Irma baru pulang dari kantor, kerja yang menumpuk membuat nya harus lembur hingga jam segini.
__ADS_1
*Arrggghh
Bug...
Tarr.....suara serpihan kaca*
Mata Irma terbelalak mendengar suara pecahan kaca dari lantai atas, ia langsung berlari menuju kamar Zia.
*Tak..tak..tak.. 'suata hill Irma di tangga
Klak.....
"Astagaaa ziiaaa......" Jerit Irma histeris*
Langsung spontan menarik tangan Zia, menjauhkan nya dari pecahan kaca.
" ZIAA!!!, kamu ngapain. Jangan konyol, sini tangan kamu, kenapa jadi gini sih" Irma begitu kesal dengan sikap Zia.
Sambil membersihkan darah di tangan nya, Irma masih mengoceh menceramahi. Zia hanya diam dan melamun tidak menjawab.
__ADS_1
Hiks...hiks...
Tiba-tiba Zia menanggis....